Dari regional, pada penutupan minggu kemarin bursa bergerak mix, Nikkei -0.85%, Hang Seng -1.36%, dan KOSPI +0.67%. Sementara market Eropa dan US, FTSE +1.17%, DAX +0.89%, dan Dow +1.45%. Penguatan di bursa regional dan kenaikan harga komoditas diharapkan masih dapat mendorong kenaikan IHSG untuk hari ini, hal ini semakin dipicu setelah setelah pimpinan G-20 menyokong rencana dalam mengatasi krisis utang Eropa pada pertemuan yang berlangsung di Paris.
Trading Idea
Stock watch: Bentoel International Investama (RMBA) menarik untuk diperhatikan secara valuasi, walau pun liquiditas saham ini tidak selikuid seperti GGRM. Sampai dengan 1H11, kenaikan pendapatan mereka cukup menarik, perusahaan membayarkan dividen sebesar Rp 26/saham, atau setara dengan 86.7% dividend payout ratio dengan dividend yield 3.4%. Secara valuasi pun P/E RMBA lebih rendah dibandingkan GGRM dan HMSP; RMBA 11.9x, GGRM 24.7x dan 17.8x (annualized). Sejak 2008-2011, perusahaan semakin efektif dalam mengolah logistic inventory mereka, dimana perputaran persediaan (inventory turnover) sudah turun dari 200 hari ke 130 hari. Pengolahan logistic RMBA ini lebih baik dibandingkan GGRM yang mempunyai inventory turnover selama 252 hari (2010). Net Gearing RMBA pun sudah mengalami kenaikan signifikan sejak 2009 (95.4%) menjadi 37.3% di 2011. Untuk hari ini RMBA di perdagangkan dengan PE 11.9x dan PBV 2.3x. dengan support di 770 dan resistance di level 880.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), SoS
Kalbe Farma (KLBF), SoS
Semen Gresik (SMGR), SoS
News Update
Wintermar Cari Pinjaman US$ 30 Juta
Glencore setuju pinjami BNBR US$ 900 Juta
ENRG mulai Produksi GAs di Blok Gelam TAC
INCO bagi dividen interim senilai US$ 100 juta
(ang/ang)











































