Indeks sektoral saham bergerak naik dengan penguatan yang diawali pada indeks perdagangan yang naik 2,46% ke level 534,74; indeks pertambangan naik 2,11% ke level 2.904,54; indeks industri dasar naik 2,06% ke level 391,50; indeks keuangan naik 2,05% ke level 500,89; indeks properti naik 1,90% ke level 228,63; indeks perkebunan naik 1,80% ke level 2.275,65; indeks manufaktur naik 1,51% ke level 943,78; indeks konsumer naik 1,41% ke level 1.281,56; dan indeks aneka industri naik 1,20% ke level 1.203,79. Sementara pelemahan pada indeks infrastruktur yang turun 0,20% ke level 714,72. Indeks MBX, ISSI, dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy
sebesar Rp 25,26 milyar dengan total pembelian asing Rp 1,34 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,31 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 44.550; Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 700 ke Rp 9.850; Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 700 ke Rp 8.600; Astra Internasional (ASII) naik Rp 600 ke level Rp 65.900; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 600 ke level Rp 11.850; Indomobil Sukses Internasional naik Rp 600 ke level 11.850; United Tractors (UNTR) naik Rp 600 ke level Rp 23.500; Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 500 ke level Rp 343.300; dan Bayan Resources (BYAN) naik Rp 400 ke level 22.100.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.772/US$ dari sebelumnya di Rp 8.759/US$ dipicu oleh sentimen positif kebijakan fasilitas likuiditas US$ untuk kebutuhan perbankan Eropa yang dikoordinasikan oleh ECB sebelumnya. ECB bersama dengan The Fed, BoE, BoJ, dan Swiss National Bank (SNB) akan menyediakan lelang 3 fasilitas likuiditas US$. Lelang tersebut dinilai pasar, bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan likuiditas hingga akhir 2011 sehingga mengurangi kekhawatiran akan kebutuhan dana perbankan Eropa. Terbatasnya penguatan Rupiah kemarin karena pasar juga menahan diri sambil menunggu hasil pertemuan The Economic and Financial Affairs Council (Ecofin).
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Thailand, Filipina, dan Vietnam yang dipicu langkah ECB dan pembuat kebijakan internasional untuk meminjamkan US$ untuk perbankan zona Euro dalam suatu skema fasilitas bantuan sehingga hal ini bisa meningkatkan keyakinan krisis utang Eropa bisa teratasi. Hal yang dilakukan lembaga internasional tersebut mencoba mengurangi kepanikan atas akses perbankan untuk pendanaan jangka pendek. Selain itu, juga menunjukkan komitmen mereka untuk menghindari terulangnya krisis 2008. Kondisi ini akan membantu pasar saham, komoditas, dan aset berisiko lainnya karena dinilai sudah oversold. Di sisi lain, Bank Sentral India kembali menaikkan suku bunganya untuk yang ke-12 kali dalam 18 bulan terakhir. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Trade Balance Singapura di level US$ 2,85 milyar dari sebelumnya US$ 5,54 milyar; dan kenaikan suku bunga India di level 8,25% dari sebelumnya 8%.
Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Perancis, Italia, dan Denmark yang dipicu tindakan ECB untuk meningkatkan likuiditas dan ekspektasi positif jelang pertemuan antara pejabat keuangan AS dan para MenKeu Eropa untuk membahas penggunaan dana bailout zona Euro. Kenaikan didukung saham-saham perbankan. Padahal sebelumnya terdapat berita negatif menyusul aksi Moody's yang menempatkan utang jangka panjang dan deposito UBS AG ke level Aa3, dengan potensi penurunan peringkat karena lemahnya manajemen dan kontrol risiko yang mengakibatkan bank tersebut kebobolan. Selain itu, berita diturunkannya peringkat Societe Generale. Meski sinyal positif mulai beredar namun, hal itu tidak mengubah isu solvabilitas Yunani. Pasar masih menantikan dukungan keuangan lebih lanjut untuk Yunani atau rencana default nya. Di sisi lain, Menkeu AS mendesak para Menkeu Uni Eropa menambah dana β¬ 440 miliar untuk dana talangan dan sumber dana sebagai cara mengatasi krisis. AS menyiapkan dana darurat untuk mendukung pinjaman mengatasi krisis global. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Current account Eropa di level US$ -12,9 milyar dari sebelumnya US$ -7,1 miyar; Trade balance Italia di level US$ 1,44 milyar dari sebelumnya US$ -1,75 milyar; dan Trade balance Eropa tetap di level US$ -2,5 milyar.
Bursa kawasan Amerika menguat yang dipicu optimisme pasar terhadap pertemuan para MenKeu Eropa dan petinggi keuangan AS di Polandia dimana membahas solusi
mengatasi krisis utang di Eropa. Tetapi, saham bergerak di kisaran sempit yang mencerminkan tekanan dengan kekhawatiran politik baik di Eropa maupun di AS dan tidak banyaknya peristiwa ekonomi. Meski lembaga keuangan global mengalami penguatan saham dengan komitmen bank sentral di Eropa untuk mendukung likuiditas US$ bagi bank Eropa namun, perbankan di AS melemah. Data ekonomi yang dirilis yaitu Michigan Consumer Sentiment Index di level 57,8 dari sebelumnya 55,7; dan Michigan Inflation Expectations di level 3,7% dari sebelumnya 3,5%.
Pada perdagangan Senin (19/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.745-3.790 dan resistance 3.865-3.895. IHSG hampir membentuk white marubozu dimana sebelumnya membentuk spinning tops yang memperlihatkan pergerakan yang mulai rebound. Posisi candle masih berada di sekitar lower bollinger bands. MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak mulai bergerak menjauhi area oversold . IHSG memiliki potensi mengalami penguatan meski terbatas. Harga-harga saham yang telah terdiskon besar diharapkan kembali di buru investor sehingga mendukung penguatan.
(qom/qom)











































