IPO-PT Atlas Resources
PT Atlas Resources (AR) berencana IPO dengan menjual 783.3 juta lembar saham baru (25% saham) dengan nilai nominal Rp 200 per lembar saham. Tidak disebutkan kisaran harga IPO dalam prospektus IPO. PT Indo Premier Securities dan PT UBS Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi. Masa penawaran umum direncanakan pada 21-25 Oktober dimana perusahaan diperkirakan mendapat pernyataan efektif pada 20 Oktober 2011. AR merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan dan perdagangan batubara, memiliki 12 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di daerah Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BUMI-Perkiraan penjualan
PT Bumi Resource (BUMI) memprediksi penjualan pada 3Q 2011 dapat mencapai US$ 1.5 Miliar dengan volume sebesar 16.5 juta ton dan ASP US$ 92 / ton. Pada periode yang sama tahun lalu, BUMI mencatat penjualan batubara sebanyak 13 juta ton dengan ASP US$ 77 / ton. BUMI menargetkan produksi pada tahun ini dapat mencapai 66 juta ton atau naik 10% dibanding produksi tahun lalu.
CPIN- Rencana investasi
Manajemen PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) menyiapkan dana investasi senilai total Rp 2.5 Triliun untuk keperluan modal kerja dan ekspansi bisnis hingga tahun 2013. Sebagian besar dana tersebut berasal dari pinjaman sindikasi bank yang dipimpin oleh Citibank senilai US$ 250 Juta. Pinjaman
tersebut terdiri dari fasilitas US$ 100 Juta dengan jangka waktu 5 tahun dan
US$ 150 Juta yang memiliki jangka waktu 3 dan 2 tahun dan memiliki opsi perpanjangan.
PTPP-Rencana belanja modal 2012
PT PP (PTPP) berencana meningkatkan belanja investasi (capex) menjadi Rp 438 Miliar pada tahun 2012 atau 20% lebih tinggi dari tahun ini Rp 365 Miliar. Pendanaan capex tersebut diambil dari kas internal perseroan. Capex tersebut
sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan kota baru di Mojokerto, Jawa Timur bekerjasama dengan PT Jasa Marga (JSMR) dimana kepemilikan PTPP
pada proyek itu sebesar 20%.
WIKA-Proyek pembangkit listrik
PT Wijaya Karya (WIKA) menganggarkan Rp 1 Triliun untuk membangun 3 proyek pembangkit listrik yaitu PLTD Borang berkapasitas 60MW, PLTD Ambon
25MW, dan PLTG Renggat 20MW. Sumber pendanaan akan diambil dari kas
internal senilai Rp 275 Miliar dan sisanya dari pinjaman bank.
(qom/qom)











































