Jakarta - IHSG turun dalam sebanyak -75.7 pts ke level 3,799 (-1.95%) pada perdagangan hari rabu (14 Spet) menyusul kekhawatiran investor terhadap krisis di Yunani terkait ancaman default di Yunani dan statement dari PM China yang meralat pernyataan sebelum nya yang mengatakan bahwa mereka akan menangani krisis Ekonomi dunia. Hal ini ditambah dengan melemah nya Rupiah terhadap US$, US$ menyentuh titik tertinggi nya di Rp 8,939/US$ sebelum akhir nya tutup di Rp 8,850/US$. Pelemahan rupiah yang cukup tinggi kemudian ditindak lanjuti oleh BI dengan mengintervensi untuk menahan penurunan rupiah lebih dalam. Penurunan Rupiah terhadap dollar lebih banyak disebabakan oleh faktor eksternal, dan bukan faktor internal. Sampai dengan kemarin, belum ada penjualan besar-besaran terhadap SUN yang dapat mengakibatkan keluar nya dana asing dari Indonesia dan menurunkan nilai rupiah. Sementara regioal kemarin bergerak mix, Hang Seng naik 0,08% ke 19.045, Nikkei turun 1,1% ke 8.518, dan indeks Shanghai 0,5% ke 2.484. Dari Eropa, kepastian mengenai kondisi Yunani berangsur-angsur membaik setelah pimpinan Jerman dan Perancis telah berbicara dengan Yunani untuk mereformasi semua sektor keuangan agar lebih ketat dan efektif. Yunani mengharapkan pembuat kebijakan untuk melaporkan Athena perlu menerima bantu dan memenuhi target agar terhindar dari gagal bayar. Dalam pembicaraan tersebut, mereka juga menegaskan bahwa Yunani masih akan tetap menjadi bagian dari Eropa. Dow Jones kemarin ditutup naik
+1.27%, FTSE +1.02%, dan DAX +3.36%.
Tercatat, foreign melakukan aksi net sell dalam jumlah yang sangat besar yaitu sebesar Rp1.7 triliun. 4 saham yang paling banyak dijual oleh asing antara lain BBRI, BMRI, ASII, BBCA, dan UNTR. Sementara asing tercatat masih melakukan net buy antara lain pada IMAS, BKSL, dan DOID.
Sejak turun di beberapa hari terakhir sebanyak -5.1%, IHSG diharapkan dapat rebound mengikuti bursa regional lain nya. Kuat nya fundamental emiten-emiten di Indonesia, disertai naiknya perkiraan pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang di keluarkan oleh Asian Development Bank dari 6.6% menjadi 6.8%, akan semakin meyakinkan investor untuk menginvestasikan dana mereka di Indonesia. Untuk hari ini IHSG mempunyai support di kisaran level 3,784.51 dan resistance di level 3,848.94, dengan daily reward untuk hari ini di level 64%. Untuk perdagangan hari ini saham-saham yang direkomendasi kan adalah saham-saham yang mempunyai market kapitalisasi besar yang selama ini menjadi penggerak IHSG seperti Astra, Banking, dan Consumer goods. Secara technical, stock pick untuk hari ini antara lain; BMRI (BoW), CMNP (Acc.Buy), Dan PTBA (BoW)
(ang/ang)