Pergerakan IHSG tersebut sejalan dengan tren yang terjadi di pasar saham Asia. Minimnya insentif positif dan masih bergejolaknya perkembangan pasar saham global membuat pelaku pasar cenderung bermain dalam pola trading.
Akibatnya penguatan terbatas karena pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung. Namun bila dilihat selama sepekan terakhir, IHSG berhasil mencatatkan penguatan 4%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini membuat indeks DJIA di Wall Street pada perdagangan sepekan terkoreksi 2,21%. Hari ini perdagangan diperkirakan masih akan berlangsung bervariasi.
Pelaku pasar diperkirakan masih akan lebih banyak mengambil sikap wait and see. Masih bergejolaknya pasar saham global membuat penguatan IHSG akan tertahan.
Investor diperkirakan lebih banyak berspekulasi beli di saham-saham lapis dua, memanfaatkan sejumlah isu individual emiten seperti rencana pembagian dividen interim.
Namun koreksi apabila terjadi bisa dimanfaatkan untuk mengakumulasi saham-saham yang bakal mencatatkan pertumbuhan laba yang kuat sepanjang tahun ini. Saham-saham unggulan di sektor otomotif, perbankan, barang konsumsi, tambang batubara masih bisa menjadi pilihan investor.
Sedangkan lapis duanya bisa ditujukan pada saham sektor CPO, properti dan aneka industri. IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang 30-50 poin dengan support ada di 3970 dan resisten di 4060.
Perhatikan :
TLKM 7450-7750 Buy on Weakness
HRUM 8400-9000 Buy on Weaknes
APLN 340-375 Buy on Weakness
MNCN 1090-1170 Buy on Weakness
SMCB 2000-2150 Buy on Weakness
UNTR 24725-25850 Sell on Strength
CTRP 485-510 Trading Buy
ICBP 5350-5600 Sell on Strength
BUMI 2750-2925 Maintain Buy
BMRI 6800β7550 Maintain Buy
(ang/ang)











































