Jakarta - Kemarin, indeks BEI ditutup melemah signifikan -328.351 poin pada level 3669.143. Aksi panic selling dipicu oleh faktor negatif meningkatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan ekonomi US mengalami resesi seperti pada tahun 2008 dan data ekonomi index manufaktur China turun ke level 49.4 yang menunjukkan aktifitas ekonomi China mengalami kontraksi. Meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi US seiring dengan kebijakan The Fed untuk membeli treasury jangka panjang senilai US$ 400 miliar dan pernyataan The Fed bahwamasih ada resiko terjadinya perlambatan ekonomi US secara signifikan. Sementara itu, turunnya data indeks manufaktur China diperkirakan dapat memberikan pengaruh negatif terhadap ekspor komoditas (raw material) ke China.
Sentimen negatif dari faktor global diperkirakan masih berlanjut pada perdagangan hari ini. Hal tersebut terefleksi pada pergerakan indeks kawasan regional pagi ini cenderung melemah. Faktor harga minyak mentah dunia juga turun ke level US$81-an perbarel.
Aspek teknikal, posisi penutupan indeks kemarin berada disekitar lower line bollinger band 3300 (support1) dan support gan fan 3262 (support 2), indikator bollinger band cenderung melebar dan indikator williams menunjukkan indeks sudah berada di areal offer sold (jenuh jual), sehingga indeks diperkirakan berpotensi mengalami teknikal rebound dalam jangka pendek.
(ang/ang)