Indosurya: Laju IHSG Terhambat Pelemahan Global

Indosurya: Laju IHSG Terhambat Pelemahan Global

- detikFinance
Kamis, 29 Sep 2011 07:59 WIB
Jakarta - IHSG menguat 39,23 poin (1,13%) di level 3.513,17. Total volume perdagangan BEI mencapai 5,08 triliun unit saham dengan nilai total Rp 5,24 triliun. Sebanyak 106 saham naik, 136 saham turun, dan 72 saham stagnan. LQ-45 naik 1,62% ke level 614,53 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,70% ke level 482,54.

Indeks sektoral saham bergerak naik dengan penguatan yang diawali pada indeks aneka industri yang naik 2,46% ke level 1.122,34; indeks infrastruktur naik 1,66% ke level 693,09; indeks keuangan naik 1,57% ke level 463,39; indeks manufaktur naik 1,15% ke level 866,63; indeks perdagangan naik 1,10% ke level 489,81; indeks industri dasar naik 1,02% ke level 358,80; indeks pertambangan naik 0,74% ke level 2.508,53; dan indeks konsumer naik 0,18% ke level 1.163,72. Sementara pelemahan dialami indeks perkebunan yang turun 1,08% ke level 1.998,25 dan indeks properti turun 0,28% ke level 202,20. Indeks MBX dan ISSI menguat namun, DBX melemah. IHSG
mengalami net foreign buy sebesar Rp 252,29 milyar dengan total pembelian asing Rp 1,7 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,45 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 1.650 ke Rp 62.200; United Tractors (UNTR) naik Rp 850 ke Rp 21.950; Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 650 ke Rp 16.100; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 600 ke level Rp 40.500; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 500 ke level Rp 13.350; Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 350 ke level Rp 11.850; Indomobil Sukses Makmur (IMAS) naik Rp 300 ke level 10.200; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 ke level Rp 8.350; dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 ke level Rp 6.200.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG masih melanjutkan penguatannya meski naik terbatas akibat adanya aksi profit taking investor setelah mengalami kenaikan signifikan sebelumnya. Pergerakan bursa saham regional yang bergerak mix, terutama pelemahan pada bursa saham China, Hong Kong, serta beberapa bursa saham regional lainnya menahan laju IHSG. Belum lagi aksi jual yang melanda saham-saham perkebunan dan properti turut memberatkan laju IHSG. Namun demikian, IHSG masih mantap di area hijau. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.531,89 (level tertingginya) menjelang akhir sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.452,98 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.513,17. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.975/US$ dari sebelumnya di Rp 8.915/US$ dipicu rencana BI yang mengisyaratkan akan menurunkan BI rate sebagai antisipasi krisis utang di Eropa yang memicu pelemahan Rupiah dan meningkatnya volatilitas harga saham. BI telah mempertahankan BI rate 6,75% selama 7 bulan berturut-turut namun, secara tak terduga telah menurunkan tingkat bunga antar bank overnight ke level 50 bps dibawah BI rate. Rupiah sempat menguat seiring munculnya harapan akan segera meredanya krisis utang Zona Euro. Terlebih, setelah Parlemen Yunani menyetujui pemberlakuan pajak properti baru dengan tujuan untuk mencapai target defisitnya. Rupiah juga sempat naik karena adanya harapan, Eropa akan menambah kapasitas dana EFSF dari €440 miliar menjadi €2 triliun. Namun, akhirnya penguatan Rupiah tertahan karena masih adanya kekhawatiran pasar bahwa krisis utang Uni Eropa belum sepenuhnya mereda karena pasar masih menanti voting Parlemen Jerman, Austria, dan Finlandia yang mengagendakan voting bailout.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dengan pelemahan pada bursa saham Hong Kong, China, KorSel, dan India. Pergerakan ini dipicu pernyataan pejabat China yang mengatakan pertumbuhan ekspornya kemungkinan akan melambat dalam sisa bulan di 2011 meski tidak sampai melemahkan renminbi. Pertumbuhan margin akan berkurang. Diketahui bahwa perusahaan China telah mencatatkan investasi asing langsung 2X lipat di Eropa tahun lalu sebesar $ 6,8 miliar tetapi untuk rekening masih 10% dari total outbound FDI China. Yunani membuat kemajuan dalam pertemuan mengagendakan permintaan tambahan bantuan internasional dan janji dukungan dari Jerman. Perdana Menteri Yunani George Papandreou mendapat dukungan parlemen untuk pajak properti dalam memenuhi target pengurangan defisit demi menghindari default. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu New Home Sales (MoM) Aussie di level 1,1% dari sebelumnya -8% dan Industrial Production (YoY) Thailand di level 7% dari sebelumnya -1,1%.

Bursa saham Eropa ditutup melemah kecuali Portugal, Iceland, dan Yunani yang dipicu rilis laporan yang menunjukkan beberapa anggota Uni Eropa menginginkan kreditor swasta mengambil kerugian lebih besar pada kepemilikan obligasi di Yunani. Hal ini mengikuti persetujuan kontroversial dari kebijakan pajak properti seperti yang dibicarakan pada pertemuan PM Jerman dengan PM Yunani. Pada pertemuan itu, Merkel menyatakan bahwa pemberi pinjaman internasional Yunani akan merujuk pada kesepakatan 21 Juli termasuk swap utang bagi pemegang obligasi dan setiap perubahan akan diputuskan oleh IMF, Uni Eropa dan ECB. Pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen Jerman memberikan pinjaman international ke Yunani, sesuai dengan kesepakatan 21 Juli lalu termasuk swap utang bagi pemegang obligasi. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Import Price Index (MoM) Jerman di level -0,7% dari sebelumnya 0,8%; Business Confidence Italia di level 94,5 dari sebelumnya 98,6; dan CPI (MoM) Jerman di level 0,1% dari sebelumnya 0.

Bursa kawasan Amerika melemah yang dipicu terpecahnya upaya dari petinggi Uni Eropa dalam menyelesaikan krisis utangnya sehingga memunculkan spekulasi akan gagalnya upaya pemulihan zona Euro. Penurunan juga dipicu pelemahan pada harga kontrak komoditas sehingga menurunkan saham-saham yang berhubungan dengan komoditas. Data ekonomi yang dirilis yaitu MBA Mortgage Applications di level 9,3% dari sebelumnya 0,6% dan Durable Goods Orders (MoM) di level -0,1% dari sebelumnya 0,7%.

Pada perdagangan Kamis (29/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.420-3.466 dan resistance 3.545-3.578. IHSG membentuk spinning tops . Posisi candle masih di sekitar lower bollinger bands. MACD mencoba reversal dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali tertahan reversal dari area oversold . Seperti yang kami perkirakan kemarin dimana setelah penguatan signifikan, laju IHSG akan terbatas dan akan digunakan kesempatan bagi spekulan untuk profit taking dan itulah yang terjadi. Meski IHSG berpotensi untuk naik namun, melihat penutupan bursa saham AS dan Eropa yang melemah kemungkinan akan menahan laju IHSG.



(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads