Mega Capital: Waspadai Krisis Eropa, IHSG Cenderung Naik

Mega Capital: Waspadai Krisis Eropa, IHSG Cenderung Naik

Rumor Saham - detikFinance
Rabu, 14 Sep 2011 09:38 WIB
Jakarta - Sempat positif, IHSG akhirnya ditutup turun –0.55%. Meski sempat dibuka menguat sepanjang sesi I, IHSG akhirnya ditutup turun –0.55% ke level 3,874 dimana investor melakukan aksi profit taking pada pertengahan sesi II. Investor asing kemarin mencatatkan posisi net sell sebesar IDR 592 miliar. Sektor yang mengalami koreksi terbesar adalah sektor infrastruktur yang turun –0.63% serta sektor perdagangan –0.62%. Sementara itu, sektor perkebunan naik +0.32% dan sektor barang konsumsi +0.29%. Dari bursa regional, sebagian besar ditutup turun kecuali indeks Nikkei 225 yang naik +1% serta S&P/ASX 200 +0.9%. Indeks Taiwan anjlok –2.9% sementara Shanghai –1.1%.

Wall Street rebound. Pasar saham Amerika mengalami rebound pada perdagangan semalam, dimana indeks DJIA naik +0.40%, S&P 500 +0.91% dan Nasdaq +1.49%. Pemicu optimisme investor ini adalah berita perbankan Eropa saat ini belum mengalami kesulitan likuiditas. Manajemen BNP Paribas SA dan Societe Generale SA mengeluarkan pernyataan yang membantah pemberitaan the Wall Street Journal sehari sebelumnya, yang memuat berita sejumlah perbankan Eropa, khususnya Perancis, mengalami kesulitan likuiditas terutama dalam mendapatkan pinjaman jangka pendek dalam mata uang USD. Dari data ekonomi, investor malam ini menanti data Producer Price Index serta Retail Sales. PPI bulan Agustus diperkirakan turun –0.1% mom, sementara Retail Sales terkoreksi –0.5% mom.

Bank Indonesia akan turunkan BI Rate, IHSG cenderung menguat (Range : 3,850-3,920). IHSG kembali ditutup melemah berada di level 3,874, indeks juga sempat menguji support level di 3,850 namun hingga sesi Bursa berakhir IHSG belum mampu untuk melewati support level tersebut. Hari ini diperkirakan indeks akan bergerak pada kecenderungan menguat dan berpeluang untuk kembali menguji resistance level di 3,920, candle yang membentuk spinning top mendukung adanya potensi penguatan ini, sementara jika indeks kembali mengalami pelemahan kemungkinan dapat kembali menguji support level di 3,850. Stochastic berada di wilayah netral. Di lain pihak, Bank Indonesia menyatakan pihaknya telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia, sebagai antisipasi jika krisis Eropa menyebar ke Asia. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah menurunkan BI Rate. Bank Indonesia sendiri telah merevisi tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan menjadi 6.5% dari sebelumnya 6.7%.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads