Namun penurunan ini menimbulkan spekulasi di pasar terkait dengan ekspektasi inflasi ke depan dan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dengan pelonggaran likuiditas tersebut, BI mesti menjamin tekanan inflasi tidak akan meningkat di masa mendatang dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat dicegah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar kemarin menguat tipis di Rp.8940 dari Rp.8955 per dolar AS sebelumnya.
IHSG kemarin sempat menguat hingga 112 poin, namun akhirnya ditutup menguat 80 poin di posisi 3531,753. Pada perdagangan kemarin, aksi beli investor asing kembali meningkat mencapai Rp.591 miliar. Hal ini memberikan stimulus tambahan bagi penguatan indeks komposit. Sementara itu perkembangan bursa global seperti di AS dan Eropa ditutup relatif flat. Indeks DJIA tadi malam terkoreksi tipis 0,15% dan S&P 500 menguat tipios 0,05%. Pasar AS masih menanti hasil keputusan parlemen Slovakia untuk meratifikasi peraturan Uni Eropa mengenai persetujuan paket bantuan Uni Eropa untuk mengatasi persoalan perbankan di kawasan tersebut. Namun, setelah pasar tutup, parlemen Slovakia menolak meratifikasi rancangan peraturan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG S1 3467 ; S2 3403 ; R1 3579 ; R2 3618
Pilihan saham :
BMRI 6200-6700 Buy on Weakness
UNSP 265-280 Trading Buy
INTP 12950-14150 Sell on Strength
ADRO 1670-1880 Sell on Strength
BUMI 1920-2175 Buy break 2050
KIJA 147-200 Buy on Weakness
LPCK 1650-1950 Sell on Strength
PTBA 14000 β 15750 Buy on Weakness
(ang/ang)











































