Indosurya: Waspadai Profit Taking

Indosurya: Waspadai Profit Taking

- detikFinance
Selasa, 25 Okt 2011 07:46 WIB
Jakarta - IHSG menguat 86,12 poin (2,38%) di level 3.706,78. Total volume perdagangan BEI mencapai 5,87 triliun unit saham dengan nilai total Rp 4,88 triliun. Sebanyak 201 saham naik, 48 saham turun, dan68 saham stagnan. LQ-45 naik 3,03% ke level 659,62 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,59% ke level 516,47.

Indeks sektoral saham bergerak menguat yang diawali dengan kenaikan indeks industri dasar yang naik 4,18% ke level 385,25; indeks keuangan naik 3,55% ke level 498,56; indeks manufaktur naik 2,96% ke level 932,77; indeks perkebunan naik 2,85% ke level 2.052,31; indeks aneka industri naik 2,73% ke level 1.218,63; indeks konsumer naik 2,41% ke level 1.245,32; indeks perdagangan naik 1,76% ke level 513,57; indeks pertambangan naik 1,43% ke level 2.606,58; indeks properti naik 0,97%
ke level 219,12; dan indeks infrastruktur naik 0,37% ke level 687,25. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 405,16 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,63 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,22 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.500 ke Rp 56.700; Astra International (ASII) naik Rp 1.950 ke Rp 68.050; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.500 ke Rp 41.250; United Tractors (UNTR) naik Rp 1.150 ke Rp 23.950; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 700 ke Rp 14.950; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 600 ke 9.350; Astra Ago Lestari (AALI) naik Rp 600 ke level Rp 19.850; Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 500 ke Rp 17.300; dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 450 ke level Rp 6.900.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG mengawali pekan ini dengan penguatan seiring menghijaunya bursa regional yang merespon positifnya pertemuan KTT Uni Eropa di hari Minggu (23/10) dan penguatan pada penutupan bursa saham AS dan Eropa di akhir pekan kemarin. Optimisme investor semakin tinggi setelah pemerintah Perancis menyatakan langkah penyelamatan krisis utang Eropa bisa segera disepakati. Investor pun terus memburu saham-saham pilihan. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.716,64 (level tertingginya) di awal sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.621,12 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.706,78. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.883/US$ dari sebelumnya di Rp 8.868/US$ yang dipicu penurunan data-data makro di Eropa, terutama data Manufacturing PMI Eropa. Sebelumnya pasar optimis kondisi akan terus membaik seiring masih berlanjutnya harapan bahwa Uni Eropa bisa memberikan solusi atas krisis utangnya walau untuk hasil finalnya pasar harus menunggu hingga pertemuan berikutnya pada Rabu (26/10). Meski KTT Uni Eropa belum bisa dikatakan selesai, tetapi para petinggi Uni Eropa sudah menegaskan komitmennya untuk membantu sektor perbankan. Di sisi lain, kemungkinan Eropa telah menyepakati bahwa ECB tidak akan dilibatkan dalam skema dana European Financial Stability Facility (EFSF). Dengan demikian, EFSF tidak akan diberikan lisensi Bank sehingga tidak bisa mengakses dana dari ECB dan tetap menjadi lembaga keuangan non-bank. Eropa juga telah sepakat agar sektor swasta menanggung beban yang lebih besar untuk menolong Yunani melewati krisis utangnya. Apresiasi Rupiah juga terbantu dari Asia dimana terdapat kenaikan neraca perdagangan Jepang dan rilis indeks manufaktur China versi HSBC yang angkanya mencapai 51,1 dari 49,9. Hal ini menunjukkan kalau ekspansi ekonomi di Asia mungkin akan berlanjut dan masih bisa menahan gejolak
krisis yang tengah terjadi di Eropa dan perlambatan ekonomi AS. Selain itu, juga didukung oleh komentar dari Wakil Ketua Fed yang mengatakan, QE3 dibutuhkan untuk membantu pemulihan ekonomi AS.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali New Zealand, Pakistan, dan Bangladesh yang dipicu optimisme investor terhadap penilaian yang menunjukkan manufaktur China dapat kembali naik dan upaya para pemimpin Eropa menuju titik temu penanganan krisis utang. Sebelumnya bursa saham Asia tergelincir setelah Jerman mengatakan tidak akan ada perbaikan cepat untuk krisis utang dalam pertemuan puncak akhir pekan (23/10) para pemimpin Eropa di Brussels. Indeks Nikkei 225 menguat setelah laporan menunjukkan pengiriman ekspor meningkat lebih dari yang diperkirakan pada September, karena naiknya permintaan untuk mobil dan suku cadang mobil. Indeks komposit Shanghai juga naik setelah laporan menunjukkan manufaktur China dapat meningkat pada Oktober. Saham perbankan China terdongkrak setelah Barclays mengatakan bank Hong Kong yang terdaftar mungkin akan membukukan rata-rata pertumbuhan laba 32% pada Q3-11. Kenaikan data manufaktur China dan data ekspor Jepang mengisyaratkan bahwa 2 ekonomi terbesar Asia menahan krisis utang Eropa. Investor berekspektasi positif dan tetap menantikan solusi lengkap untuk dana penyelamatan Uni Eropa yang akan dirilis pada Rabu (26/10). Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Trade Balance Jepang di level US$ 20 miliar dari sebelumnya US$ 27 miliar; PPI (QoQ) Aussie di level 0,6% dari sebelumnya 0,8%; Trade Balance Taiwan di level US$ 1,22 miliar dari sebelumnya US$ 1,78 miliar; dan Industrial Production
(YoY) Taiwan di level 1,6% dari sebelumnya 4%.

Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Portugal, Yunani, dan Iceland yang dipicu respon positif terhadap hasil pertemuan KTT Uni Eropa pada Minggu (23/10). Para pemimpin Uni Eropa diduga membuat beberapa kemajuan dengan strategi mengatasi krisis meski keputusan akhir akan dilakukan pada Rabu (26/10). Perbedaan pendapat antara Sarkozy dan Merkel terkait ESFS dengan ECB tampaknya telah diselesaikan. Sarkozy kembali pada kesediaan untuk penggunaan dana ECB secara tak terbatas untuk tujuan bailout. Saham perbankan menguat dengan isyarat pemimpin Uni Eropa mendukung rekapitalisasi perbankan. Di sisi lain, juga memunculkan keprihatinan atas tingkat kerugian pemegang obligasi swasta dari pemerintah Yunani. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Industrial New Orders (MoM) bulanan di level 1,9% dari sebelumnya -1,6%; Manufacturing PMI Perancis di level 49 dari sebelumnya 48,2; Service PMI Perancis di level 46 dari sebelumnya 51,5; Manufacturing PMI Jerman di level 48,9 dari sebelumnya 50,3; Service PMI Jerman di level 52,1 dari sebelumnya 49,7; Manufacturing PMI Eropa di level 47,3; Service PMI di level 47,2 dari sebelumnya 48,8.

Bursa kawasan Amerika bergerak menguat kecuali Venezuela yang dipicu kenaikan pada sektor komoditas, finansial, dan teknologi. Saham-saham berkapitalisasi besar pun menjadi incaran investor, seperti Caterpillar Inc, RightNow Technologies Inc, dan Healthspring Inc. Saham Alcoa Inc yang sebelumnya melemah berbalik naik seiring
kenaikan harga logam karena adanya sinyal pertumbuhan ekonomi di China dan Jepang. Sentimen positif juga datang dari perjanjian akuisisi, rilis kinerja Caterpillar di atas estimasi, dan kemajuan dari pembicaraan krisis utang di Eropa. Tetapi, penguatan sempat tertahan setelah beredar kabar AS akan kembali kehilangan kredit rating AAA dari para pemeringkat rating akhir tahun ini terkait masalah defisit negara itu. Hal ini disampaikan Bank of America Merrill Lynch. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Chicago Fed National Activity AS di level -0,22 dari sebelumnya -0,59.

Pada perdagangan Selasa (25/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.586-3.646 dan resistance 3.741-3.777. IHSG kembali menguat dimana sebelumnya membentuk doji. Posisi candle kembali mendekati upper bollinger bands. MACD masih mencoba naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali bergerak naik mendekati area overbought. Sentimen positif masih beredar dan cukup membuat IHSG kembali melanjutkan penguatannya namun, tetap waspada terhadap aksi profit taking yang mungkin bisa membuat laju penguatan tertahan. Positifnya bursa saham Eropa dan AS diharapkan bisa membuat IHSG tetap berada di zona hijau.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads