Indosurya: IHSG Bisa Tertekan

Indosurya: IHSG Bisa Tertekan

- detikFinance
Rabu, 26 Okt 2011 07:39 WIB
Jakarta - IHSG menguat 3,7 poin (0,10%) di level 3.710,48. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,93 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,76 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 117 saham turun, dan 96 saham stagnan. LQ-45 naik 0,16% ke level 660,67 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,49% ke level 519,02.

Indeks sektoral saham bergerak menguat yang diawali dengan kenaikan indeks pertambangan yang naik 0,93% ke level 2.630,88; indeks perdagangan naik 0,54% ke level 516,34; indeks aneka industri naik 0,49% ke level 1.224,60; indeks infrastruktur naik 0,26% ke level 689; indeks konsumer naik 0,16% ke level 1.247,28; dan indeks manufaktur naik 0,09% ke level 933,65. Sementara pelemahan terjadi pada indeks properti yang turun 0,73% ke level 214,54; indeks industri dasar turun
0,53% ke level 383,21; indeks keuangan turun 0,36% ke level 496,77; dan indeks perkebunan turun 0,16% ke level 2.049,05. Indeks MBX dan ISSI menguat namun, DBX melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 192,04 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,65 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,46 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 650 ke Rp 12.400; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 350 ke Rp 20.200; Bayan Rersources (BYAN) naik Rp 250 ke Rp 19.100; Astra International (ASII) naik Rp 250 ke Rp 68.300; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 41.500; Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 150 ke 7.200; United Tractors (UNTR) naik Rp 150 ke level Rp 24.100; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 150 ke Rp 10.200; dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 150 ke level Rp 15.100.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG masih bertahan di zona positif hingga akhir perdagangan meskipun sempat tergelincir ke zona merah karena terjadi aksi profit taking . Investor pun cenderung wait and see menunggu sentimen hasil pertemuan para petinggi Eropa soal penanggulangan krisis yang akan diadakan Rabu (26/10). Pergerakan IHSG juga terpengaruh dari laju bursa saham Asia yang bergerak mix meski membaiknya data manufaktur China membuat investor yakin pertumbuhan ekonomi di Asia masih terjaga. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.733,93 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.699,44 (level terendahnya) di pertengahan sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.710,48. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.865/US$ dari sebelumnya di Rp 8.883/US$. Meski menguat namun, terjadi penurunan volume transaksi karena para investor menunggu hasil pertemuan KTT Uni Eropa lanjutan pada Rabu (26/10). Pasar masih mengkhawatirkan besaran kapasitas dana EFSF. Namun demikian, secara umum sentimen market masih optimis atas solusi Uni Eropa yang akan dicapai. Sentimen di pasar pun lebih ditopang harapan dan ekspektasi dibandingkan penyelesaian konkret sehingga situasinya bisa berubah. Jika Rabu (26/10), Uni Eropa belum mencapai kesepakatan, masih ada harapan kesimpulan penyelesaian krisis pada 3/11/11 saat pertemuan G20. Meski kesimpulan terus diundur, pasar masih menyimpan rasa optimis karena melihat kemajuan dalam mekanisme penyelesaian krisis. Di sisi lain, sektor perbankan Eropa juga aktif turut mencari solusi atas krisis karena terkait roda operasional mereka. Pembahasan hingga kini adalah proposal Jerman mengenai sarannya untuk meningkatkan kapasitas EFSF dan menggunakannya sebagai jaminan utang. Kekhawatiran terjadi manakala ketika jumlah dananya terlalu kecil, tidak terlalu berpengaruh meski EFSF bisa dijadikan jaminan utang. Pada saat yang sama, Uni Eropa juga akan meminta bantuan dari negara-negera berkembang
seperti China dan Brazil untuk mendukung operasi pembelian obligasi di pasar sekunder. Dari sisi haircut juga belum mencapai kesepakatan. Jerman ingin 60-65% namun, Perancis ingin 40%.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak variatif dengan pelemahan pada Jepang, KorSel, Aussie, dan Pakistan yang dipicu sikap hati-hati investor terhadap hasil pertemuan KTT Uni Eropa pada Rabu (26/10). Apresiasi pada bursa saham Asia sempat dipicu pergerakn bursa saham AS yang kembali ditutup menguat didorong kenaikan saham-saham sektor teknologi dan tambang seiring dengan rilis kinerja Q3-11 Caterpillar Inc yang di atas ekspektasi. Pasar masih optimis akan ada keputusan krusial mengenai Eropa pada Rabu (26/10) dimana para pemimpin diharapkan mengungkapkan rincian peningkatan dana bailout atas Uni Eropa. Para pemimpin Eropa masih bernegosiasi dengan bank terhadap jumlah kerugian yang dimiliki atas obligasi Yunani dan berunding apakah dana penyelamatan kawasan ini akan menjamin kerugian perbankan yang meminjamkan negara yang dilanda utang di wilayah ini. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu CPI (QoQ) New Zealand di level 0,4% dari sebelumnya 1%; CB Leading Index (MoM) Aussie di level -0,10% dari sebelumnya 0%; dan Industrial Production (YoY) Singapura di level 12,8% dari sebelumnya 22,8%.

Bursa saham Eropa ditutup melemah kecuali Denmark dan Yunani yang dipicu kekhawatiran investor terhadap kembai tertundanya hasil keputusan pada pertemuan lanjutan KTT Uni Eropa pada Rabu (26/10). Di awal perdagangan, sentimen positif dari laba perusahaan Q3-11 yang berhasil mengimbangi sikap wait and see investor menjelang KTT Uni Eropa lanjutan pada Rabu (26/10). Penguatan dipengaruhi kenaikan saham perusahaan energi seperti BP Plc dan BG Group Plc. Para pemimpin Eropa akan bertemu lagi di Brussel untuk pertemuan puncak kedua, membahas dana bailout Eropa dan akan memutuskan rencana rekapitalisasi bank Eropa. Data ekonomi yang dirilis diantaranya GfK Consumer Climate Jerman di level 5,3 dari sebelumnya 5,2; Consumer Confidence Perancis di level 82 dari sebelumnya 80; Retail Sales Italia di level 0% dari sebelumnya -0,1%; dan Consumer Confidence Italia di level 92,9 dari sebelumnya 94,2.

Bursa kawasan Amerika bergerak melemah kecuali Meksiko dan Panama yang dipicu keraguan investor dengan keputusan pemimpin Uni Eropa untuk menyelesaikan krisis utang zona Eropa. Selain itu, investor juga kecewa dengan outlook perusahaan besar. Meskipun Uni Eropa dan para pemimpin zona Eropa masih merencanakan untuk mengadakan pertemuan puncak pada Rabu ini. Pelaku pasar ketakutan dengan kabar pertemuan MenKeu zona Eropa akan dibatalkan. Selain itu, ada kekhawatiran pemimpin Eropa tidak dapat hadir dengan rencana detil untuk menyelesaikan krisis utang Eropa seperti yang diinginkan investor. Investor melihat adanya pernyataan berbeda yang keluar sehingga terlihat Eropa memiliki waktu yang sulit untuk dapat menyimpulkan dan memecahkan masalah utangnya dan itu menambahkan kekecewaan besar ke bursa saham. Bursa saham juga dipengaruhi hasil kinerja keuangan perusahaan di bawah estimasi seperti 3M Co yang melaporkan memotong proyeksi pada 2011, Amazon.com setelah hasil kinerja diperkirakan tidak sesuai harapan. Cummins Inc, United Parcel Service, dan Netflix juga mengalami pelemahan. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Home Price Indices Composite AS di level -3,8% dari sebelumnya -4,2%; CB Consumer Confidence di level 39,8 dari sebelumnya 46,4; Richmond Manufacturing Index di
level -6; dan House Price index (MoM) di level -0,1% dari sebelumnya 0% .

Pada perdagangan Rabu (26/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.680-3.695 dan resistance 3.729-3.749. IHSG mulai menguat terbatas yang terlihat dari penurunan volume perdagangan. Candle membentuk shooting star . Posisi candle mendekati upper bollinger bands . MACD masih mencoba naik dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic terbatas kenaikannya di sekitar area overbought . Sentimen negatif mulai masuk ke pasar seiring kecemasan investor terhadap hasil pertemuan KTT Uni Eropa pada hari ini. Pasar pun sepertinya akan wait and see menantikan kepastian hasil dari pertemuan tersebut. Negatifnya bursa saham AS dan Eropa ditambah dengan aksi profit taking yang dilakukan membuat laju IHSG bisa tertekan hari ini kecuali hasil dari KTT Uni Eropa menghasilkan keputusan yang pasti.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads