Investor cenderung menghindari aset beresiko dan sebaliknya memburu aset yang relatif aman dari resiko krisis seperti emas yang harganya telah kembali diperdagangkan di atas USD1900/t.oz pagi ini. Sedangkan harga minyak mentah dunia kembali melemah hingga USD83,54/barrel dipicu reaksi negatif atas perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Kemarin bursa Wall Street tutup karena libur nasional. Kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi di AS menyusul data tenaga kerja Agustus yang stagnan dan krisis utang di zona Euro membuat pasar saham global kemarin mengalami tekanan jual. Sejumlah bursa utama di Euro kemarin mengalami koreksi antara 3% hingga 5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor positif yang mendorong aksi beli selektif kemarin adalah data inflasi Agustus yang relatif terkendali dimana inflasi Agustus mencapai 0,93% dan inflasi tahunan 4,79%. Angka inflasi tersebut relatif masih sesuai dengan target inflasi tahun ini sekitar 5%-6%.
Saham-saham otomotif, telekomunikasi dan sebagian perbankan menjadi penopang penguatan IHSG kemarin. Sementara itu perdagangan saham hari ini masih akan berfluktuatif menyusul memburuknya kondisi pasar saham global.
Pelaku pasar diperkirakan akan tetap bermain dalam pola trading dan melakukan pembelian selektif memanfaatkan sejumlah isu individual emiten. Saham-saham sektor industri dasar seperti semen, infrastruktur, konsumsi, telekomunikasi dan perbankan disarankan diakumulasi apabila terjadi tekanan jual.
IHSG akan bergerak dalam rentang sekitar 50-80 poin dengan level support di 3800-3820 dan resisten di 3910-3925.
Perhatikan :
PGAS 2675-2925 Spec Buy
BMRI 6800-7200 Buy on Weakness
BBRI 6500-6900 Buy on Weakness
JSMR 4025-4175 Trading Buy
SMGR 9100-9700 Sell on Strength
EXCL 5100-5700 Sell on Strength
ITMG 40900-45000 Maintain Buy
TLKM 7500β7800 Maintain Buy
(ang/ang)











































