Indeks sektoral saham bergerak melemah dengan penurunan yang diawali dengan indeks pertambangan yang turun 0,87% ke level 2.643,91; indeks konsumer turun 0,44% ke level 1.243,51; indeks industri dasar turun 0,42% ke level 378,64; indeks keuangan turun 0,21% ke level 511,13; indeks manufaktur turun 0,11% ke level 933,42; indeks perdagangan turun 0,05% ke level 548,11; dan indeks infrastruktur turun 0,02% ke level 703,13. Sementara penguatan pada indeks perkebunan yang naik 1,37% ke level 2.155,43; indeks properti naik 0,65% ke level 215,43; dan indeks aneka industri naik 0,52% ke level 1.239,01. Indeks MBX dan DBX melemah namun, ISSI menguat.
IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 45,45 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,05 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 43.800; Astra International (ASII) naik Rp 350 ke Rp 69.500; Smart (SMAR) naik Rp 300 ke Rp 6.700; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 200 ke Rp 21.500; Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 200 ke Rp 6.650; Ace Hardware Indonesia (ACES) naik Rp 175 ke 3.650; Sona Topas Tourism Industry (SONA) naik Rp 150 ke level Rp 2.975; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 150 ke Rp 12.500; dan Mayora Indah (MYOR) naik Rp 100 ke level Rp 14.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.005/US$ dari sebelumnya di Rp 8.975/US$ yang kemungkinan dipicu terpengaruh dari penurunan bursa saham karena investor wait and see terhadap perkembangan terbaru pasca pergantian PM di Yunani maupun Italia. Padahal Rupiah sempat menguat setelah ada kabar pemerintahan baru baik di Italia maupun Yunani yang tetap berkomitmen untuk melakukan reformasi fiskal meski dengan memperketat anggaran. Pasar menantikan voting senat Italia untuk melaksanakan reformasi fiskal dan pemerintahan baru pengganti PM Berlusconi akan diumumkan Italia awal pekan ini. Calonnya adalah mantan Komisioner Uni Eropa, Mario Monty, yang dinilai pasar cukup positif dan dipercaya bisa melobi Uni Eropa untuk mendapatkan bantuan. Selain itu, voting-voting dari Parlemen Italia juga akan lebih lancar untuk program-program pengetatan pajaknya. Rupiah juga sempat mendapat dukungan dari beberapa data ekonomi yang dirilis di AS, diantaranya perbaikan angka pengangguran dan penyusutan defisit perdagangan AS.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat tipis kecuali India, Malaysia, Vietnam, dan Bangladesh. Pergerakan ini dipicu oleh imbas penguatan bursa saham AS yang didukung Saham-saham berbasis energi. Pasar juga merespon positif laporan kinerja emiten yang mengangkat saham AS dan beban utang Italia yang bisa diatasi melalui lelang obligasi. Aksi beli yang melanda bursa saham AS terjadi setelah data pengajuan klaim pengangguran AS mencatatkan penurunan. Sentimen lainnya adalah tingkat kecemasan investor akan krisis utang Eropa mereda setelah yield obligasi Italia menurun dan pemilihan PM Yunani yang baru. Tetapi, respon positif ini masih terbatas dan investor tetap berhati-hati akan kondisi krisis Eropa yang masih jauh dari tuntas. Di KorSel, Bank Sentral Korea menahan suku bunga acuan selama 5 bulan berturut-turut. Bursa Saham Australia naik tipis, ditopang oleh pemulihan di Wall Street dan krisis utang Eropa yang dinilai sedikit mereda meski masih ada rasa kekhawatiran investor. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Tertiary Industry Activity Index (MoM) Jepang di level -0,7% dari sebelumnya 0%; GDP (QoQ) Hong Kong di level 0,1% dari sebelumnya -0,4%; dan suku bunga KorSel tetap di level 3,25%.
Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Portugal, Iceland, dan Yunani yang dipicu ekspektasi positif investor terhadap perkembangan Italia dan Yunani untuk menemukan jalan penghematan yang bertujuan mengatasi krisis. Italia juga mengupayakan untuk membentuk pemerintahan baru setelah Mantan Komisioner Eropa, Matio Monti, disebut-sebut akan memimpin pemerintahan sementara menggantikan Silvio Berlusconi. Dari pasar surat utang, lelang obligasi Italia berjalan sukses. Investor juga melihat kemajuan di bidang politik sehingga membantu sentimen positif di bursa. Data AS sebelumnya juga telah mendukung penguatan bursa saham Eropa karena pemulihan ekonomi mulai terlihat hasilnya. Investor juga akhirnya merespon positif kesalahan rating Perancis oleh S&P yang turun menjadi A-. Dengan kesalahan ini memperlihatkan bahwa ekonomi Perancis masih cukup baik sehingga ratingnya pun seharusnya tidak turun, meskipun ikut terimbas krisis juga karena porsi di obligasi Yunani cukup besar. Data ekonomi yang dirilis diantaranya PPI Input (MoM) Inggris di level -0,8% dari sebelumnya 1,8%.
Bursa kawasan Amerika bergerak menguat yang dipicu kenaikan tingkat kepercayaan konsumen AS di atas estimasi. Tidak hanya itu, disetujuinya paket penghematan anggaran oleh parlemen Italia turut meredakan kecemasan mengenai krisis utang Eropa. Pasar berharap Yunani dan Italia bisa kembali berbisnis. Dari AS sendiri, data ekonomi AS mulai membaik dan semakin meningkat meski secara perlahan. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Michigan Consumer Sentiment Index di level 64,2 dari sebelumnya 60,9 dan Industrial Production (YoY) di level 3,6% dari sebelumnya 3,4%.
Pada perdagangan Senin (14/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.746-3.762 dan resistance 3.798-3.817. IHSG membentuk doji star dimana sebelumnya membentuk candle negatif. Posisi mendekati middle bollinger bands. MACD bergerak turun namun, tertahan dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mendatar di bawah area overbought. Di akhir pekan, IHSG mengalami koreksi tipis yang memperlihatkan kekuatan daya jual berhasil ditahan oleh kekuatan daya beli. Sentimen positif dari AS dan Eropa untuk sementara diharapkan bisa membawa angin segar agar IHSG bisa menapak di zona hijau.
(qom/qom)











































