First Asia Capital: Investor Retail Jangan Panik

First Asia Capital: Investor Retail Jangan Panik

First Asia Capital - detikFinance
Selasa, 04 Okt 2011 09:48 WIB
First Asia Capital: Investor Retail Jangan Panik
Jakarta - Arus keluar dana asing di pasar saham kembali meningkat hingga mencapai hampir Rp.532 triliun dalam bentuk penjualan bersih asing. Ini menyebabkan tekanan pada IHSG hingga ditutup drop 5,6% di posisi 3348,708. Kinerja IHSG kemarin merupakan yang terburuk di Asia. Pelaku pasar, terutama investor asing, masih diliputi sentimen negatif terkait belum ada kepastian terhadap langkah bailout utang Yunani oleh tiga lembaga keuangan dunia yakni IMF, Bank Dunia, dan ECB menyusul gagalnya Yunani memenuhi target defisit anggaran tahun ini. Aksi lepas saham oleh asing juga terjadi di bursa Hongkong dan Thailand, dimana indeks Hangseng terkoreksi 4,4% dan SET Thailand juga terkoreksi 5,1%.

Namun investor ritel disarankan tidak perlu panik menyikapi aksi jual asing tersebut. Ini disebabkan keluarnya dana asing tersebut dinilai bersifat sementara, mengingat fenomena tersebut tidak mencerminkan gambaran fundamental ekonomi ataupun kinerja emiten di Indonesia. Perekonomian nasional sejauh ini masih bergerak positif, sesuai dengan ekspektasi pasar. Tingkat inflasi September yang diumumkan BPS relatif rendah sebesar 0,27% (m/m) dan 4,61% (y/y) dibandingkan Agustus yang mencapai 0,93% (m/m) dan 4,79% (y/y). Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan tetap memeprtahankan tingkat bunganya di 6,75%.

Sementara itu tadi malam sejumlah data ekonomi yang keluar, meskipun positif, tidak mampu membuat aksi beli di pasar Wall Street. Indeks factory ISM di AS (data manufaktur) naik menjadi 51,6 September lalu dibandingkan Agustus sebesar 50,6. Ini menunjukkan aktivitas industri manufaktur di AS mengalami pertumbuhan. Sedangkan di China indeks service industries September lalu meningkat mencapai 59,3 dari 57,6 bulan sebelumnya. Hal ini terutama didorong oleh meningkatnya pengeluaran ritel. Kedua data ekonomi dari dua negara besar tersebut mengindikasikan perekonomian masih bergerak positif. Hal ini sementara meredahkan kekhawatiran terjadinya krisis ekonomi global. Indeks DJIA di AS tadi malam terkoreksi 2,4% dan S&P500 turun 2,8%, lebih disebabkan faktor technical. Sementara hari ini perdagangan saham diperkirakan masih berfluktuatif dengan kecenderungan masih melanjutkan pelemahan, menyusul minimnya faktor positif di pasar. Namun sejumlah saham unggulan yang telah terkoreksi signifikan, berpotensi dilanda aksi beli balik oleh fund lokal mengantisipasi keluarnya laporan keuangan kuartal III tahun ini. Investor bisa memnafaatkan terjadinya koreksi untuk melakukan pembelian atas sejumlah saham unggulan. Secara technical, IHSG saat ini memiliki level support di 3218 dan resisten 3487.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG S1 3292 ; S2 3218 ; R1 3408 ; R2 3487

Pilihan saham:
Perbankan: BMRI : 5200-6200 Buy on Weakness
BBRI 5000-5950 Buy on Weakness
Pertambangan: BUMI: 1680-1870 Buy on Weakness
: ADRO: 1580-1670 Buy on Weakness
Barang Konsumsi : CPIN :2000-2400 Buy on Weakness
KLBF : 2950-3150 Buy
Perkebunan: SIMP: 1020-1150 Buy on Weakness
Properti: ASRI 345-375 Buy on Weakness
APLN 280-315 Buy on Weakness

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads