Resiko eksternal sepekan kemarin cenderung meningkat terutama terkait dengan krisis utang zona Euro yang telah menjalar ke Italia dari Yunani. Hal ini juga menjangkiti pasar saham Indonesia. Alhasil IHSG yang telah mencapai level 3857,363 (9/11) kembali melemah hingga ditransaksikan di kisaran 3783 pada akhir pekan kemarin. Namun memasuki pekan ini diperkirakan iklim pasar sedikit membaik menyusul kemajuan yang dicapai oleh Italia dan Yunani dalam menyelesaikan krisis utangnya. Kedua negara tersebut akhirnya dipimpin oleh figur baru yang tentunya diharapkan bisa melakukan langkah-langkah penyelamatan anggarannya. Di pasar saham AS, indeks DJIA pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat 2,19%. Bursa utama di zona Euro seperti CAC 40 Paris dan DAX Jerman ditutup masing-masing menguat 2,78% dan 3,22% pada perdagangan akhir pekan kemarin merespon kemajuan yang dicapai Italia.
Di AS, selain dipicu redahnya sentimen krisis utang Italia, pasar juga bereaksi positif terkait naiknya indeks sentimen konsumen di AS awal November yang berada di 64,2 naik dari Oktober 60,9. Ini mengindikasikan konsumsi masyarakat AS akan meningkat karena ekspektasi positif atas kemajuan pemulihan ekonomi di sana. Membaiknya iklim pasar saham global berpeluang mengangkat kembali minat beli investor pada perdagangan awal pekan ini. Harga saham sektoral berpeluang menguat kembali. IHSG akan kembali bergerak di atas level 3800 dengan target resisten pertama ada di 3816 dan resisten berikutnya ada di 3876. Sedangkan level support ada di 3762
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan saham :
ADRO 2050-2150 Trading Buy
BMRI 7100-7400 Trading Buy
INTP 14900-16350 Maintain Buy
BUMI 2250-2425 Trading Buy
PGAS 3050-3175 Trading Buy
BBTN 1390-1500 Trading Buy
SSIA 390-420 Trading Buy
ENRG 155-171 Trading Buy
ITMG 43400-45200 Maintain Buy
JSMR 3750-3975 Maintain Buy
INDF 4825-5150 Maintain Buy
(ang/ang)











































