Lautandhana Securindo: Bursa Dunia Masih Fluktuatif

Lautandhana Securindo: Bursa Dunia Masih Fluktuatif

- detikFinance
Senin, 14 Nov 2011 08:57 WIB
Jakarta - IHSG akhir pekan kembali ditutup melemah tipis sebesar 0,1% berada di level 3.778,9 sebagaia akibat hasil dari aksi profit taking investor terutama di saham-saham sektor pertambangan dan consumer. Penguatan saham sektor property, aneka industri dan perkebunan mampu menahan pelemahan indeks. Asing membukukan transaksi net buy sebesar Rp 44 miliar. Sementara itu, bursa regional cenderung ditutup menguat sebesar 1%-2,8%. Saham-saham top gainers diantaranya ITMG naik Rp 400, ASII naik Rp 350, SMAR naik Rp 300 dan SCMA naik Rp 200; sedangkan saham-saham top losers antara lain GGRM turun Rp 500, BYAN turun Rp 300, HEXA turun Rp 250 dan UNTR turun Rp 250.

Perdagangan bursa Wall Street dan Eropa pada akhir pekan berhasil ditutup menguat rata-rata sebesar 2%-3% dipicu oleh membaiknya data konsumer dan adanya kesepakatan senat Italia untuk melakukan reformasi ekonomi termasuk rencana kebijakan penghematan anggaran baru. Ditambahkan pula, penyusunan kebijakan penghematan anggaran Yunani oleh PM yang baru dan koalisinya turut memberi andil penguatan akhir pekan. Indeks DJ Euro Stoxx mencetak kenaikan tertinggi sebesar 3% di level 2.324,8.

Pada pagi ini, bursa regional dibuka menguat menyambut sentimen poisitif global. Indeks KLSE +1,0%; Nikkei +1,6%; STI +0,1% dan KOSPI +1,9%. Untuk IHSG sendiri pergerakan di awal pekan diperkirakan menguat terbatas dengan kisaran trading di level 3.689-3.852. Faktor domestik, seperti diturunkannya BI rate; kinerja 9M11 yang positif akan menjadi motor pergerakan IHSG yang didukung oleh sentimen dari Eropa. Namun demikian, perlu diingat bahwa proses penyelesaian krisis utang Eropa ini masih bersifat “fuzzy” sehingga pergerakan bursa dunia masih sangat berfluktuatif. Ditengah situasi ini, saham-saham berfundamental solid layak untuk dicermati, antara lain: Grup Astra (ASII dan UNTR), ADRO, ITMG, PTBA, JSMR, BBRI dan BMRI.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads