Indosurya: IHSG Bergerak di Rentang yang Tipis

Indosurya: IHSG Bergerak di Rentang yang Tipis

- detikFinance
Rabu, 16 Nov 2011 07:50 WIB
Jakarta - IHSG melemah 19,20 poin (0,5%) di level 3.813,84. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,62 triliun unit saham dengan nilai total Rp 2,16 triliun. Sebanyak 66 saham naik, 135 saham turun, dan 104 saham stagnan. LQ-45 turun 0,69% ke level 678,19 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,74% ke level 531,94.

Indeks sektoral saham bergerak variatif dengan pelemahan yang diawali oleh indeks keuangan yang turun 1,05% ke level 513,20; indeks aneka industri turun 0,89% ke level 1.269,81; indeks pertambangan turun 0,82% ke level 2.642,32; indeks industri dasar turun 0,79% ke level 382,89; indeks manufaktur turun 0,56% ke level 947,84; dan indeks konsumer turun 0,14% ke level 1.256. Sementara penguatan dialami oleh indeks perkebunan yang naik 0,64% ke level 2.199,68; indeks perdagangan naik 0,27% ke level 557,71; indeks properti naik 0,06% ke level 217,75; dan indeks infrastruktur naik 0,04% ke level 707,01. Indeks MBX dan ISSI melemah namun, DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 3,17 miliar dengan total pembelian asing Rp 872,4 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 869,2 miliar.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 1.900 ke Rp 16.900; H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.300 ke Rp 34.050; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 650 ke Rp 22.600; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 400 ke Rp 12.700; Matahari Departmen Store (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 3.000; Century Textill Industri (CNTX) naik Rp 250 ke 8.000; Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 250 ke level Rp 7.000; Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 200 ke Rp 10.250; dan Mayora Indah (INTP) naik Rp 200 ke level Rp 14.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi market global yang berbalik arah menjadi negatif di hari kedua pekan ini membuat laju IHSG kembali tertahan. Pergerakan mayoritas indeks regional yang melemah juga turut membuat IHSG tidak beranjak dari zona merah selama perdagangan. Pelemahan yang terjadi di bursa saham AS dan Eropa pasca kembali naiknya yield obligasi Italia 5 tahun mencapai 6,29% yang diikuti kenaikan yield pada obligasi Perancis dan Spanyol. Dengan utang lebih dari US$ 2 triliun, Italia dinilai terlalu besar untuk di-bailout. Relatif sepinya perdagangan memperihatkan, investor wait and see terhadap sentimen perkembangan terbaru dari Uni Eropa. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.833,13 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.799,45 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.813,84. Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.995/US$ dari sebelumnya di Rp 8.955/US$ yang dipicu kekhawatiran investor terhadap penyelesaian krisis utang di Eropa yang bisa mengancam persatuan negara-negara dalam kawasan tersebut. Kekhawatiran ini mencuat setelah beban biaya pinjaman Italia naik tinggi. Pelaksanaan lelang obligasi di Italia sebelumnya menegaskan bahwa investor tidak mau membayar lebih besar atas risiko pada tahapan ini. Tidak hanya yield obligasi Italia yang naik, yield dari obligasi Spanyol pun juga meroket.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali China, New Zealand, Thailand, dan Vietnam. Pergerakan ini dipicu oleh negatifnya bursa saham Eropa dan AS pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, naiknya beban biaya peminjaman di Italia turut membuat pasar saham Asia melemah. Investor kembali mencemaskan penyebaran krisis utang Eropa yang bisa semakin parah. Data-data ekonomi Eropa yang keluar pun terlihat diabaikan karena investor lebih memfokuskan pada pergantian pemerintahan di Yunani dan Italia dan kebijakan apa yang akan diambil untuk membantu Eropa keluar dari krisis. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu New Motor Vehicle Sales (MoM) Aussie di level 1,1% dari sebelumnya -0,4%; dan Retail Sales (YoY) Singapura di level -0,1% dari sebelumnya 3,5%.

Bursa saham Eropa ditutup melemah kecuali Iceland, Luxemburg, dan Denmark yang dipicu turunnya nilai dari obligasi beberapa negara di Eropa yang membawa yield dari obligasi tersebut melonjak. Yield obligasi Italia 10 tahun naik di atas 7% dan yield obligasi Spanyol naik 17 bps menjadi 6,25%. Di sisi lain, langkah S&P yang akan memberikan rating utang luar negeri Hungaria di level BBB-/A-3 pada CreditWatch dengan implikasi negatif atau 1 tingkat di atas kategori junk turut menambah kekhawatiran investor. Adanya pergantian pemerintahan di Yunani dan Italia belum sepenuhnya membuat investor yakin penanganan pengurangan krisis utang Uni Eropa. Tingginya bunga utang obligasi tersebut membuat kekhawatiran investor semakin tinggi dan akhirnya berimbas pada kenaikan yield dari obligasi tersebut. Data ekonomi yang dirilis diantaranya GDP (QoQ) Jerman di level 0,5% dari sebelumnya 0,3%; GDP (QoQ) Perancis di level 0,4% dari sebelumnya -0,1%; Non-farm Payrolls (QoQ) Perancis di level 0% dari sebelumnya 0,2%; GDP (YoY) Austria di level 2,6% dari sebelumnya 3,9%; GDP (YoY) Belanda di level 1,1% dari sebelumnya 1,6%; GDP (QoQ) Eropa di level 0,2%; ZEW Economic Sentiment Eropa di level -55,2 dari sebelumnya -48,3; dan GDP (YoY) Yunani di level -5,2% dari sebelumnya -7,4%.

Bursa kawasan Amerika bergerak menguat kecuali Kolumbia. Sementara Brazil masih libur. Pergerakan ini dipicu membaiknya data-data ekonomi AS, khususnya dari sisi penjualan ritel dan persediaan inventori manufaktur. Padahal di awal perdagangan, sempat tertekan setelah yield obligasi Italia dan Spanyol mengalami kenaikan. Data ekonomi yang dirilis diantaranya PPI (MoM) di level -0,3% dari sebelumnya 0,8%; Retail Sales (MoM) di level 0,5% dari sebelumnya 1,1%; NY Empire State Manufacturing index di level 0,6% dari sebelumnya 1,1%; Business inventories (MoM) di level 0% dari sebelumnya 0,4%; dan Manufacturing sales (MoM) Kanada di level 2,6% dari sebelumnya 1,4%.

Pada perdagangan Rabu (16/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.781-3.797 dan resistance 3.831-3.849. IHSG membentuk hammer dimana sebelumnya membentuk white marubozu. Posisi sedikit menjauhi middle bollinger bands. MACD bergerak tipis dan mendatar dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal mendekati area overbought. Belum pulihnya kondisi global akan mempengaruhi perdagangan IHSG. Diharapkan positifnya bursa saham AS bisa membawa angin segar bagi IHSG. Kemungkinan IHSG akan bergerak dalam rentang tipis dengan kecenderungan menguat terbatas.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads