Bursa global pada perdagangan akhir pekan kembali berhasil ditutup menguat terbatas yang dipicu oleh kerjasama para pemimpin negara Eropa dalam mengurangi dampak krisis utang, salah satu solusinya, dengan mempermudah akses pinjaman dalam US$. Alhasil, bursa Wall Street selama 5 hari berturut-turut membukukan kenaikan rata-rata sebesar 4%-6% mengabaikan jeleknya data ekonomi AS (data pekerjaan, manufaktir dan indeks keyakinan konsumen). Indeks Dow Jones secara weekly naik 4,7%; S&P 500 +5,4% WoW dan Nasdaq +6,3% WoW. Sementara itu, indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 juga ditutup naik masing-masing sebesar 0,2% dan 0,6% yang didorong oleh penguatan saham perbankan. Namun demikian, penguatannya bersifat terbatas seiring munculnya kabar bahwa Jerman tengah menghadapi protes perbankan negerinya atas kebijakan pelaksanaan mekanisme stabilisasi Eropa.
Bursaregional pagi ini terpantau dibuka melemah tipis dimana indeks KLSE -0,2%; STI β0,4% dan KOSPI -0,1% yang disebabkan oleh sikap hati-hati investor atas resiko gagal bayar Yunani. Untuk IHSG awal pekan ini, kami perkirakan bergerak fluktuatif cenderung melanjutkan penguatannya di akhiur pekan, namun terbatas, dengan kisaran trading di 3.771-3.956. Saham top pick kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, PTBA, ANTM, SMGR, INTP, BBRI, BBTN dan BMRI.
(ang/ang)











































