Prospek perekonomian Indonesia yang masih positif, dengan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia 3Q11 mencapai 6,5%, tingkat inflasi yang relatif rendah di bawah 5%, dan tingkat bunga yang relatif stabil di 6,5% membuat Indonesia menjadi tempat yang menarik untuk mengembangbiakan dana-dana para fund global tersebut. Di sisi lain kawasan Eropa masih dililit persoalan utang negara. Sedangkan ekonomi AS, meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan namun pemulihan terlihat masih rapuh.
Pada perdagangan hari ini, akibat meningkatnya kembali resiko pasar yang dipicu memburuknya krisis utang zona Euro, aksi jual akan mendominasi perdagangan. Tadi malam indeks DJIA dan S&P 500 di Wall Street anjlok tajam di atas 3%. Hal ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap melonjaknya yield obligasi Italia hingga mencapai 7,502% , level tertinggi sejak Euro diperkenalkan pertama kali tahun 1999. Fokus pelaku pasar global saat ini bergeser dari Yunani ke Italia. Utang Italia yang mencapai EUROS 1,9 triliun jauh lebih besar dibandingkan Yunani. Italia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke delapan di dunia menjadi pertaruhan besar zona Euro mempertahankan kredibilitas mata uang tunggalnya. Meningkatnya kembali resiko pasar global akan dimanfaatkan para spekulan melakukan short-sell. IHSG akan kembali menguji support pertama di 3774 dan support berikutnya di 3713. Sedangkan target resisten ada di 3873.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan saham :
ADRO 2000-2150 Sell ; stop loss 1940
BBRI 6700-7150 Buy on Weakness ; stop loss 6550
UNSP 280-295 Buy on Weakness ; stop loss 270
BMRI 7250-7550 Sell on Strength
KRAS 860-960 Buy break 890
INTP 15150-16000 Buy on Weakness ; stop loss 14850
BBTN 1380-1500 Buy on Weakness ; stop loss 1340
BJBR 980-1060 Buy on Weakness
ASII 68600-71700 Sell on Strength
(ang/ang)











































