Aksi beli pelaku pasar saham tadi malam menyusul keputusan European Central Bank (ECB), secara mengejutkan, mengambil langkah memotong tingkat bunga acuannya sebesar 25 basis poin dari 1,5% menjadi 1,25%. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi atas perlambatan pertumbuhan ekonomi di zona Euro. Sepanjang tahun ini ECB telah menaikkan tingkat bunganya sebanyak dua kali. Data aktivitas manufaktur di zona Euro, tercermin dari indeks PMI, Oktober turun ke 47,1 dari bulan sebelumnya di 48,5. Data PMI zona Euro telah tiga bulan berturut-turut berada di bawah 50, yang mengindikasikan terjadinya kontraksi di sektor manufaktur di kawasan tersebut. Langkah ECB menurunkan tingkat bunga diharapkan bisa menahan tren penurunan aktivitas industri di sana.
Di samping penurunan tingkat bunga ECB, aksi beli juga dipicu oleh kemungkinan dibatalkannya refrendum di Yunani. Sebelumnya isu refrendum Yunani telah memukul pasar saham dan komoditas. Usulan refrendum yang kontroversial tersebut telah menimbulkan kepanikan di pasar keuangan karena berpotensi mengakibatkan terjadinya krisis keuangan di zona Euro dan kawasan lainnya. Akibat kekhawatiran baru tentang refrendum Yunani tersebut pasar saham Asia kemarin kembali terkoreksi. Ini berimbas pada perdagangan saham di bursa Indonesia. IHSG pada perdagangan kemarin sempat turun sekitar 77 poin di level 3686, namun aksi beli selektif atas saham BUMI, PGAS, dan AALI pada sesi terakhir membuat IHSG akhirnya ditutup di atas 3700 yakni di 3705,810, atau melemah 57 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG S1 3694 S2 3673 R1 3762 R2 3828
Pilihan saham:
- BUMI 2275-2450 Trading Buy
- ADRO 2000-2100 Trading Buy
- PGAS 3000-3200 Buy
- INDF 4900-5400 Buy break 5100
- ENRG 152-166 Trading Buy
- BORN 830-1000 Trading Buy
- BBRI 6550-6900 Buy
- UNSP 280-300 Maintain Buy
- BMRI 6850-7400 Maintain Buy











































