Indeks sektoral saham bergerak positif yang diawali pada indeks properti yang naik 4,78% ke level 220,69; indeks pertambangan naik 3% ke level 2.702,56; indeks perkebunan naik 2,93% ke level 2.051,98; indeks aneka industri naik 2,84% ke level 1.238,67; indeks keuangan naik 2,06% ke level 501,50; indeks infrastruktur naik 1,36% ke level 638,48; indeks perdagangan naik 1,01% ke level 514,11; indeks manufaktur naik 0,83% ke level 931,21; indeks industri dasar naik 0,77% ke level 383,95. Sementara pelemahan pada indeks konsumer turun 0,80% ke level 1.225,71. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 164,56 miliar
dengan total pembelian asing Rp 1,17 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 13.500 ke Rp 339.500; Astra International (ASII) naik Rp 2.050 ke Rp 69.000; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.900 ke Rp 43.450; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 750 ke Rp 19.550; Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 700 ke Rp 13.700; Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 650 ke 17.750; United Tractors (UNTR) naik Rp 23.600 ke level Rp 23.600; Indo-Rama Synthetics (INDR) naik Rp 525 ke Rp 2.800; dan Bayan Resources (BYAN) naik Rp 500 ke level Rp 20.050.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.845/US$ dari sebelumnya di Rp 8.893/US$ yang dipicu optimisme pasar dan naiknya toleransi investor atas aset-aset berisiko seiring langkah para pembuat kebijakan Uni Eropa dari hasil rapat G20 kemarin yang memberikan sinyal untuk meraih kesepakatan untuk memecahkan kekacauan utang regional dan rekapitalisasi perbankan. G20 memberikan deadline hingga 23 Oktober 2011 saat acara puncak European Union Summit . Optimisme juga muncul setelah komentar dari MenKeu Perancis yang menyatakan telah diraih kesepakatan untuk mereduksi utang Yunani, mencegah penyebaran krisis, dan proteksi perbankan Eropa. Meski begitu, MenKeu Jerman, menyatakan, persoalan utang Yunani tidak akan bisa diselesaikan tanpa write off yang lebih besar.
Bursa saham Asia Pasifik menguat kecuali New Zealand, Pakistan, Vietnam, dan India yang dipicu sikap optimisme pelaku pasar terhadap pertemuan G-20 selama 2 hari di akhir pekan kemarin di Paris yang mendukung rencana untuk mengatasi krisis utang Eropa. Selain itu, penguatan juga dipicu kenaikan penjualan ritel di AS di atas perkiraan pada September sehingga bisa meredam kekhawatiran bahwa kepercayaan pasar turun dan kurangnya perekrutan tenaga kerja. MenKeu G-20 dan gubernur bank sentral menyimpulkan pembicaraan di Paris yang mendukung bagian dari suatu rencana untuk menghindari default Yunani, mendukung perbankan, dan meredam penularan. Saham komoditas dan konsumen memimpin kenaikan di antara 10 kelompok industri Asia. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu New motor vehicle sales (Mom) Aussie di level -1,5% dari sebelumnya 3,4% dan Trade balance Singapura di level US$ 6,69 miliar dari sebelumnya 2,83 miliar.
Bursa saham Eropa ditutup melemah yang dipicu pernyataan Jerman yang terlihat pesimis terhadap hasil yang akan dicapai pada pertemuan petinggi Uni Eropa pada 23/10 nanti. Padahal di awal perdagangan, bursa saham Eropa mengalami reli yang dipimpin sektor pertambangan dan teknologi. Penguatan terimbas berita kinerja sejumlah perusahaan Eropa yang diumumkan Jumat (14/10) yang lebih baik dari perkiraan dan positifnya data ritel AS. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Rightmove House Price Index (MoM) Inggris di level 2,8% dari sebelumnya 0,7% .
Bursa kawasan Amerika melemah kecuali Chile dan Venezuela yang dipicu kembalinya sikap pesimisme investor terhadap penyelesaian krisis utang di Eropa setelah Jerman mengungkapkan bahwa pemimpin Uni Eropa tidak sanggup memberikan solusi bagi krisis utang Eropa pada pertemuan Uni Eropa pada 23 Oktober. Padahal pasar berekspektasi positif terhadap pertemuan tersebut setelah merespon positif atas pertemuan G-20. Pernyataan ini tentu saja kontradiktif dengan janji Kanselir Merkel bahwa Ia dan Presiden Sarkozy memiliki formula untuk mengatasi Krisis Uni Eropa. Data ekonomi yang dirilis diantaranya New motor vehicle sales (MoM) Kanada di level -0,4% dari sebelumnya -6,2%; NY Empire State Manufacturing index di level -8,5% dari sebelumnya -8,8%; dan industrial production (MoM) di level 0,2% dari sebelumnya 0%.
Pada perdagangan Selasa (18/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.643-3.686 dan resistance 3.751-3.773. IHSG hampir membentuk white marubozu dengan posisi mendekati upper bollinger bands. MACD masih melanjutkan kenaikannya namun, mulai tertahan dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai tertahan kenaikannya setelah menyentuh area overbought. Reli IHSG dimungkinkan akan terganjal dengan berita negatif dari Eropa atas sikap pesimisme Jerman terhadap hasil pertemuan Uni Eropa pada 23/10 nanti. Meski secara teknikal, ada potensi bagi IHSG untuk naik namun, kemungkinan bisa mengalami profit taking sementara. Diharapkan kondisi ini terjadi sementara agar IHSG bisa mengkonfirmasi trend bullish nya.
(qom/qom)











































