Indeks sektoral saham bergerak turun dengan pelemahan yang diawali pada indeks perkebunan yang turun 8,57% ke level 1.869,54; indeks aneka industri turun 7,02% ke level 1.063,15; indeks keuangan turun 6,79% ke level 434,92; indeks industri dasar turun 6,52% ke level 338,87; indeks properti turun 6,39% ke level 192,70; indeks pertambangan turun 5,99% ke level 2.338,21; indeks manufaktur turun 5,07% ke level 841,75; indeks perdagangan turun 4,76% ke level 469,69; indeks infrastruktur turun 4,04% ke level 666,34; dan indeks konsumer turun 2,59% ke level 1.173,03. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 531 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,26 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,79 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho Pharmaceutical Indonesia (SQBI) naik Rp 1.000 ke Rp 118.000; Sorini Agro Asia Corpindo (SOBI) naik Rp 150 ke Rp 2.300; Eterindo Wahanatama (ETWA) naik Rp 5 ke Rp 400; Verena Multi Finance (VRNA) naik Rp 5 ke 125; dan Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) naik Rp 1 ke level Rp 146. IHSG mengawali pekan ini dengan pelemahan. Pergerakannya mengikuti penurunan bursa saham regional yag sejak awal perdagangan berada di zona negatif. Saat ini pelaku pasar masih menunggu kepastian solusi penyelesaian krisis utang di Eropa. Pelemahan ini seiring beredar wacana pembahasan secara akademik mengenai kemungkinan Yunani dikeluarkan dari Uni Eropa. Investor juga khawatir terhadap hasil audit Yunani oleh IMF, Uni Eropa, dan ECB (Troika) dimana Yunani kemungkinan tidak mencapai target defisit sesuai kesepakatan. UBS memperkirakan penurunan saham Asia bisa mencapai 40% jika Yunani keluar dari UNi Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dibanding Juli 2011 yang sebesar US$1,37 miliar. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.548,12 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.329,87 (level terendahnya) menjelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.348,71. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.928/US$ dari sebelumnya di Rp 8.823/US$ dipicu aksi para investor yang kembali memburu aset safe haven terutama US Treasury dan emas dan menghindari aset-aset berisiko setelah Yunani dinyatakan default teratur. Hal ini dipicu oleh ketakutan terhadap tingginya risiko default Yunani seiring pernyataan otoritas Athena bahwa target defisit 2011 tidak akan tercapai sehingga Yunani membutuhkan dana tambahan lebih besar. Defisit Yunani 2011 diperkirakan mencapai 8,5% terhadap PDB atau jauh lebih tinggi dari target sebelumnya 7,6% untuk 2011 yang menjadi syarat bail out . Di sisi lain, Yunani juga di tekan untuk mengurangi defisit tersebut ke level 6,8% terhadap PDB di 2012 sehingga semakin memberatkan Yunani. Para pembuat kebijakan Uni Eropa berusaha untuk menunda adanya default kasar sehingga diupayakan menjadi default teratur (orderly default ) dimana kreditor Yunani dipaksa untuk mengambil diskon 50% atas investasi mereka.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah. Sementara bursa saham China dan KorSel libur. Pergerakan ini dipicu atas respon negatif pelaku pasar terhadap data ekonomi di Eropa dimana tidak berubahnya tingkat pengangguran dan data ekonomi AS dimana terjadi penurunan pada personal income serta personal spending . Investor juga bersikap skeptis menjelang pertemuan para MenKeu Eropa untuk menimbang ancaman default Yunani. Investor kemungkinan akan menghadapi lebih banyak risiko, terutama di pasar yang tidak cukup terkoreksi. Di Asia sendiri, data-data ekonomi yang dirilis menunjukkan adanya perlambatan ekonomi. Indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi di Jepang dan China melambat. Saham keuangan dan properti jatuh atas kekhawatiran bahwa likuiditas perbankan menyusut. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu AIG Manufacturing Index Aussie di level 42,3 dari sebelumnya 43,3; Tankan Large Manufactures Index Jepang di level 2 dari sebelumnya -9; Tankan non Manufactures Index Jepang di level 1 dari sebelumnya -5; Trade Balance Indonesia di level US$ 3,8 milyar dari sebelumnya US$ 1,2 milyar.
Bursa saham Eropa ditutup melemah kecuali Irlandia yang dipicu adanya kabar Yunani gagal memenuhi target defisit tahun ini dan berikutnya sehingga meningkatkan kekhawatiran investor dan menekan bursa saham Eropa pada perdagangan awal pekan ini. Yunani kemungkinan akan mencari dana segar dari kreditur lain. Nilai mata uang Euro pun melemah dipicu rencana penghematan yang dilakukan Yunani tidak sesuai target awal. Padahal ini sebagai persyaratan pencairan dana bantuan dari IMF, ECB, dan Uni Eropa atau yang disebut Troika. Di sisi lain, Yunani dan pengawas Uni Eropa dan IMF telah menyelesaikan negosiasi terkait rencana bailout lanjutan. Deputi MenKeu Yunani Pantelis Oikonomou memberikan opini bahwa Yunani berhasil untuk meyakinkan pemberi pinjaman bahwa defisit fiskal yang tidak sesuai kesepakatan terjadi akibat resesi yang lebih dalam. Troika akan melakukan 2 pertemuan di General Accounting Office negara itu untuk melakukan pemeriksaan terhadap beberapa aspek ekonomi. Pemeriksaan tidak hanya fokus pada angka anggaran 2011, tetapi juga pada rencana anggaran untuk 2012-2014 dan komitmen untuk meningkatkan dana privatisasi 2015 sebesar β¬50 miliar euro. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Manufacturing PMI Perancis di level 48,2 dari sebelumnya 47,3; Manufacturing PMI Jerman di
level 50,3 dari sebelumnya 50; Manufacturing PMI Inggris di level 51,1 dari sebelumnya 49,4; Manufacturing PMI Eropa di level 48,5 dari sebelumnya 48,4.
Bursa kawasan Amerika melemah yang dipicu penurunan tajam saham-saham keuangan seiring meningkatnya kecemasan investor terhadap krisis utang Yunani. Padahal di awal perdagangan sempat menguat merespon data kenaikan manufaktur. Pesimisme pelaku pasar mengenai pasar saham dunia kian naik akibat resesi. Tetapi di AS, terdapat data ISM positif yang menunjukkan ekonomi AS memang melambat namun, tidak akan jatuh ke jurang resesi. Pasar juga menantikan pertemuan pimpinan Eropa di Luxemburg hari ini yang akan membahas mengenai jalan keluar bagi perbankan dari krisis utang serta meningkatkan dana bailout Eropa setelah Yunani gagal mencapai target defisit anggaran untuk 2012. Data ekonomi yang dirilis yaitu ISM Manufacturing Index AS di level 51,6 dari sebelumnya 50,6; COnstruction Spending (MoM) AS di level 1,4% dari sebelumnya -1,4%; dan ISM Manufacturing Prices di level 56 dari sebelumnya 55,5.
Pada perdagangan Selasa (4/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.200-3.285 dan resistance 3.488-3.552. IHSG kembali mendekati lower bollinger bands . MACD gagal membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal reversal dari area oversold dan kembali bergerak turun . Pelemahan yang menimpa IHSG lebih disebabkan sentimen dari global. Padahal dari dalam negeri dirilis laporan yang positif. Kembali melemahnya bursa saham AS dan Eropa diperkirakan akan menekan laju pergerakan bursa saham Asia yang juga akan mempengaruhi pergerakan IHSG.
(qom/qom)











































