Selain dipicu oleh keluarnya data China tersebut, penguatan di pasar saham juga dipicu oleh spekulasi pasar bahwa bank sentral AS (The Fed) akan kembali menggelontorkan stimulus lanjutan untuk mendorong proses pemulihan ekonomi di negara adidaya tersebut. Pasar saham Asia kemarin bereaksi positif atas perkembangan tersebut. Tadi malam reaksi positif pasar juga dialami oleh bursa AS dan Eropa. Indeks DJIA di Wall Street melambung hampir 3% dan indeks S&P500 naik 3,4%. Penguatan yang terjadi di pasar saham juga dialami pasar komoditas energi dimana harga minyak berhasil rebound ke USD85,92/barrel dari posisi sebelumnya sebesar USD84,12/barrel. Sedangkan harga emas merosot menjadi USD1834,70/t.oz setelah mencapai rekor tertinggi di USD1917/t.oz.
Membaiknya iklim pasar saham global akan berdampak positif bagi pergerakan pasar saham hari ini. Pelaku pasar diperkirakan akan kembali memburu sejumlah saham sektoral terutama unggulan yang harganya sudah terkoreksi tajam. Saham-saham berbasiskan komoditas energi seperti saham batubara juga akan kembali mendapat momentum penguatannya menyusul kenaikan kembali harga minyak mentah dunia. Sementara perkembangan ekonomi domestik sejauh ini masih kondusif, dimana tingkat inflasi Agustus ini diperkirakan masih relatif rendah di bawah 1% sehingga target inflasi tahun ini sekitar 5% masih layak dipertahankan. Cadangan devisa Indonesia hingga 19 Agustus lalu meningkat mencapai USD124,5 miliar setelah sempat turun hingga USD122,7 miliar (10/8). Membaiknya iklim pasar tentunya akan berimbas pada perdagangan saham hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG 3820-3960
Perhatikan :
- ADRO 2250-2400 Buy
- BUMI 2550-2775 Trading Buy
- SMGR 9000-9400 Buy
- ENRG 200-215 Buy
- UNSP 385-410 Buy
- BORN 1200-1260 Buy
- CMNP 1610-1700 Buy
(qom/qom)










































