Lautandhana Securindo: Outlook Ekonomi Global Suram

Lautandhana Securindo: Outlook Ekonomi Global Suram

Lautandhana Securindo - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2011 08:56 WIB
Jakarta - IHSG kemarin kembali mengalami pelemahan sebesar1,46% di level 3.697,49 melawan arus positif pergerakan bursa regional yang didorong oleh ketahanan ekonomi China terhadap dampak krisis utang Eropa. Koreksi lanjutan IHSG ini lebih disebabkan oleh aksi jual saham-saham unggulan sektor consumer dan manufaktur. Sementara itu, asing kembali catatkan transaksi net sell sebesar Rp 586 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya CNTX naik Rp 700, LPIN naik Rp 200, AMRT naik Rp 100 dan SCMA naik Rp 100; sedangkan saham-saham top losers antara lain MBAI turun Rp 6.000, TOTO turun Rp 2.000, GGRM turun Rp 1.400 dan ASII turun Rp 1.350.

Penyataan The Fed yang mengindikasikan sinyal pelemahan pada outlook ekonomi AS seiring dengan indicator data pengangguran yang terus meningkat membuat bursa global bergejolak dan akhirnya ditutup melemah signifikan rata-rata sebesar 2%. Stimulus The Fed berupa buyback surat utang jangka panjang senilai US$ 400 miliar dan rencana penerbitan surat utang jangka pendek justru direspon negatif oleh investor karena hanya memberikan minimal dampak positif ditengah stagnasinya perkeonomian AS. Saham-saham sektor perbankan dan keuangan AS kembali mengalami tekanan jual signifikan seiring dengan dipangkasnya rating Bank of America (-7,5%), Wells Fargo & Co (-3,9%) dan Citigroup (-5,2%) oleh Moody’s. Sementara itu, perbankan Eropa juga masih mengalami tekanan jual dimana BNP Paribas -1,9%; Sociate Generale -1,3% dan Credit Agricole -2,4%.

Suramnya outlook ekonomi global membuat bursa regional pagi ini dibuka melemah dimana indeks KLSE -0,9%; Nikkei -1,8%; STI -1,5% dan KOSPI -2,6%. IHSG kami perkirakan masih bergerak fluktuatif dengan potensi kembali melemah di hari ini mengekor bursa regional dan global. Kisaran trading IHSG berada di level 3.607-3.777. Saham-saham dengan fundamental baik merupakan stock pick kami, antara lain: ADRO, PTBA, ASII, UNTR, SMGR, INTP, JSMR dan BMRI.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads