Market leaders untuk hari ini ASII, INCO, BBRI, dan BMRI. Sementara market laggers, atau saham yang menahan kenaikan IHSG adalah UNVR, GGRM, BUMI dan BRMS.
Dari regional, pada penutupan minggu kemarin bursa bergerak mix, Nikkei +1.50%, Hang Seng +2.01%, dan KOSPI +1.62%. Sementara market Eropa dan US terkoreksi dalam setelah pimpinan Eropa tidak sanggup menyodorkan sejumlah solusi strategis bagi krisis utang Eropa pada pertemuan G20 pada 23 Oktober mendatang. Dow -2.13%, Nasdaq -1.98%, FTSE -0.54%, dan DAX -1.81%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai dengan 17 October, IHSG menjadi bursa dengan performance terbaik dibandingkan bursa-bursa lain nya di regional. Sejak awal tahun IHSG masih mencetak kenaikan positif +0.7% (ytd), sementara hampir semua bursa di Asia mengalami penurunan, kecuali Philipine yang masih naik +0.3% (y-t-d). Sementara, saat ini P/E ratio untuk Indonesia adalah 16x, relatif lebih tinggi dibandingkan bursa regional lain nya seperti Hang Seng (8.7x), Shanghai (13x), KOSPI (12x), Singapore (7.8x), dan Malaysia (15.6x). Saat ini bursa Indonesia sangat inline dengan pergerakan bursa regional, volatilitas bursa regional akan besar pengaruh nya terhadap pergerakan pada IHSG.
BKSL yang kemarin naik 23.4% hingga ke level auto reject, menarik untuk disimak jika market masih bullish, menyusul report yang merekomendasikan BUY untuk BKSL dengan target price di Rp 400. Saat ini BKSL di perdagangkan di PE 27.8x dan PBV 0.8x, masih lebih murah dibandingkan CTRA, SMRA atau LPKR, tapi masih lebih tinggi dibandingkan ASRI.
Sektor agriculture menarik untuk disimak, meskipun tren harga CPO masih Bearish, tapi pelonjakan harga CPO di beberapa hari terakhir turut mendongkrak kenaikan harga saham-saham di industri tersebut. Harga CPO sudah naik sebesar 5.2% dari titik terendah nya di 955 ke level 1,005. Beberapa perusahaan yang secara valuasi masih dibawah industrial average antara lain LSIP, GZCO, dan JAWA masih menarik untuk untuk di koleksi. Harap di ingat, production exposure JAWA masih banyak di rubber atau karet.
Technical view: Dengan daily risk saat ini relatif tinggi yakni sekitar level 74.78 % diperkirakan IHSG hari ini rawan koreksi, Resistance diperkirakan berada di level 3,729.52 dan support di level 3,671.30. Stock Pick untuk hari ini antara lain:
1. BISI International (BISI), BoW
2. Barito Pacific (BRPT), BoW
3. Timah (TINS), SoS
Saat ini volatilitas IHSG cukup inline dengan bursa di regional, setelah rally panjang dalam beberapa hari terakhir, daily risk yang sudah mencapai 74%, hingga kenaikan beberapa saham yang sudah naik cukup tinggi akan menyebabkan potensi IHSG untuk terkoreksi cukup besar. Dengan growth y-t-d yang lebih tinggi dibadingkan regional dan PE yang lebih tinggi, IHSG mempunyai peluang untuk terkoreksi pada perdagangan hari ini. Saham-saham perbankan adalah saham yang mempunyai penurunan lebih besar dibandingkan sektor lain nya. Perhatikan saham-saham safe haven seperti TLKM, JSMR, GGRM, dll, yang menarik untuk di koleksi jika koreksi IHSG berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
News Update
ROTI Mendapat utang 200 miliar
Saban Capital Group beli 7,5% saham MNCN
Bumi Plc batal akuisisi saham BRMS
KKGI bayar dividen sebesar Rp50/lembar saham
Economics: IMF Perkirakan Ekonomi Indonesia 2012 Tumbuh 6,3%
(ang/ang)











































