Indeks sektoral saham bergerak positif yang diawali pada indeks pertambangan yang naik 2,80% ke level 2.639,56; indeks industri dasar naik 2,76% ke level 380,29; indeks properti naik 2,06% ke level 216,52; indeks pertanian naik 1,95% ke level 2.015,63; indeks aneka industri naik 1,82% ke level 1.238,16; indeks manufaktur naik 1,76% ke level 929,66; indeks infrastruktur naik 1,64% ke level 683,73; indeks keuangan naik 1,56% ke level 490,67; indeks konsumer naik 1,08% ke level 1.228,47; dan indeks perdagangan naik 0,68% ke level 508,06. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 210,99 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,07 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 854,15 miliar.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 1.250 ke Rp 69.300; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 800 ke Rp 14.500; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 600 ke Rp 19.600; Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 500 ke Rp 340.000; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 450 ke Rp 14.750; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 450 ke 9.000; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 450 ke level Rp 42.250; Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 17.400; dan Indospring (INDS) naik Rp 375 ke level Rp 3.875.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.855/US$ dari sebelumnya di Rp 8.860/US$ yang dipicu oleh optimisme pasar atas KTT Uni Eropa pada akhir pekan ini seiring beredarnya rumor, dana European Financial Stability Facility (EFSF) ditingkatkan jadi β¬2 trilun. Hingga ini, dana kapasitas EFSF sebesar β¬440 miliar. Namun demikian, rumor itu masih simpang siur sehingga masih belum ada kepastian hingga pertemuan nanti. Setidaknya hal tersebut sudah bisa membangkitkan risk appetite dan menutupi sentimen negatif dari downgrade peringkat utang Spanyol (dari AA ke A-) oleh Moody's. Di sisi lain, apresiasi Rupiah dipicu oleh penguatan mata uang regional Asia setelah won Korea menguat tajam akibat kesepakatan ekspansi currency swap dengan Jepang senilai US$70 miliar.
Bursa saham Asia Pasifik menguat kecuali China, Taiwan, Pakistan, dan Thailand yang dipicu respon positif investor terhadap pergerakan bursa saham AS yang ternyata ditutup positif dimana sebelumnya sempat melemah di awal perdagangan. Investor merespon positif naiknya Price Producer Index bulanann AS ke level di atas estimasi pelaku pasar sehingga mengurangi kekhawatiran AS akan jatuh ke double dip recession. Investor juga merespon positif tercapainya kesepakatan Jerman dan Prancis untuk meningkatkan dana talangan untuk mengatasi krisis utang Eropa hingga β¬2 triliun yang akan disalurkan melalui EFSF yang saat ini jumlahnya baru sebesar β¬440 miliar. Meski disambut positif namun, pergerakan bursa saham Asia menjadi mixed karena investor belum sepenuhnya percaya rencana dana talangan itu bisa menyelesaikan krisis utang Eropa. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu MI Leading Index (MoM) Aussie di level 0,8% dari sebelumnya 0,6%; All Industry Activity Index (MoM) Jepang di level -0,5% dari sebelumnya 0,4%; dan suku bunga acuan Thailand di level 3,5%.
Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Portugal, Denmark, Swedia, dan Austria yang dipicu adanya kabar setelah Prancis dan Jerman menyetujui rencana penambahan dana bailout Eropa β¬20 miliar. Pasar kembali berekspektasi positif terhadap perkembangan pasar hingga akhir pekan namun, juga mencermati keputusan Moody's yang melakukan kajian untuk memungkinkan memangkas rating kredit Perancis. Tidak hanya itu, sentimen negatif lainnya ialah laporan yang menunjukkan kepercayaan investor Jerman pada tingkat terendah selama 3 tahun, downgrade 24 bank di Italia oleh S&P, serta downgrade Moody's terhadap rating sovereign dan rating obligasi pemerintah Spanyol ke A1 dari AA. Investor juga mendapat sentimen positif dari rilis data harga produsen AS dan beberapa berita laba perusahaan yang positif. Di sisi lain, Serikat pekerja Yunani mulai aksi mogok umum selama 48 jam akibat parlemen bersiap untuk memberikan suara pada langkah penghematan baru yang dirancang untuk mencegah default yang bisa memicu krisis di zona euro yang lebih luas. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Industrial New Orders (MoM) Italia di level 5% dari sebelumnya 1,8%.
Bursa kawasan Amerika melemah kecuali Panama, Argentina, dan Chile yang dipicu kecemasan investor mengenai kekuatan perekonomian global dan perundingan mengenai bailout Eropa. Investor melihat semakin lama proses pemulihan krisis, kondisi perekonomian akan semakin tidak pasti. Padahal di awal perdagangan, sempat naik merespon kenaikan data kebutuhan properti dan tingkat inflasi September serta rilis pendapatan Morgan Stanley yang melampaui perkiraan. Data ekonomi yang dirilis diantaranya CPI (MoM) AS di level 0,3% dari sebelumnya 0,4%; Housing Start di level US$ 660 ribu dari sebelumnya 570 ribu; dan Building permits di level US$ 590 ribu dari sebelumnya US$ 630 ribu; Leading indicator (MoM) Kanada di level -0,1% dari sebelumnya 0%.
Pada perdagangan Kamis (20/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.593-3.639 dan resistance 3.714-3.743. IHSG kembali menguat dengan membentuk bullish harami yang disertai dengan volume perdagangan yang meningkat. Posisi candle masih di bawah upper bollinger bands. MACD masih melanjutkan kenaikannya namun, mulai tertahan dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali reversal meski telah menyentuh area overbought. Meski kemarin IHSG berhasil menguat namun, masih dalam kisaran terbatas. Investor belum banyak berani melakukan akumulasi dan cenderung wait and see terhadap perkembangan yang ada. Pelemahan pada bursa saham AS semalam, kemungkinan akan menghambat laju kenaikan IHSG.
(qom/qom)











































