Mega Capital: Memungkinkan ada Teknikal Rebound

Mega Capital: Memungkinkan ada Teknikal Rebound

- detikFinance
Jumat, 21 Okt 2011 09:12 WIB
Jakarta - Kemarin IHSG ditutup melemah 1.70% ke level 3,622.78, begitu juga dengan mayoritas indeks saham di regional Asia. Ketidakpastian mengenai dana bailout di Eropa dan rendahnya pertumbuhan ekonomi Amerika menjadi pemicu pelemahan bursa-bursa di Asia. Hang Seng melemah -1.80% yang juga merupakan respon pertumbuhan ekonomi yang melambat dan kebijakan uang ketat yang ditersapkan Bank Sentral China untuk meredam inflasi yang tinggi. Bangkok SET Index ditutup melemah -3.10%, dimana investor khawatir dampak dari banjir terparah yang melanda negeri ini selama 50 tahun terakhir akan menghambat pertumbuhan ekonomi Thailand. Melemahnya harga minyak sebesar -2.50% ke level USD 85.48 untuk pengiriman bulan November menjadi pemicu kejatuhan saham PT Medco Energi Internasional Tbk sebesar -5.50% dan saham PT Energi Mega Persada Tbk sebesar -4.20%,. Sementara itu kemarin Rupiah ditutup melemah -0.3% ke level IDR 8,825.

Bursa saham Amerika kembali menguat, setelah pemimpin Eropa mendiskusikan untuk menganggarkan dana sebesar USD 1.3 triliun (EUR 940 miliar) dalam menyelesaikan krisis utang di zona tersebut. Pasar masih menunggu keputusan final apa yang akan diambil para pemimpin Eropa pada pertemuan tanggal 23 Oktober besok. S&P500 ditutup menguat +0.46% ke level 1,215.39. Sementara, Stoxx Europe 600 Index ditutup melemah -1.50% karena pernyataan anggaran dana USD 1.3 triliun baru di-release setelah bursa tutup. Di Yunani, Perdana Menteri George Papandreou kembali memenangkan suara parlemen untuk stimulus paket yang meliputi kenaikan pajak, pemangkasan dana pensiun dan gaji. Perusahan software terbesar di dunia, Microsoft, mengalami pertumbuhan pendapatan di atas ekspetasi para analis. Namun sayangnya harga saham Microsoft pada penutupan kemarin anjlok -1.10% ke level USD 27.04. Sementara itu, kematian Muammar Gaddafy kemarin diperkirakan akan mempengaruhi gejolak harga minyak dunia. Se belum terjadi perang saudara, Libya mampu memproduksi 1.6 juta barel per hari, namun semenjak perang meletus produksi minyak Libya sempat terhenti. Diperkirakan hingga akhir tahun produksi minyak Libya bisa kembali ke level 600,000 ribu barel per hari.

Indeks diperkirakan mix to high (renge 3,590β€”3,670), IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah berada di level 3,622. Indeks juga sempat menguji EMA 20 namun hingga akhir sesi Bursa belum mampu untuk melewatinya, indeks juga tampak belum mampu untuk melewati support level di 3,590 sehingga memungkinkan terjadi technical rebound menuju resistance level di 3,670. Akan tetapi jika indeks bergerak melemah kemungkinan akan kembali mencoba untuk melewati support level di 3,590. Hari ini diperkirakan indeks akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan yang masih menguat.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads