First Asia Capital: Potensi Ambil Untung Mulai Muncul

First Asia Capital: Potensi Ambil Untung Mulai Muncul

First Asia Capital - detikFinance
Rabu, 12 Okt 2011 09:13 WIB
First Asia Capital: Potensi Ambil Untung Mulai Muncul
Jakarta - Membaiknya kondisi pasar saham global kembali memicu aksi beli pelaku pasar. Saham-saham unggulan di sektor perbankan, otomotif, pertambangan, dan barang konsumsi kembali diburu investor. Kemarin Bank Indonesia (BI), di luar dugaan, membuat kebijakan menurunkan tingkat bunga acuannya sebesar 50 basis poin menjadi 6,5%. Ini merupakan penurunan BI Rate pertama kalinya sejak Februari lalu. Keputusan BI ini mengindikasikan bank sentral akan mendorong tingkat konsumsi domestik dengan melonggarkan kebijakan likuiditasnya. Hal ini dilakukan sebagai respon atas memburuknya kondisi perekonomian global.

Namun penurunan ini menimbulkan spekulasi di pasar terkait dengan ekspektasi inflasi ke depan dan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dengan pelonggaran likuiditas tersebut, BI mesti menjamin tekanan inflasi tidak akan meningkat di masa mendatang dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat dicegah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar kemarin menguat tipis di Rp.8940 dari Rp.8955 per dolar AS sebelumnya.

IHSG kemarin sempat menguat hingga 112 poin, namun akhirnya ditutup menguat 80 poin di posisi 3531,753. Pada perdagangan kemarin, aksi beli investor asing kembali meningkat mencapai Rp.591 miliar. Hal ini memberikan stimulus tambahan bagi penguatan indeks komposit. Sementara itu perkembangan bursa global seperti di AS dan Eropa ditutup relatif flat. Indeks DJIA tadi malam terkoreksi tipis 0,15% dan S&P 500 menguat tipios 0,05%. Pasar AS masih menanti hasil keputusan parlemen Slovakia untuk meratifikasi peraturan Uni Eropa mengenai persetujuan paket bantuan Uni Eropa untuk mengatasi persoalan perbankan di kawasan tersebut. Namun, setelah pasar tutup, parlemen Slovakia menolak meratifikasi rancangan peraturan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat perkembangan pasar global yang masih menanti langkah lanjutan dari penanganan krisis utang zona Euro, hari ini perdagangan saham diperkirakan cenderung konsolidasi dengan potensi terjadinya koreksi akibat aksi ambil untung investor. Namun diperkirakan koreksi akan bersifat sementara. Pasar masih menanti rilis laporan keuangan emiten yang bisa menjadi katalis positif. Hari ini saham-saham lapis dua diperkirakan akan lebih mewarnai perdagangan. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang sempit sekitar 50 poin dengan resisten ada di 3579 dan support di 3467.

IHSG S1 3467 ; S2 3403 ; R1 3579 ; R2 3618

Pilihan saham :
BMRI 6200-6700 Buy on Weakness
UNSP 265-280 Trading Buy
INTP 12950-14150 Sell on Strength
ADRO 1670-1880 Sell on Strength
BUMI 1920-2175 Buy break 2050
KIJA 147-200 Buy on Weakness
LPCK 1650-1950 Sell on Strength
PTBA 14000 – 15750 Buy on Weakness

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads