Indeks sektoral saham bergerak mix dengan pelemahan pada indeks infrastruktur yang turun 1,52% ke level 674,30; indeks konsumer turun 1,24% ke level 1.235,64; indeks aneka industri turun 0,73% ke level 1.204,51; indeks manufaktur turun 0,45% ke level 923,55; indeks properti turun 0,14% ke level 210,62; dan indeks perdagangan turun 0,12% ke level 508,99. Sementara penguatan pada indeks industri dasar naik 1,22% ke level 381,03; indeks perkebunan naik 0,37% ke level 1.993,50; indeks pertambangan naik 0,15% ke level 2.623,87; dan indeks keuangan naik 0,12% ke level 491,36. Indeks MBX dan ISSI melemah namun, DBX menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 169,09 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,56 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,56 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Supreme Cable Manufacturing (SCCO) naik Rp 500 ke Rp 2.500; Indospring (INDS) naik Rp 350 ke Rp 3.725; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 350 ke Rp 8.950; Central Omega Resources (DKFT) naik Rp 300 ke Rp 2.825; Indo-Rama Synthetics (INDR) naik Rp 250 ke Rp 2.275; Gajah Tunggal (GJTL) naik Rp 200 ke 2.700; SMR Utama (SMRU) naik Rp 160 ke level Rp 910; Chandra Asri Petrochemical (TPIA) naik Rp 125 ke Rp 3.475; dan Rig Tenders Indonesia (RIGS) naik Rp 115 ke level Rp 610.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.893/US$ dari sebelumnya di Rp 8.910/US$ yang dipicu optimisme pasar menjelang rapat G20 di Paris pada Jumat (14/10) waktu setempat dan Sabtu (15/10). Pasar memiliki ekspektasi, para pembuat kebijakan di Eropa akan menyusun rencana utama untuk memperbaiki permasalahan utama di Eropa yaitu sovereign debt dan rekapitalisasi perbankan. Selain itu, G20 kemungkinan akan mengeluarkan kebijakan ekspansi kapasitas dana European Financial Stability Facility (EFSF) melampau β¬ 440 miliar. Rencana tersebut kemungkinan akan dikombinasi dengan rencana penerbitan surat utang bersama seperti yang pernah disampaikan oleh Soros dan 95 politisi lainnya. Dengan rencana penerbitan tersebut, kawasan Eropa akan berutang melalui surat obligasi yang diterbitkan bersama. Tak ketinggalan juga kebijakan pemangkasan nilai obligasi yang dimiliki perbankan Eropa. Sebelumnya pada 21 Juli hanya disepakati write down sebesar 21% yang dianggap terlalu kecil sehingga kurang mampu menopang Yunani. Para pemimpin Eropa mengusulkan pemangkasan antara 30-50%. Tapi, para pelaku pasar ingin 60%. Pada saat modal bank Eropa berkurang akibat pemangkasan, langsung mendapat dana rekap. Apresiasi Rupiah juga didukung oleh rilis inflasi China September 2011 sebesar 6,1% dari sebelumnya 6,2% sehingga bisa mengimbagi berita negatif dari downgrade Spanyol dan pemangkasan peringkat 4 bank di Eropa oleh Fitch Rating.
Bursa saham Asia Pasifik melemah kecuali KorSel, Pakistan, Thailand, dan India yang dipicu rilis berita terbaru dari Eropa setelah downgrade peringkat kredit jangka panjang Spanyol menjadi AA- dari AA oleh S&P dengan outlook negatif. Di sisi lain, Fitch Ratings juga memangkas peringkat kredit jangka panjang UBS AG, Lloyds Banking Group Plc, dan Royal Bank of Scotland Group Plc. sehingga membuat investor khawatir akan pelambatan pertumbuhan global. Investor berharap Eropa akan menemukan solusi untuk krisis utang di wilayah tersebut. Jika itu gagal, pasar bisa kembali turun. Baik pemerintah AS dan Eropa dihadapkan pada persoalan politis opsi stimulus terbatas. Indeks Hang Seng turun setelah Biro Statistik Nasional merilis harga konsumen di China sebesar 6,1%. Kinerja perusahaan China turun karena laporan menunjukkan inflasi yang meninggi, mengurangi kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter. Inflasi mencapai level tertinggi 3 tahun di 6,5% pada Juli, dibandingkan target setahun penuh pemerintah di 4%. Pertumbuhan di China melemah setelah pengetatan yang diprediksikan bahwa data pekan berikutnya akan menunjukkan ekspansi 9,3% pada Q3-11, turun dari 9,5% pada kuartal sebelumnya. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Corporate Goods Price Index (YoY) Jepang di level 2,5% dari sebelumnya 2,6%; CPI (YoY) China di level 6,1% dari sebelumnya 6,2%; PPI (YoY) China di level 6,5% dari sebelumnya 7,3%; danRetail sales (YoY) Singapore di level 3,3% dari sebelumnya 10,7%.
Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Iceland dan Denmark yang dipicu penguatan saham Syngenta setelah merilis kinerjanya di Q3-11. Meski bursa saham Eropa menguat namun, indeks saham perbankan melemah seiring penurunan tajam saham perbankan setelah Fitch Ratings melakukan downgrade terhadap 4 bank besar di Eropa. Fitch memangkas rating Landesbank Berlin Holding AG Jerman menjadi A+ dari AA-; Banking Group PLC Inggris, menjadi A dari AA-; Royal Bank of Scotland Group PLC menjadi A dari AA-; dan memangkas UBS AG Swiss menjadi A dari A +. Selain itu, stagnannya data perdagangan China dan penurunan peringkat kredit Spanyol serta pemangkasan peringkat kredit jangka panjang atas BNP Paribas menjadi AA- dari AA oleh S&P sempat membuat reli bursa saham Eropa tertahan. Kepala ECB, Trichet, mengatakan bahwa bank telah melakukan hal-hal yang bertujuan untuk mendukung pasar selama krisis utang. Selanjutnya, tanggung jawab pemerintah zona euro ialah menekan langkah-langkah penghematan untuk mengurangi defisit. Dilaporkan bahwa Brasil, Rusia, India, dan China mendesak IMF intuk menambah pendanaannya menjelang pertemuan puncak G20
bulan depan. Pejabat Perancis dan Jerman berusaha untuk menyelesaikan resolusi krisis utang Eropa pada pertemuan puncak Uni Eropa pada 23 Oktober. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Trade Balance Italia di level US$ 3,15 miliar dari sebelumnya US$ 1,44 miliar; CPI (YoY) Eropa di level 3%. CPI (MoM) Italia di level 0% dari sebelumnya 0,1%; dan trade balance Eropa di level US$ 1 miliar dari sebelumnya US$ 3,7 miliar.
Bursa kawasan Amerika menguat kecuali Chile yang dipicu rilis laba kuartalan Google Inc. yang di atas ekspektasi dan kenaikan penjualan ritel. Pasar juga mencermati isu seputar perrtemuan MenKeu dan gubernur bank sentral dari negara pemimpin G-20 di Paris. Meski pelaku pasar optimis terhadap hasil pertemuan tersebut namun, juga menyimpan kekhawatiran kemungkinan terjadi penularan krisis dari negara-negara besar seperti Italia dan Spanyol. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Manufacturing Sales (MoM) Kanada di level 1,4% dari sebelumnya 3%; Retail Sales (MoM) AS di level 1,10% dari sebelumnya 0,3%; Michigan Consumer Sentiment Index AS di level 57,5 dari sebelumnya 59,4%; danBusiness Investories (MoM) AS di level 0,5%.
Pada perdagangan Senin (17/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.615-3.639 dan resistance 3.688-3.712. IHSG membentuk spinning dengan posisi di atas middle bollinger bands . MACD masih melanjutkan kenaikannya namun, mulai tertahan dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai tertahan kenaikannya setelah menyentuh area overbought Meski secara teknikal, IHSG kemungkinan bisa mengalami profit taking namun, melihat dari sentimen yang beredar mayoritas positif maka kemungkinan IHSG bisa menguat meski terbatas. Apalagi, selain hasil G20 yang positif diharapkan data yang dirilis dari regional juga bisa positif sehingga membantu IHSG kembali ke zona hijau.
(qom/qom)











































