Indosurya: Laju IHSG Terbatas, Cenderung Fluktuatif

Indosurya: Laju IHSG Terbatas, Cenderung Fluktuatif

- detikFinance
Jumat, 30 Sep 2011 08:01 WIB
Jakarta - IHSG menguat 24 poin (0,68%) di level 3.537,18. Total volume perdagangan BEI mencapai 5,54 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,7 triliun. Sebanyak 113 saham naik, 103 saham turun, dan 87 saham stagnan. LQ-45 naik 1,02% ke level 620,81 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,34% ke level 489,03.

Indeks sektoral saham bergerak naik dengan penguatan yang diawali pada indeks aneka industri yang naik 2,67% ke level 1.152,35; indeks industri dasar naik 1,52% ke level 364,25; indeks manufaktur naik 1,38% ke level 878,60; indeks keuangan naik 1,10% ke level 468,48; indeks perkebunan naik 0,89% ke level 2.015,93; indeks infrastruktur naik 0,41% ke level 695,92; indeks properti naik 0,26% ke level 202,74; dan indeks konsumer naik 0,23% ke level 1.166,39. Sementara pelemahan dialami indeks pertambangan yang turun 0,93% ke level 2.485,31 dan indeks perdagangan turun 0,02% ke level 489,71. Indeks MBX dan ISSI menguat namun, DBX melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 209,50 milyar dengan total pembelian asing Rp 1,25 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,46 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 1.850 ke Rp 64.050; Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 650 ke Rp 12.500; Indocement Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 550 ke Rp 10.700; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 500 ke 10.700; Central Omega Resources (DKFT) naik Rp 325 ke level Rp 2.450; Plaza Indonesia Realty (PLIN) naik Rp 290 ke level Rp 1.590; Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 ke level Rp 6.450; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 ke level 8.550; dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke level Rp 16.300.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG kembali melanjutkan penguatannya meski naik terbatas akibat adanya aksi profit taking investor. Kenaikan IHSG seiring dengan penguatan bursa saham regional yang merespon kabar positif dari Eropa bahwa mayoritas petinggi Uni Eropa dalam suatu voting menyetujui untuk menambah dana European Financial Stability Facility (EFSF), terutama parlemen Jerman yang sebelumnya sempat menolak untuk ikut menambah dana tersebut. Akan tetapi, aksi jual yang dilakukan investor asing menghambat laju IHSG yang seharusnya bisa lebih menguat lagi. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.549,184 (level tertingginya) menjelang akhir sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.466,63 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.537,18. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.925/US$ dari sebelumnya di Rp 8.975/US$ dipicu ekspektasi positif investor terhadap voting Uni Eropa untuk menambah dana EFSF. Laju penguatan US$ sedikit tertekan di tengah ketidakpastian krisis utang Eropa karena para investor yang masih menunggu respon voting Eropa untuk ekspansi dana penyelamatan kawasan Euro. Pasar memperkirakan Yunani akan mendapatkan dana bailout berikutnya. Adanya ekspektasi tersebut juga membawa bursa saham global menguat dan terjadi profit taking terhadap US$. Di sisi lain, Jerman masih memberikan sinyal bahwa bailout Yunani akan dibutuhkan negosiasi ulang terhadap langkah penghematan yang telah dilakukan Yunani dimana negosiasi ini berdasarkan hasil penilaian delegasi Uni Eropa dan IMF, atau disebut Troika. Investor pun optimis, bahwa Yunani pada akhirnya akan mendapat bailout senilai €8 miliar sebelum 10 Oktober 2011.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali bursa saham China, Aussie, dan Thailand. Sementara bursa saham Hong Kong ditutup menyusul terjadinya angin kencang dan hujan deras akibat topan Nesat. Pergerakan ini dipicu spekulasi anggota parlemen Jerman akan memilih melanjutkan untuk menambah dana talangan untuk krisis utang Eropa. Sebelumnya saham-saham Asia telah anjlok di tengah kekhawatiran ekonomi global akan menghadapi resesi lain seiring memburuknya krisis utang Eropa dan perlambatan pertumbuhan ekonomi AS namun, tampaknya investor berharap bahwa masalah utang kawasan, meskipun ada sedikit hambatan, akhirnya akan diselesaikan. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Retail Sales (YoY) Jepang di level - 2,6% dari sebelumnya 0,6% dan Industrial Production (YoY) Filipina di level 6,8% dari sebelumnya 1,2% serta pidato dari Gubernur BoJ.

Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Inggris dan Yunani yang dipicu ekspektasi investor terhadap hasil voting parlemen di Uni Eropa untuk menambah dana EFSF. Terutama Jerman yang pada akhirnya parlemennya menyetujui untuk menambah dana EFSF. Parlemen Jerman menyetujui EFSF untuk membeli obligasi dari negara-negara Eropa yang bermasalah dan menawarkan pinjaman darurat kepada Pemerintah yang membuat Jerman menjamin senilai € 211 milyar dari sebelumnya € 123 milyar. Di sisi lain, data-data ekonomi kawasan Eropa, terutama Jerman yang dirilis cukup menggairahkan pasar. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Retail Sales (YoY) Spanyol di level -4% dari sebelumnya -6%; Unemployment rate Jerman di level 6,9% dari sebelumnya 7%; dan Mortgage Approval Inggris di level 52.000 dari sebelumnya 50.000.

Bursa kawasan Amerika menguat kecuali indeks Nasdaq dan bursa saham Chile yang dipicu imbas positif dari Eropa setelah dukungan Jerman atas dana penyelamatan di kawasan Uni Eropa. Nasdaq alami pelemahan setelah turunnya saham Apple Inc. Parlemen Jerman menyetujui reformasi EFSF. Sebanyak 523 suara anggota parlemen mendukung terhadap arah reformasi dengan 85 menolak dan 3 abstain. Data ekonomi yang dirilis yaitu Initial Jobless Claims di level 391.000 dari sebelumnya 428.000; GDP (QoQ) di level 1,3% dari sebelumnya 1%; Consumer Confidence di level -53 dari sebelumnya -52,1; dan Pending Home Sales (MoM) di level -1,2% dari sebelumnya -1,3%.

Pada perdagangan Jumat (30/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.435-3.486 dan resistance 3.568-3.600. IHSG membentuk hammer . Posisi candle masih berdekatan dengan lower bollinger bands . MACD masih mencoba reversal dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba reversal dari area oversold meski agak sedikit tertahan. IHSG telah mengalami penguatan selama 3 hari berturut. Bursa saham AS dan Eropa pun masih berada di zona positif. Tetapi, kondisi ini kadang dimanfaatkan bagi spekulan untuk profit taking . Laju IHSG masih akan terbatas dan cenderung fluktuatif. Meski IHSG berpotensi untuk naik namun, jika dimanfaatkan spekulan untuk profit taking maka akan kembali menahan laju IHSG, apalagi di akhir pekan.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads