Indosurya: IHSG Dapat Secercah Harapan dari Eropa

Indosurya: IHSG Dapat Secercah Harapan dari Eropa

- detikFinance
Senin, 24 Okt 2011 07:03 WIB
Jakarta - IHSG melemah 2,11 poin (0,05%) di level 3.620,66. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,93 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,56 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 81 saham turun, dan 105 saham stagnan. LQ-45 turun 0,16% ke level 640,28 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,38% ke level 503,45.

Indeks sektoral saham bergerak variatif dengan pelemahan diawali pada indeks aneka industri yang turun 2,18% ke level 1.186,29; indeks manufaktur turun 0,71% ke level 905,93; dan indeks konsumer turun 0,04% ke level 1.216,06. Sementara penguatan pada indeks perkebunan naik 0,91% ke level 1.995,41; indeks properti naik 0,66% ke level 214,05; indeks pertambangan naik 0,26% ke level 2.569,83; indeks industri dasar naik 0,25% ke level 369,81; indeks infrastruktur naik 0,25% ke level 684,69; indeks keuangan naik 0,11% ke level 481,46; dan indeks perdagangan naik 0,09% ke level 504,71. Indeks MBX dan ISSI melemah namun, DBX menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 300,49 miliar dengan total pembelian asing Rp 926,88 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 1,23 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 300 ke Rp 3.800; Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 15.950; H.M. Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke Rp 31.300; Modern Internasional (MDRN) naik Rp 225 ke Rp 2.775; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 200 ke Rp 19.250; Centris Multipersada Pratama (CMPP) naik Rp 110 ke 580; Harum Energy (HRUM) naik Rp 100 ke level Rp 7.450; Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON) naik Rp 100 ke Rp 1.000; dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 100 ke level Rp 8.750.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG kembali melanjutkan pelemahannya. Padahal di awal perdagangan sempat positif merespon pembukaan bursa saham Asia yang menguat dimana tidak terlepas dari positifnya penutupan bursa saham AS meski beberapa indeks acuan masih berada di zona merah. Dari dalam negeri, pasar menantikan keputusan KTT Uni Eropa di akhir pekan ini. Pasar penasaran bagaimana mekanisme EFSF senilai €2 triliun setelah Jerman-Perancis menyetujui kenaikan dana dari €440 miliar. Belum lagi penasaran terhadap mekanisme rekapitalisasi perbankan yang dananya juga berasal dari EFSF tersebut. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.643,85 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.594,49 (level terendahnya) menjelang akhir sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.620,66. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.868/US$ dari sebelumnya di Rp 8.840/US$ yang dipicu adanya ketidakpastian solusi atas krisis utang Eropa. Apalagi, beredar kabar kesimpulan KTT Uni Eropa yang diadakan pada Minggu (23/10/11) diundur sehingga belum akan memberikan rencana komprehensif yang dinantikan pasar. Hal itu terjadi setelah perbedaan pendapat antara Jerman dan Perancis mengenai peningkatan kapasitas dana European Financial Stability Facility (EFSF) yang saat ini nilainya €440 miliar. Kemungkinan para menteri Uni Eropa sedang merancang pertemuan berikutnya antara Rabu (26/10) atau 2 pekan ke depan sehingga kesepakatan soal resolusi komprehensif atas utang Uni Eropa belum bisa diambil dalam pekan ini. Meski demikian, KTT tetap diadakan untuk membahahas resolusi itu, meski kesimpulannya bakal ditunda. Para pelaku pasar pun beralih pada aset-aset safe haven dolar AS. Perbedaan antara Jerman dan Perancis ialah mengenai detil mekanisme penambahan dana EFSF. Jerman menginginginkan, pemangkasan nilai obligasi Yunani sebesar 60-65% karena jika Yunani tidak diberikan kelonggaran berupa haircuts maka beban utang Yunani yang harus ditanggung masih berat. Di sisi lain, Perancis tidak menginginkan hal tersebut karena akan berdampak buruk bagi sektor.


Bursa saham Asia Pasifik bergerak variatif dengan pelemahan pada Jepang, China, Aussie, India, dan New Zealand yang dipicu sikap hati-hati investor terhadap pernyataan Perancis dan Jerman untuk memberikan rincian rencana penyelamatan zona Euro. Sebelumnya saham Asia telah terkoreksi dalam karena mengantisipasi pertemuan puncak pemimpin Eropa di akhir pekan untuk rencana penyelamatan Eropa. Presiden Perancis dan Kanselir Jerman mengatakan akan memberikan respon yang komprehensif dan ambisius untuk krisis ini dimana langkah-langkah akan dibahas Minggu (23/10) dan diadopsi pada pertemuan puncak ke-2 selambat-lambatnya Rabu (26/10). Pelaku pasar mendapat sentimen positif dari laporan keuangan sektor teknologi dimana kinerja Microsoft Inc sesuai estimasi dan bahkan SanDisk Corp mengalahkan perkiraan Wall Street. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Import Price Index (QoQ) Aussie di level 0% dari sebelumnya 0,8% dan Credit Card Spending (YoY) di level 5,2% dari sebelumnya 4,7%.

Bursa saham Eropa ditutup melemah kecuali Luxemburg dan Slovakia yang dipicu ekspektasi positif terhadap hasil pertemuan para pemimpin Uni Eropa. Investor mengharapkan para pemimpin Uni Eropa bisa membuat kemajuan terhadap rencana yang komprehensif sehingga membantu negara anggota mengatasi krisis utang. Ekspektasi positif ini telah membuat saham perbankan sebagai sektor yang paling sensitif dengan krisis utang mengalami kenaikan. Sebagian besar investasi dilakukan saat ini untuk tujuan jangka pendek karena terlalu banyak ketidakpastian untuk bermain jangka panjang. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Business Survey Perancis di level 97 dari sebelumnya 99; Ifo Business Climate Index Jerman di level 106,4% dari sebelumnya 107,4%; Current Assessment Jerman di level 116,7 dari sebelumnya 117,9; dan Business Expectations di level 97 dari sebelumnya 98.

Bursa kawasan Amerika bergerak menguat kecuali Venezuela yang dipicu beredar kabar setelah Menkeu Uni Eropa dikabarkan setuju terhadap bailout Yunani tahap ke-2 senilai €8 miliar yang saat ini sedang menunggu persetujuan IMF dan optimisme hasil KTT Uni Eropa. Hasil KTT Uni Eropa mungkin tidak akan menyembuhkan semua krisis utang dalam waktu singkat namun, setidaknya menunjukkan adanya langkah maju ke arah yang benar. Jika hal itu
terjadi maka pasar akan merespon dengan cepat setiap perkembangan di Eropa. Arah pasar akan ditentukan dari KTT Uni Eropa hingga putaran ke-2 di hari Rabu (26/10) dimana akan terdapat keputusan akhir. Jika pasar mendapatkan resolusi maka pasar akan meningkat dan berbalik menjadi tren positif. Investor juga merespon positif emiten-emiten yang telah merilis kinerjanya seperti McDonald, General Electric, Verizon Communications Inc. dan Microsoft. Saham-saham di sektor keuangan juga naik cukup tinggi yang dipimpin oleh kenaikan harga saham Travelers dan American Express. Data ekonomi yang dirilis diantaranya CPI Kanada (MoM) di level 0,2% dari sebelumnya 0,3%; Unemployment rate Meksiko di level 5,7% dari sebelumnya 5,8%.

Pada perdagangan Senin (24/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.570-3.595 dan resistance 3.645-3.675. IHSG kembali melemah dengan volume perdagangan yang naik sehingga membuat pelemahannya terbatas. Posisi candle masih di antara middle dan upper bollinger bands . MACD masih mencoba naik meski tertahan dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak datar setelah menyentuh area overbought . Meski kemarin IHSG melemah namun, terbatas karena sebagian investor melihat adanya secercah harapan dari pertemuan KTT Uni Eropa pada Minggu (23/10) dan antisipasi terhadap earning season . Dengan ditutup positifnya bursa saham Eropa dan AS di akhir pekan, diharapkan masih bisa memberikan imbas positif kepada bursa saham Asia, termasuk Indonesia meski hasil keputusan KTT Uni Eropa ditunda hingga Rabu (26/10).

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads