Indeks sektoral saham bergerak menguat dengan kenaikan yang diawali dengan indeks aneka industri yang naik 3,4% ke level 1.281,18; indeks manufaktur naik 2,12% ke level 953,18; indeks industri dasar naik 1,92% ke level 385,92; indeks keuangan naik 1,47% ke level 518,66; indeks perdagangan naik 1,46% ke level 556,21; indeks perkebunan naik 1,41% ke level 2.185,76; indeks konsumer naik 1,14% ke level 1.257,71; indeks properti naik 1,02% ke level 217,63; indeks pertambangan naik 0,77% ke level 2.664,29; dan indeks infrastruktur naik 0,52% ke level 706,76. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 275,59 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,06 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 781,7 miliar.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 2.500 ke Rp 72.000; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 62.000; United Tractors (UNTR) naik Rp 1.150 ke Rp 26.600; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 950 ke Rp 12.300; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 13.100; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 600 ke 13.100; H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke level Rp 32.750; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 450 ke Rp 21.950; dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 400 ke level Rp 15.300.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.955/US$ dari sebelumnya di Rp 9.005/US$ yang dipicu oleh penguatan Euro pasca terpilihnya PM yang baru baik Italia maupun Yunani. Kabar positif ini muncul setelah Senat Italia mengesahkan undang-undang anggaran baru yang akan memungkinkan untuk persetujuan akhir di majelis rendah dan pembentukan pemerintahan darurat Italia sehingga semakin membuka jalan pengunduran diri PM Berlusconi dan penunjukan Mario Monti sebagai penggantinya. Sementara itu, Yunani pun telah menunjuk PM Yunani yang baru, Lucas Papademos yang diharapkan mampu menyelesaikan krisis finansial di Yunani. Rupiah juga mendapat sentimen positif dari kenaikan rating Indonesia oleh lembaga pemeringkat Jepang, R&I serta positifnya data sentimen konsumen AS di akhir pekan kemarin.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Aussie, New Zealand, Pakistan, India, dan Vietnam. Pergerakan ini dipicu oleh kondisi Eropa yang diekspektasikan bisa membaik pasca pergantian PM Yunani dan PM Italia yang baru. Para pemimpin tersebut diharapkan mampu menyelesaikan krisis keuangan Eropa yang masih bergejolak dna didorong untuk menuntaskan utang yang tengah membelit dan mengembalikan kredibilitas negaranya di mata investor. Presiden Italia menunjuk mantan Komisioner Eropa Mario Monti akhir pekan lalu untuk memimpin pemerintahan baru Italia. Sementara di Yunani, Lucas Papademos, mantan pembuat kebijakan ECB, telah dilantik sebagai PM Yunani yang baru. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Retail Sales (QoQ) New Zealand di level 2,2% dari sebelumnya 1%; GDP (QoQ) Jepang di level 1,5% dari sebelumnya -0,5%; dan Industrial Production (MoM) Jepang tetap di level -3,3% dari sebelumnya -4%.
Bursa saham Eropa ditutup melemah kecuali Swiss dan Denmark yang dipicu respon negatif investor terhadap lelang obligasi Italia senilai β¬3 miliar yang jatuh dengan imbal hasil mencapai 6,39% dengan maturitas 5 tahun. Di sisi lain, imbal hasil obligasi Italia untuk 10 tahun turun hingga 7 bps. Imbal hasil obligasi Prancis untuk 10 tahun jatuh 12 bps namun, imbal hasil obligasi Spayol naik 2 bps dan untuk obligasi Yunani dengan jatuh tempo 2 tahun naik 188 bps atau 1,88 poin ke 110,78%. Padahal di awal perdagangan, bursa saham Eropa sempat menghijau setelah pasar bereaksi positif terhadap pergantian PM Italia dan Yunani. Data ekonomi yang dirilis diantaranya House Price Index (MoM) Jerman di level 1,3% dari sebelumnya 1,9%; Industrial New Orders (YoY) Spanyol di level 5,6% dari sebelumnya 9,4%; dan Industrial Production (MoM) Eropa di level -2% dari sebelumnya 1,4%.
Bursa kawasan Amerika bergerak melemah tipis yang dipicu kenaikan imbal hasil obligasi Italia. Kondisi ini dinilai investor bahwa pasca pergantian PM yang baru, krisis utang di Uni Eropa belumlah dapat dikatakan telah mereda sepenuhnya. Kekhawatiran pun muncul karena langkah-langkah penghematan tidak populer tidak akan cukup untuk memperbaiki keuangan negara. Meningkatnya imbal hasil obligasi menjadi perhatian serius pelaku pasar karena setiap kenaikan suku bunga mengancam kemampuan Italia dan negara-negara lain untuk membiayai kegiatan. Belum ada data ekonomi yang dirilis semalam.
Pada perdagangan Selasa (15/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.761-3.797 dan resistance 3.851-3.869. IHSG membentuk white marubozu dimana sebelumnya membentuk doji star . Posisi sedikit menjauhi middle bollinger bands. MACD bergerak turun namun, tertahan dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba mendekati area overbought. Meski di awal pekan ini, IHSG berhasil menguat namun, tampaknya akan tertahan setelah melihat negatifnya penutupan bursa saham AS dan Eropa karena masalah di sana. Investor diharapkan mewaspadai bila pasar mulai bergerak melemah. Cermati BWPT, ASRI, ANTM, dan MYOR.
(qom/qom)











































