Indosurya: Waspadai Koreksi IHSG

Indosurya: Waspadai Koreksi IHSG

- detikFinance
Kamis, 10 Nov 2011 08:14 WIB
Jakarta - IHSG menguat 27,41 poin (0,73%) di level 3.805,65. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,15 triliun unit saham dengan nilai total Rp 5,14 triliun. Sebanyak 150 saham naik, 109 saham turun, dan 70 saham stagnan. LQ-45 naik 1,61% ke level 689,29 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,84% ke level 538,08.

Indeks sektoral saham bergerak menguat dengan kenaikan yang diawali dengan indeks aneka industri yang naik 2,81% ke level 1.260,40; indeks perdagangan naik 1,90% ke level 553; indeks perkebunan naik 1,80% ke level 2.170,57; indeks keuangan naik 1,58% ke level 522,03; indeks konsumer naik 1,40% ke level 1.271,42; indeks pertambangan naik 1,38% ke level 2.726,07; indeks manufaktur naik 1,39% ke level 955,92; indeks pertambangan naik 1,38% ke level 2.726,07; indeks
properti naik 1,32% ke level 217,69; dan indeks infrastruktur naik 0,33% ke level 715,42. Sementara indeks industri dasar turun 0,48% ke level 392,34. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 842,75 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,52 triliun dan
total penjualan asing mencapai Rp 1,68 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 2.300 ke Rp 70.800; United Tractor (UNTR) naik Rp 1.000 ke Rp 26.150; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 62.450; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 700 ke Rp 21.950; Merck (MERK) naik Rp 500 ke Rp 129.000; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 450 ke 44.550; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 400 ke level Rp 18.850; Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 16.200; dan Central Omega Resources (DKFT) naik Rp 350 ke level Rp 3.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring berita positif atas transisi pemerintahan Yunani dan Italia, bursa saham AS dan Eropa ditutup positif pada perdagangan sebelumnya sehingga membawa imbas positif bagi pergerakan bursa saham Asia yang juga membuat IHSG bertahan di zona hijau. Pasar juga mendapat dukungan dari potensi penambahan pelonggaran moneter The Fed dan data penurunan inflasi di China. Sejak di buka, IHSG terus melaju hingga menyentuh level di atas 3.825. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.859,10 (level tertingginya) di awal sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.806,47 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.857,36. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.895/US$ dari sebelumnya di Rp 8.933/US$ yang kemungkinan dipicu optimisme meningkatnya aliran dana asing ke pasar domestik. Apalagi Yunani dan Italia berencana untuk melakukan transisi pemerintahan dan mereformasi keuangan negaranya. Yunani akan memilih PM yang baru sehingga memberikan angin positif untuk Euro sehingga US$ berpotensi kembali melemah. Di sisi lain, pasar bereaksi positif jika PM Berlusconi akhirnya mau mengundurkan diri setelah voting dari parlemen menunjukkan kurangnya dukungan kepadanya. Selama ini, Italia enggan untuk mereduksi anggarannya karena faktor Berlusconi tersebut. Rupiah juga mendapat dukungan dari potensi penambahan pelonggaran moneter The Fed dan berkurangnya minat asing terhadap aset-aset AS.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Thailand, India, Singapura, dan Sri Lanka. Sementara Pakistan libur. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap pernyataan PM Berlusconi yang akan mengundurkan diri. Pelaku pasar berharap reformasi keuangan di Italia dapat bangkit dan menuntaskan krisis utang. Hal ini dinilai akan membuka jalan bagi reformasi penghematan anggaran untuk mengatasi meluasnya krisis utang Uni Eropa. Bursa saham Jepang yang sebelumnya melemah, kemarin bisa menguat seiring dengan pemberitaan rencana pengunduran diri tersebut meskipun pelaku pasar masih diliputi kekecewaan atas terungkapnya penyelewengan di internal emiten Olympus yang selama ini tertutupi. Bursa saham Australia ditutup menguat terangkat oleh sektor pertambangan dan perbankan terkait disahkannya UU pajak karbon bagi perusahaan yang menghasilkan gas emisi di atas batas dan kemajuan penyelesaian krisis utang zona euro atas reformasi anggaran di Italia serta kondisi inflasi di China yang melandai ke 5,55% pada Oktober dibandingkan September di level 6,1%. Para pemimpin China telah mulai berbicara dalam beberapa minggu terakhir tentang kebijakan makroekonomi untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dengan menstabilkan harga dan melawan inflasi tetap menjadi prioritas utama. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Unemployment rate KorSel di level 3,1% dari sebelumnya 3,2%; Westpac Consumer Sentiment Aussie di level 6,3% dari sebelumnya 0,4%; CPI (YoY) China di level 5,5% dari sebelumnya 6,1%; PPI China di level 5% dari sebelumnya 6,5%; Retail Sales (YoY) China di level 17,2% dari sebelumnya 17,7%;
Fixed Asset Investment (YoY) China di level 24,9%; dan Industrial Production (YoY) China di level 13,2% dari sebelumnya 13,8%.

Bursa saham Eropa ditutup melemah yang dipicu turunnya imbal hasil obligasi Italia dan Jerman hingga 500 bps. Investor kembali khawatir dengan kenaikan yield obligasi tersebut. Hal ini memperlihatkan kepercayaan pasar belum pulih signifikan meski Yunani dan Italia akan melakukan pergantian pemerintahan untuk mereformasi keuangan negaranya. Pasar lega dengan kesediaan Berlusconi tetapi tidak ada jaminan penggantinya akan melakukan perubahan yang lebih baik. Setelah Yunani, kondisi di Eropa belum stabil setelah PM Italia menyatakan akan mengundurkan diri setelah bisa meloloskan budget reform . Akibatnya yield obligasi pemerintah Italia dengan tenor 10 tahun mencapai lebih dari 7,21%, rekor tertinggi sejak Uni Eropa didirikan di tahun 1999. Padahal obligasi Jerman tenor 10 tahun hanya memberikan yield 1,73%. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Trade Balance Inggris di level US$ -9,8 miliar dari sebelumnya US$ -8,6 miliar.

Bursa kawasan Amerika bergerak melemah kecuali Venezuela yang dipicu respon negatif investor terhadap aksi Clearing House Eropa yang meningkatkan initial margin requirement untuk bertransaksi obligasi pemerintah Italia sehingga menyebakan yiel obligasi tersebut mengalami kenaikan di atas level 7%. Level ini dinilai lebih tinggi bila dibandingkan acuan obligasi pemerintah Portugal dan Irlandia sewaktu kedua negara tersebut dibailout. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Wholesale Investories (MoM) di level -0,1% dari
sebelumnya 0,1% dan MBA Mortgage Applications di level 10,3% dari sebelumnya 0,2%.

Pada perdagangan Kamis (10/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.788-3.822 dan resistance 3.875-3.893. IHSG sedikit membentuk white marubozu menyamai sebelumnya. Posisi mendekati upper bollinger bands. MACD tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mendekati area overbought. Tampaknya awan positif mulai bergeser setelah ada kabar terbaru dari Uni Eropa. Kenaikan yang diharapkan masih berlanjut hari ini sepertinya akan tertunda. Investor bisa waspada kemungkinan akan terjadi koreksi hari ini namun, bisa juga dimanfaatkan untuk mencari saham-saham di harga bawah.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads