Indeks sektoral saham bergerak mix dengan penguatan yang diawali pada indeks keuangan yang naik 2,14% ke level 459,81; indeks aneka industri naik 1,39% ke level 1.143,65; indeks industri dasar naik 0,82% ke level 344,36; indeks properti naik 0,78% ke level 197,87; indeks manufaktur naik 0,53% ke level 873,90; dan indeks perdagangan naik 0,32% ke level 484,04. Sementara pelemahan pada indeks perkebunan yang turun 0,63% ke level 1.861,19; indeks konsumer turun 0,33% ke level 1.198,89; indeks pertambangan turun 0,09% ke level 2.367,18; dan indeks infrastruktur turun 0,03% ke level 869,30. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 5,13 miliar dengan total pembelian asing Rp 760,60 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 765,72 miliar.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 1.700 ke Rp 10.250; Astra International (ASII) naik Rp 900 ke Rp 64.150; Nipress (NIPS) naik Rp 750 ke Rp 3.850; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke 55.600; Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 500 ke level Rp 13.000; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 300 ke level Rp 10.500; Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 250 ke level Rp 6.050; Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 ke level Rp 6.250; dan Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 200 ke level Rp 9.200.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.955/US$ dari sebelumnya di Rp 8.968/US$ dipicu aksi Kanselir Jerman Merkel dan Presiden Perancis Sarkozy yang memiliki rencana khusus untuk utang Eropa. Hal ini membuat Euro terapresiasi sehingga US$ secara keseluruhan kembali melemah akibat profit taking setelah terapresiasi tajam sebelumnya. Keduanya menyatakan adanya rencana khusus untuk mengamankan sektor perbankan dan paket penyelamatan Eurozone. Akan tetapi, rincian detil dari rencana tersebut diperkirakan baru akan diberikan pada akhir Oktober 2011. Kemungkinan juga Eropa akan mengumumkan seberapa besar pemangkasan nilai obligasi yang harus diterima perbankan di Eropa. Sebelumnya, nilai haircut bagi pemilik obligasi Yunani sebesar 21% namun, karena kecemasan meningkat diperkirakan bank-bank di Eropa yang memiliki eksposur pada obligasi Yunani akan kena haircut 40- 60%. Sejauh ini, informasi haircut belum terlalu terbuka karena Merkel dan Sarkozy merencanakan adanya rekapitalisasi termasuk resolusi bagi penurunan nilai obligasi ke bank-bank di Eropa. Di sisi lain, terkait utang Yunani yang akan jatuh tempo pada 14/10/11, dirasa telah terdiskon di pasar dimana kemungkinan Yunani tidak default pada tanggal tersebut. Hari ini (11/10) diperkirakan delegasi Troika akan mengumumkan skema baru penyelesaian krisis utang Yunani tapi bukan bailout untuk utang jatuh tempo 14/10/11.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali China, New Zealand,Laos. Sementara bursa saham Jepang dan Taiwan libur. Pergerakan ini dipicu atas respon positif pelaku pasar terhadap langkah 2 pimpinan ekonomi terbesar Eropa berjanji mendukung perbankan di tengah krisis utang yang mengancam pertumbuhan global. Sementara penurunan bursa saham China dipicu atas spekulasi negara itu akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dan kondisi inipun bisa mempengaruhi sektor perumahan. Akhir pekan lalu, Kanselir Merkel dan Presiden Sarkozy mencoba meyakinkan investor bahwa mereka dapat mengatasi krisis utang dan pada konferensi pers bersama di Berlin, Sarkozy menetapkan batas waktu 3 November untuk Kelompok G20 untuk merespon pembahasan krisis utang di Yunani. Selain itu, Kanselir Merkel juga mengatakan para pemimpin Eropa akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk memastikan perbankan memiliki modal memadai. Ada optimisme pada pernyataan Sarkozy dan Merkel bahwa mereka memiliki rencana stabilitas euro pada akhir bulan. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu ANZ Job Advertisement Aussie di level -2,1% dari sebelumnya -0,7%.
Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Iceland, Luxemburg, Belgia, dan Swedia yang dipicu tercapainya kesepakatan pemimpin Prancis dan Jerman untuk mengurangi kekhawatiran terhadap krisis Eropa. Kanselir Merkel menegaskan para pemimpin Eropa akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan agar perbankan Eropa memiliki modal cukup. Ia bersama Presiden Sarkozy membujuk investor untuk mengurangi beban krisis yang mengguncang pasar global. Sebelumnya ditegaskan komitmen Jerman untuk merekapitalisasi perbankan. Sebelumnya keduanya bertemu untuk membicarakan upaya sumber daya keuangan zona euro yang akan digunakan untuk mengatasi krisis utang. Menurut laporan, Perancis ingin menarik dana pada EFSF untuk rekapitalisasi bank dan Jerman menginginkan dana itu digunakan sebagai upaya terakhir. Investor merasa lega setelah Dewan Dexia menyetujui rencana penyelamatan yang diajukan oleh pemerintah Perancis, Luksemburg dan Belgia. Penyelamatan Dexia, yang memiliki eksposur risiko kredit global sebesar $ 700 miliar (lebih dari 2x PDB Yunani) muncul karena pemimpin Perancis dan Jerman sepakat bahwa perbankan Eropa perlu direkapitalisasi. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Trade Balance Jerman di level US$ 13,8 miliar dari sebelumnya US$ 10,6 miliar; Industrial Production (MoM) Perancis di level 0,5% dari sebelumnya 1,8%; dan Industrial Production (MoM) Italia di level 4,3% dari sebelumnya -0,3%.
Bursa kawasan Amerika menguat.Sementara sebagain bursa Amerika Selatan ditutup libur. Pergerakan ini dipicu kesepakatan yang terjadi antara Jerman dan Perancis untuk mengatasi krisis utang dan menyelematkan perbankan Eropa melalui rekapitalisasi. Saham perbankan yang sebelumnya anjlok kembali menguat. Saham energi pun juga bergerak menguat. Kondisi ini tak lepas dari pernyataan Merkel dan Sarkozy yang sepakat untuk melakukan rekapitalisasi perbankan Eropa dan krisis di Yunani dan mengungkapkan rencana detailnya pada 3 November mendatang. Tidak ada data ekonomi yang dirilis semalam.
Pada perdagangan Selasa (11/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.399-3.425 dan resistance 3.465-3.478. IHSG masih di bawah middle bollinger bands. MACD mencoba mengkonfirmasi pembentukan golden cross dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih tertahan untuk menjauhi area oversold . Penguatan yang terjadikemarin belum sepenuhnya memperlihatkan buying power yang ada. Meski sentimen positif mulai beredar namun, investor masih ragu untuk mengakumulasi saham lebih banyak. IHSG masih memiliki ruang untuk kenaikan namun, tetap waspada akan adanya aksi profit taking.
(qom/qom)











































