Indosurya: IHSG Dapat Sentimen Positif dari Eropa

Indosurya: IHSG Dapat Sentimen Positif dari Eropa

- detikFinance
Kamis, 27 Okt 2011 08:46 WIB
Jakarta - IHSG menguat 28,13 poin (0,76%) di level 3.738,61. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,99 triliun unit saham dengan nilai total Rp 4,36 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 90 saham turun, dan 85 saham stagnan. LQ-45 naik 0,88% ke level 666,50 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,63% ke level 522,27.

Indeks sektoral saham bergerak menguat yang diawali dengan kenaikan indeks perkebunan yang naik 1,35% ke level 2.076,71; indeks perdagangan naik 1,32% ke level 523,17; indeks industri dasar naik 1,27% ke level 388,06; indeks infrastruktur naik 1,21% ke level 697,33; indeks keuangan naik 0,84% ke level 500,96; indeks konsumer naik 0,56% ke level 1.254,23; indeks manufaktur naik 0,52% ke level 938,47; indeks pertambangan naik 0,32% ke level 2.639,41; dan indeks properti naik 0,22% ke level 215,02. Sementara pelemahan terjadi pada indeks aneka industri yang turun 0,09% ke level 1.223,5. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 230,24 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,32 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,09 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 58.250; United Tractors (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 24.650; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 400 ke Rp 15.500; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 200 ke Rp 20.400; Smart (SMAR) naik Rp 200 ke Rp 6.050; Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 150 ke 6.650; Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 150 ke level Rp 2.900; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 150 ke Rp 9.150; dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 120 ke level Rp 2.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG berhasil mempertahankan posisinya di zona positif hingga akhir perdagangan meskipun sempat masuk ke area negatif karena terimbas dari pelemahan bursa saham Asia di awal perdagangan yang merespon negatifnya penutupan bursa saham AS dan Eropa karena sikap wait and see dari investor menjelang pertemuan KTT Uni Eropa pada Rabu (26/10). Aksi profit taking sempat terjadi di awal perdagangan sebelum akhirnya kondisi berbalik arah. Para pelaku pasar sangat berharap para pemimpin Eropa bisa menghasilkan langkah penyelesaian krisis utangnya. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.740,73 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.680,15 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.738,61. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.870/US$ dari sebelumnya di Rp 8.863/US$ yang dipicu ketidakpastian menjelang KTT Uni Eropa yang sedianya diadakan Rabu (26/10). Pasar sangat menantikan rencana komprehensif yang akan diumumkan oleh Uni Eropa yang salah 1 nya ialah rencana rekapitalisasi perbankan dimana sudah ada konsensus bahwa Eropa setuju peningkatan modal perbankan hingga €110 miliar. Sementara itu, leverage kapasitas dana EFSF dan haircut obligasi Yunani masih belum menemukan kesepakatan sehingga pasar menjadi lebih bertahit-hati terutama setelah Ecofin Meeting ditunda hingga KTT UE selesai. Belum lagi, Kanselir Merkel menolak salah 1 frase dalam draft KTT yaitu soal kelanjutkan pembelian obligasi Spanyol dan Italia oleh ECB.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Jepang, Pakistan, Laos, dan Filipina yang dipicu pernyataan PM China Wen Jiabao yang akan menyesuaikan kebijakan ekonomi sehingga mendukung penguatan bursa saham China. Saham-saham properti pun langsung melejit. Apalagi beredar laporan, bank sentral kemungkinan akan memangkas biaya pinjaman. Pasar mengartikan komentarnya sebagai perubahan kebijakan sehingga bisa memberikan dukungan terhadap konsumsi dan industri baru yang mungkin berpeluang tumbuh dengan dukungan keuangan dari pemerintah. Sentimen positif ini mengimbangi sentimen negatif dari ketidakpastian yang beredar seputar hasil yang akan dicapai pada pertemuan lanjutan KTT Uni Eropa pada Rabu (26/10). Akibatnya timbul keraguan terhadap rencana untuk mengendalikan krisis utang Uni Eropa. Bursa saham Australia sempat turun setelah harga tembaga mengalami stagnasi dan penantian terhadap data inflasi namun, ditutup naik setelah laju inflasi menurun sehingga dapat berpotensi menurunkan suku bunga pada pekan depan dengan perkiraan inflasi 9,6%. Bursa saham Jepang melemah karena kekhawatiran terhadap ketidakjelasan sikap para pemimpin Eropa untuk menyelesaikan krisis utang dan kekhawatiran terhadap penguatan Yen serta dampaknya terhadap keuntungan perusahaan Jepang. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu CSPI (YoY) Jepang di level -0,10% dari sebelumnya -0,40%; Business Confidence New Zealand di level 13,2 dari sebelumnya 30,3; Industrial Production (YoY) Filipina di level 2,1% dari sebelumnya 4,6%; dan CPI (QoQ) Aussie di level 0,6% dari sebelumnya 0,9%.

Bursa saham Eropa ditutup variatif dengan pelemahan pada Jerman, Perancis, Belanda, dan Spanyol yang dipicu kekhawatiran investor terhadap tidak dihasilkannya solusi penanganan krisis pada pertemuan puncak pemimpin Uni Eropa semalam. Pasar melihat terjadi keraguan dari kepala pemerintahan Uni Eropa untuk menyetujui paket penyelamatan di KTT Brussels. Sebanyak 10 anggota Uni Eropa dikabarkan tidak menyetujui rencana rekapitalisasi perbankan kecuali menambah dana di EFSF. Di sisi lain, harapan Uni Eropa sempat kandas setelah Brasil menolak membeli obligasi Eropa untuk membantu meringankan krisis utang. Sebelumnya dilaporkan para pemimpin Eropa berharap bahwa negara-negara berkembang termasuk Brasil dan China bisa menyediakan dana untuk membeli obligasi zona euro sehingga akan membantu yield yang lebih rendah dan mengurangi tekanan pada negara-negara seperti Spanyol dan Italia namun, MenKeu Brasil mendesak agar Eropa bisa memecahkan masalah fiskalnya sendiri dan tidak berniat untuk membeli obligasi. Brasil akan bersedia untuk memberikan bantuan keuangan melalui IMF. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Import Price Index (MoM) Jerman di level 0,6% dari sebelumnya -0,7%; Business Confidence Italia di level 94 dari sebelumnya 94,5; dan CBI Industrial Trends Orders Inggris di level -18 dari sebelumnya -9.

Bursa kawasan Amerika bergerak menguat yang dipicu sikap optimisme dan rasa puas investor dengan apa yang terjadi dan dilakukan pemimpin Uni Eropa dimana Uni Eropa akan meningkatkan dana sebesar €440 miliar untuk bailout meski rinciannya belum dapat dijelaskan hingga November 2011. Pada pertemuan semalam, Pemimpin Eropa menyepakati untuk memaksa bank meningkatkan modal lebih banyak hingga Juni 2012 untuk melindungi terhadap kerugian dari restrukrisasi utang Yunani dan mencoba
mengatasi krisis keuangan daerah. Saham-saham di sektor keuangan menguat. Dari 206 perusahaan di S&P500 yang telah melaporkan pendapatan untuk Q3-11, sekitar 72% telah melampaui perkiraan di Wall Street. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Durable Goods Orders (MoM) AS di level -0,8% dari sebelumnya -0,1%; Core Durable Goods Orders (MoM) di level 1,7% dari sebelumnya -0,4%; dan New Home Sales di level 313 ribu dari sebelumnya 296 ribu.

Pada perdagangan Kamis (26/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.659-3.698 dan resistance 3.759-3.780. IHSG berbalik arah dengan mampu ditutup positif seiring keyakinan pasar terhadap hasil KTT Uni Eropa. Candle membentuk hammer . Posisi candle mendekati upper bollinger bands. MACD masih mencoba naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba naik di sekitar area overbought. Sentimen positif kembali masuk ke pasar seiring kemajuan yang dicapai pada KTT Uni Eropa. Pasar pun sepertinya akan kembali mengakumulasi saham-saham pilihan sehingga dapat membawa penguatan bagi IHSG. Tentu saja laju penguatan ini bisa terus berlangsung dengan asumsi tidak terganjal oleh aksi profit taking masif.



(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads