Data cadangan minyak di US yang turun sebanyak 4.7 juta barel berhasil mendongkrak kenaikan harga minyak dan komoditas lain nya. Tercatat Oil WTI (+5.3%), Tin (+2.63%), dan nickel (+2.04%). Kenaikan komoditas juga memberikan sinyal perbaikan ekonomi global. Meski demikian, membaik nya Data ekonomi di US juga memberikan efek positif ke market secara global. Dari Asia, Hang seng tercatat naik +5.67%, Nikkei +1.66%, dan KOSPI +2.63%. Bursa US dan Eropa naik tinggi semalam, Dow +1.68%, DAX +3.15%, dan FTSE +3.71%
Trading Ideas
Sepanjang minggu ini IHSG tercatat masih melemah sebesar -2.73% dari pembukaan hari senin. Saham-saham yang paling banyak dikoleksi oleh asing antara lain BBRI, GGRM, TLKM dan AKRA. Banking masih menjadi favorit sektor di IHSG. Sehat nya perbankan Indonesia, menjadi salah satu alasan banyak asing yang masuk ke sektor tersebut. BBRI menjadi salah satu top buy foreign seminggu terakhir. Eksposure yang rendah terhadap global crisis menjadi salah satu alasan nya. BBRI selama ini fokus ke pemberian kredit terhadap UMKM dimana, sampai dengan 1H11, Kredit mikro tumbuh 35.4% (y-o-y), jumlah deposito juga meningkat sebesar +17% (y-o-y). Yang akhir nya meningkatkan pertumbuhan laba mereka sepanjang 1H11 ini sebesar +57.1 (y-o-y) . Secara historical BBRI (dan juga BBCA) ketika market sedang resesi mereka berhasil menjadi saham-saham perbankan yang mengalami penurunan lebih rendah dibandingkan penurunan JCI atau saham-saham perbankan lain nya.Secara valuasi BBRI masih menjadi yang paling murah dibandingkan saham-saham perbankan lain nya P/E dan PBV tercatat adalah 12.1x dan 3.4x, masih dibawah BMRI (13.2x dan 2.6x) atau BBCA (19.9x dan 4.7x). IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung naik dengan perkiraan resistance terdekat di sekitar level 3,479 dan support di 3,423.97,dan daily risk saat ini sekitar level 42.27 %. Technical pick untuk hari ini: INTA (trading buy), SMGR (trading buy), dan SMRA (trading buy).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangun pabrik di Tonasa, SMGR akan cairkan pinjaman hingga Rp 2 triliun
ELTY bakal refinancing utang maksimal senilai Rp 500 miliar
Lonsum Incar Kenaikan Produksi CPO 15%
PLTU Jateng akan Habiskan 7 Juta Ton Batubara Setahun
Bakrie Sumatera Serius Kembangkan Bisnis Oleochemical
(ang/ang)











































