Phillip Securites: IHSG Dibayangi Profit Taking

Phillip Securites: IHSG Dibayangi Profit Taking

Phillip Securites Indonesia - detikFinance
Jumat, 14 Okt 2011 09:37 WIB
Jakarta - Phillip Securites Indonesia: IHSG Dibayangi Profit Taking

IHSG pada perdagangan hari Kamis (13/10) kemarin masih melanjutkan penguatan, yaitu sebesar 39.453 poin atau naik harian 1.09% dibandingkan penutupan Rabu (12/10) ke posisi 3,675.384. Indeks LQ45 juga menguat sebesar 1.01%. IHSG sepanjang jam perdagangan bergerak di kisaran 3,636.571-3,702.756. IHSG sudah menguat sejak pembukaan perdagangan, dan sama sekali tidak menyentuh zona merah hingga penutupan sesi II. Penguatan IHSG seiring dengan penguatan mayoritas bursa regional lainnya. Penguatan ini didorong oleh berkurangnya kekhawatiran akan krisis utang Eropa karena adanya topangan untuk menyelamatkan zona tersebut dari krisis utang. Indeks sempat menemus level resistance 3,700, namun tidak dapat dipertahankan akibat adanya aksi profit taking. Aksi beli investor asing yang kuat menopang indeks untuk tetap menguat. Mayoritas bursa regional menguat. Sebanyak 164 saham ditutup menguat, 68 saham melemah, dan sisanya tidak bergerak. Delapan dari sembilan indeks sektoral ditutup men guat dimana sektor aneka industri (+2.80%) dan pertambangan (+2.17%) merupakan dua sektor yang penguatannya terbesar. Sektor yang melemah hanya sektor barang konsumsi (-0.44%). Nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp 5.71 T. Investor asing membukukan beli bersih saham senilai Rp 943.9 M. Saham-saham yang memotori penguatan indeks kemarin adalah ASII, PTBA, GDYR dan BYAN. Sedangkan saham-saham yang menahan penguatan indeks adalah GGRM, ADMF, TPIA dan UNVR.

Indeks Dow Jones pada penutupan perdagangan Kamis (13/10) berada di posisi 11,478.13, melemah tipis sebesar 0.35%. Indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah, dipicu oleh penurunan laba bersih JP Morgan di kuarter ke tiga dan juga data ekonomi China yang kurang membahagiakan sehingga meningkatkan kekhawatiran akan dampak pelambatan pertumbuhan laba di kuarter ke tiga. Surplus perdagangan China menipis dua bulan berturut-turut di September dikarenakan ekspor dan impor lebih rendah dari yang diharapkan, mengindikasikan penurunan permintaan domestik dan global. Pembuat chip dalam S&P 500 naik 1.9% dan Yahoo! Inc. naik sekitar 3.8%, sumber yang mengetahui kabar tersebut mengatakan KKR & Co. dan Blackstone Group LP termasuk diantara perusahaan-perusahaan yang mempertimbangkan melakukan penawaran terhadap perusahaan tersebut. JPMorgan turun 4.8% setelah melaporkan penurunan laba sebanyak 33%, mengeluarkan $1.9 M keuntungan akuntansi, seiring investment banking dan trading inc ome turun. Penurunan JP Morgan ini memimpin penurunan terbesar dalalm Dow Jones.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk perdagangan hari ini kami prediksikan IHSG akan bergerak tipis dan rawan profit taking. Kemarin indeks masih menguat namun belum berhasil menembus level 3,700, yang merupakan salah satu indikator apakah penguatan indeks kemarin akan berlanjut atau hanya sementara. Di samping itu, ada tekanan dari melemahnya bursa Dow Jones dan bursa regional di pagi hari. Indeks akan menguji level 3,700. Level support dan resistance IHSG hari ini kami estimasi berada di kisaran 3,640-3,700.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads