Indosurya: Investor Makin Aktif, IHSG Menguat

Indosurya: Investor Makin Aktif, IHSG Menguat

- detikFinance
Kamis, 13 Okt 2011 07:56 WIB
Jakarta - IHSG menguat 104,17 poin (2,95%) di level 3.635,93. Total volume perdagangan BEI mencapai 8,56 triliun unit saham dengan nilai total Rp 5,73 triliun. Sebanyak 212 saham naik, 44 saham turun, dan 60 saham stagnan. LQ-45 naik 3,63% ke level 645,51 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,17% ke level 502,50.

Indeks sektoral saham bergerak naik dengan penguatan yang diawali pada indeks pertambangan yang naik 4,54% ke level 2.564,14; indeks industri dasar naik 4,22% ke level 371,23; indeks perkebunan naik 4,12% ke level 1.956,06; indeks konsumer naik 3,94% ke level 1.256,76; indeks properti naik 3,09% ke level 208,78; indeks keuangan naik 2,98% ke level 486,52; indeks manufaktur naik 2,85% ke level 917,61; indeks perdagangan naik 2,16% ke level 502,96; indeks infrastruktur naik 1,79% ke level 683,56; dan indeks aneka industri naik 0,56% ke level 1.180,31. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 580,9 miliar dengan
total pembelian asing Rp 1,95 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,37 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 5.000 ke Rp 61.000; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 2.400 ke Rp 42.000; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 1.100 ke Rp 14.700; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 1.100 ke Rp 18.100; Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 1.100 ke Rp 16.200; United Tractors (UNTR) naik Rp 1.050 ke 22.550; Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 900 ke level Rp 326.000; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 750 ke Rp 15.150; dan Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 550 ke level Rp 11.900.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG menepis pesimisme berbagai kalangan yang menilai akan terjadi pelemahan maupun profit taking . Meski di awal sesi sempat melemah namun, tidak belangsung lama dan terus menapak di zona hijau hingga akhir perdagangan. Pesisme tersebut melihat perkembangan di bursa saham AS yang ditutup mix jelang rilis kinerja emiten dan negatifnya bursa saham Eropa akibat sikap tidak setuju dari Slovakia terhadap revisi bailout . Tetapi, positifnya mayoritas bursa saham Asia dan pembukaan bursa saham Eropa membuat IHSG mantap di jalur hijau. Bahkan posisi IHSG kembali menyentuh level 3.600an, mendekati level terendah pada 22/9/11 saat penurunan tajam. Penguatan IHSG masih dipimpim oleh saham-saham berbasis komoditas yang memang secara teknikal masih berada di sekitar area oversold . Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.637,12 (level tertingginya) menjelang akhir sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.516,62 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.635,93. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.945/US$ dari sebelumnya di Rp 8.940/US$ yang dipicu ekspektasi negatif dari Uni Eropa karena penolakan revisi bailout oleh Slovakia. Selama perdagangan, Rupiah sempat menguat yang dipicu meningkatnya minat atas aset-aset berisiko seiring adanya komentar positif dari Presiden Komisi Eropa Barroso yang menyatakan akan memberikan detil rencana rekapitalisasi perbankan. Hal ini direspon positif karena pemaparannya lebih awal dari estimasi sebelumnya. Sebelumnya, ekspektasi pasar, rencana detil tersebut akan dibuka pada European Union (EU) Summit pada akhir Oktober 2011 atau pertemuan G20 pada awal November. Selain itu, sentimen positif lainnya, komentar positif dari Presiden Euro Group Juncker yang mengeluarkan 10 poin penting untuk mencegah penularan krisis utang Uni Eropa yang salah satunya ialah sanksi secara otomatis untuk negara tidak disiplin secara fiskal yang menyebabkan tidak tercapainya target defisit fiskal. Lalu, ada pemberian dividen bagi sektor swasta yang berkontribusi pada penyelematan krisis utang Uni Eropa yang nilainy tergantung pada kontribusinya terhadap penyelesaian krisis.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Jepang, Aussie, dan New Zealand yang dipicu atas reboundnya saham-saham China sehingga berimbas positif terhadap sebagian besar bursa saham Asia meskipun kenaikan ini dibayang-bayangi kekhawatiran ancaman prospek ekonomi global, krisis utang Eropa yang membebani kinerja perusahaan, dan pengetatan moneter dalam negeri. Pelemahan bursa saham Jepang dipicu berlanjutnya kekhawatiran atas perekonomian global yang bisa memangkas target pertumbuhan kinerja dari emiten, terutama yang memiliki eksposure ke Eropa; dan bencana banjir Thailand yang memaksa pabrikan produsen Jepang tutup sehingga menganggu pasokan dan menghentikan produksi. Bursa saham Australia turun seiring disahkannya pajak karbon sehingga dikhawatirkan bisa memangkas target laba emiten. Saham keuangan China menjadi penopang utama penguatan indeks. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Unemployment rate KorSel di level 3,2% dari sebelumnya 3,1%; Westpac consumer sentiment Aussie di level 0,4% dari sebelumnya 8,1%; Core Machinery Orders (MoM) Jepang di level 11% dari sebelumnya -8,2%; dan Machine Tool Orders (YoY) Jepang di level 20,3% dari sebelumnya 15,3%.

Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Iceland dan Slovakia yang dipicu optimisme pelaku pasar bahwa Slovakia sebagai negara terakhir yang akan memberikan keputusan ratifikasi bailout, akan menyetujui program tersebut pada voting parlemen selanjutnya. Sebelumnya Slovakia secara tegas menolak terhadap perpanjangan dana bailout Eropa. Akibatnya, di awal sesi bursa saham Eropa dibuka melemah akibat sikap penolakan parlemen Slovakia dan prediksi menurunnya kinerja perusahaan alumunium raksasa Alcoa. Kinerja Alcoa, diperkirakan akan membukukan kinerja lebih rendah dari proyeksi tahunan sehubungan dengan kondisi ekonomi global yang belum stabil. Selain itu, sikap parlemen Slovakia yang menolak rencana penambahan dana penyelamatan zona Eropa juga turut membebani pembukaan bursa Eropa. Parlemen Slovakia gagal menyetujui perubahan dana bailout Eropa pada pemungutan suara yang dilakukan Selasa (11/10). Tetapi, sikap Slovakia melunak dengan akan menyetujui ratifikasi dana bailout yang akan dilakukan hari ini atau besok. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Claimant Count Change Inggris di level 17.500 dari sebelumnya 19.100; Unemployment rate Inggris di level 8,1% dari sebelumnya 7,9%; dan Industrial Production (MoM) Eropa di level 1,2% dari sebelumnya 1,1%.

Bursa kawasan Amerika menguat. Sementara Venezuela dan Brazil libur. Penguatan ini dipicu kenaikan pada saham-saham keuangan dan industri seiring dengan langkah
pimpinan Eropa yang akhirnya merilis roadmap rencana penanggulangan krisis utang Eropa. Sentimen lainnya, The Fed menyatakan akan mendiskusikan lebih jauh rencana pembelian aset. Di tingkat parlemen pun, Obama sedang berjuang meloloskan rencana penambahan dana stimulus untuk penciptaan lapangan kerja. Data ekonomi yang dirilis diantaranya MBA Mortgage Applications di level 1,3% dari sebelumnya -4,3%; New Housing Price Index (MoM) Kanada tetap di level 0,1%; dan Industrial production (YoY) Meksiko di level 3,1%.

Pada perdagangan Kamis (13/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.476-3.555 dan resistance 3.676-3.717. IHSG hampir membentuk white marubozu dengan posisi sedikit middle bollinger bands. MACD masih melanjutkan kenaikannya setelah mengkonfirmasi pembentukan golden cross dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik dan mendekati area overbought. Penguatan ini memperlihatkan mulai banyaknya investor yang kembali aktif masuk ke bursa seiring dengan banyaknya sentimen positif yang beredar. Hal ini didukung oleh peningkatan volume perdagangan selama beberapa hari terakhir. Diharapkan sentimen positif ini tetap terjaga dan tidak terhambat oleh adanya aksi profit taking sesaat setelah terjadinya kenaikan .

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads