Selama empat sesi perdagangan terakhir pekan ini asing telah membukukan nilai pembelian bersih mencapai Rp.1,41 triliun. Ini mengindikasikan arus dana asing mulai kembali ke pasar keuangan Indonesia setelah pada bulan lalu terjadi penarikan dana. Ini tentunya dipicu optimisme pelaku pasar global atas prospek penyelesaian krisis utang Eropa dan meredahnya kekhawatiran terjadinya resesi di perekonomian AS maupun Eropa. Tadi malam, merespon dicapainya kesepakatan penyelesaian utang Yunani, pelaku pasar kembali memburu aset-aset beresiko sehingga memicu lonjakan di pasar saham global maupun pasar komoditas. Indeks DJIA dan S&P 500 di Wall Street ditutup naik masing-masing 2,8% dan 3,4%. Sedangkan indeks DAX Jerman melonjak hingga 5,3%, indeks FTSE London naik 2,9%, dan CAC 40 Paris naik lebih 6%. Sementara harga minyak mentah di AS naik 4% mencapai hampir USD94/barrel.
Pasar saham kembali mendapat momentum penguatannya menyusul hasil KTT Uni Eropa yang menyepakati penambahan dana talangan melalui skim EFSF hingga EUROS 1 triliun dan private sector menyepakatai pemotongan utang Yunani hingga 50%. Selain isu positif dari Uni Eropa, data perekonomian AS juga menunjukkan pertumbuhan sehingga menghilangkan kekhawatiran terjadi resesi di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar tersebut. Angka pertumbuhan ekonomi AS Q3 11 lalu naik mencapai 2,5% dibandingkan Q2 11 yang sebesar 1,3%. Pengeluaran konsumsi masyarakat AS September lalu tumbuh 0,6% lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang hanya 0,2%. Berbagai perkembangan positif tersebut akan kembali mendorong aksi beli di pasar saham hari ini. IHSG diperkirakan akan kembali melonjak dan diperkirakan akan menembus level 3900 untuk mengarah ke 4000 dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Level support hari ini ada di 3763 sedangkan target penguatan menuju ke 3973.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan saham :
ADRO 2025-2300 Buy
BUMI 2375-2800 Buy
SGRO 3000-3200 Buy
TINS 1950-2150 Buy break 2000
BORN 1040-1110 Trading Buy
PGAS 2900-3250 Sell on Strength
BBRI 6700-7000 Buy
BJBR 1020-1130 Trading Buy
SMCB 1880-2000 Trading Buy
SIMP 1190-1340 Trading Buy
BBNI 3950-4200 Trading Buy
(ang/ang)











































