Indeks sektoral saham bergerak menguat dengan kenaikan yang diawali dengan indeks perdagangan yang naik 3,63% ke level 535,61; indeks keuangan naik 2,67% ke level 509,79; indeks industri dasar naik 2,39% ke level 387,44; indeks konsumer naik 2,06% ke level 1.250,69; indeks manufaktur naik 2% ke level 937,03; indeks properti naik 1,94% ke level 214,78; indeks aneka industri naik 1,64% ke level 1.223,55; indeks perkebunan naik 1,33% ke level 2.129,94; indeks infrastruktur naik 1,29% ke level 713,95; dan indeks pertambangan naik 1,19% ke level 2.675,22. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 612 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,81 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,2 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.150 ke Rp 60.550; United Tractors (UNTR) naik Rp 1.250 ke Rp 24.650; Astra International (ASII) naik Rp 1.000 ke Rp 68.300; Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 600 ke Rp 13.500; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 550 ke Rp 15.500; Indospring (INDS) naik Rp 525 ke 4.175; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 12.900 ke level Rp 500; BFI Finance Indonesia (BFIN) naik Rp 450 ke Rp 6.700; dan H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke level Rp 32.250.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.962/US$ dari sebelumnya di Rp 8.983/US$ yang dipicu harapan investor terhadap membaiknya sentimen global setelah PM Papandreou membatalkan refrendum dengan tujuan agar Ia mendapat mosi kepercayaan dari Parlemen. Yang ditakutkan pasar adalah sikap tidak jelas PM Papandreou sehingga membingungkan pasar. Meski terjadi pembatalan, bukan berarti lebih baik. Jika berasumsi Parlemen Yunani masih akan memberikan kepercayaan kepada Papandreou memimpin, Jerman dan Perancis sudah bersikap tidak akan memberikan dana bailout hingga adanya kejelasan posisi Yunani terhadap zona euro. Adanya sikap berubah dari Yunani nantinya akan menjadi topik dalam pertemuan MenKeu Zona Euro pada Senin (7/11). Para MenKeu akan mempertimbangkan apakah akan tetap mencairkan atau menunda bailout Yunani. Rupiah sempat mendapat sentimen positif dari pengumuman ECB yang menurunkan suku bunga acuan 25 bps ke level 1,25%. Tetapi, sentimen positif ini tertahan setelah ECB juga merilis outlook ekonomi Uni Eropa yang tidak begitu positif. Di sisi lain, Bank Sentral Australia (RBA) juga memberikan indikasi peluang untuk menurunkan suku bunga 25% dari level saat ini 4,5%. Bersamaan dengan itu, pernyataan Gubernur BI bahwa ada ruang penurunan BI rate juga menjadi tekanan bagi Rupiah. Pasar juga masih wait and see menantikan data GDP Indonesia untuk Q3-11 yang angkanya diperkirakan positif ke level 6,6% dari kuartal sebelumnya 6,5%.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Thailand dan Bangladesh yang dipicu sikap PM Yunani yang membatalkan rencana refrendum di negaranya. Tetapi, penguatan ini masih tertahan oleh sikap investor yang tetap hat-hati dengan mosi tidak percaya parlemen Yunani. Mayoritas sektoral menunjukkan peningkatan, terutama sektor komoditas dan teknologi. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Trade Balance Malaysia di level US$ 9,63 miliar dari sebelumnya US$ 10,98 miliar.
Bursa saham Eropa ditutup melemah kecuali Denmark dan Austria yang dipicu kembalinya sikap wait and see investor terhadap pengambilan keputusan mosi percaya parlemen kepada PM Yunani dan hasil dari KTT G-20. Sebelumnya diperkirakan bursa saham Eropa akan bergerak naik setelah Yunani mengupayakan konsensus politik untuk menyetujui prasyarat bailout kedua. Apalagi rencana refrendum mendapat tentangan keras dari sejumlah menteri dalam kabinet dan partai oposisi Yunani yang menolak diadakannya refrendum. Belakangan diketahui PM Papandreou sukses dengan mosi percaya di parlemen dengan suara 153-145 pada Sabtu (5/11) yang didukung rivalnya partai Sosialis. Ancaman default Yunani atau keluar dari zona euro telah memperburuk krisis utang Uni Eropa, yang telah berjuang untuk memberikan bailout terhadap Yunani, Irlandia dan Portugal. Dari hasil KTT G-20, Eropa gagal mendapatkan bantuan utang dari pemimpin ekonomi negara kaya. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Industrial Production (YoY) Spanyol di level -1,8% dari sebelumnya 0,3%; Service PMI Perancis di level 44,6 dari sebelumnya 46; Service PMI Jerman di level 50,60 dari sebelumnya 52,10; Service PMI Eropa di level 46,40 dari sebelumnya 47,20; dan Factory Orders (MoM) Jerman di level -4,3% dari sebelumnya -1,4%.
Bursa kawasan Amerika bergerak melemah yang dipicu respon negatif investor terhadap kondisi di Uni Eropa. Saham-saham keuangan dan industri melemah. Sejak awal perdagangan, bursa saham AS melemah menjelang mosi tidak percaya parlemen Yunani dan menunggu hasil KTT G20. Investor juga mengawasi perkembangan Italia setelah menyetujui dalam pengawasan IMF dan Uni Eropa dalam melakukan reformasi ekonomi. Meski melemah, saham Groupon Inc menguat di hari pertama perdagangan setelah Depnaker AS menaikkan perkiraan pertumbuhan pekerja. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Unemployment Rate AS di level 9% dari sebelumnya 9,1%; Nonfarm Payrolls di level 80 ribu dari sebelumnya 158 ribu; Private Nonfarm Payrolls di level 104 ribu dari sebelumnya 191 ribu; dan Unemployment rate Kanada di level 7,3% dari sebelumnya 7,1%.
Pada perdagangan Senin (7/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.669-3.726 dan resistance 3.820-3.858. IHSG membentuk candle positif seperti shooting star namun, dengan ekor yang lebih pendek. Posisi candle masih mendekati middle bollinger bands. MACD bergerak melemah dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba reversal menuju area overbought. Tampaknya laju IHSG akan kembali tertahan setelah KTT G-20 tidak terlalu menghasilkan keputusan yang signifikan. Pasar akan wait and see terhadap perkembangan Yunani pasca dibatalkannya refrendum.
(qom/qom)











































