Indosurya: IHSG Flat Cenderung Tipis

Indosurya: IHSG Flat Cenderung Tipis

- detikFinance
Senin, 21 Nov 2011 06:57 WIB
Jakarta - IHSG melemah 37,75 poin (1%) di level 3.754,50. Total volume perdagangan BEI mencapai 2,89 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,07 triliun. Sebanyak 61 saham naik, 157 saham turun, dan 84 saham stagnan. LQ-45 turun 1,39% ke level 663,92 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,07% ke level 524,30.

Indeks sektoral saham bergerak melemah yang diawali oleh indeks keuangan yang turun 2,17% ke level 495,11; indeks industri dasar turun 1,15% ke level 382,94; indeks properti turun 1,10% ke level 213,09; indeks aneka industri turun 0,97% ke level 1.230; indeks infrastrktur turun 0,86% ke level 702,49; indeks manufaktur turun 0,71% ke level 936,65; indeks perkebunan turun 0,52% ke level 2.201,38; indeks pertambangan turun 0,38% ke level 2.617,72; dan indeks konsumer turun 0,21% ke level 1.253,11.

Sementara kenaikan pada indeks perdagangan yang naik 0,11% ke level 558,70. Indeks MBX dan ISSI melemah namun, DBX menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 404,76 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,14 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,54 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 800 ke Rp 35.700; Hero Supermarket (HERO) naik Rp 500 ke Rp 10.500; Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 400 ke Rp 14.900; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 61.800; Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) naik Rp 200 ke Rp 2.350; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 200 ke 12.400; Elang Mahkota Teknologi (EMTK) naik Rp 200 ke level Rp 2.700; Golden Mines Energy (GEMS) naik Rp 150 ke Rp 2.875; dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) naik Rp 120 ke level Rp 1.320.

IHSG masih melanjutkan pelemahannya di akhir pekan mengikuti pelemahan di sejumlah bursa saham regional yang merespon pelemahan di bursa saham Eropa dan AS pada perdagangan sebelumnya. Para pelaku pasar masih khawatir dengan simpang siurnya krisis utang Eropa. Investor semakin khawatir krisis Eropa makin rumit menyusul yield surat utang Prancis dan Spanyol yang melonjak. Wall Street pun melemah merespon kondisi ini. Belum lagi berita seputar Wall Street Occupied yang dikhawatirkan akan mengganggu perdagangan di bursa Wall Street sehingga investor memilih mengamankan portofolionya. Dari dalam negeri, investor merespon negatif upaya BI agar perbankan menurunkan bunga kredit dan meminta bank menurunkan profit margin hingga batas wajar sehingga dikhawatirkan mempengaruhi perolehan laba bank. Akibatnya saham-saham perbankan terkena aksi jual paling tinggi. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.792,16 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.745,14 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.754,50. Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan
nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.055/US$ dari sebelumnya di Rp 9.040/US$ yang dipicu sikap investor terhadap meningkatnya biaya pinjaman Spanyol yang terefleksi pada kenaikan yield obligasi ke level 7,1%. Di sisi lain, kondisi ekonomi Spanyol semakin memburuk. Hasil voting menunjukkan, bahwa 53% anggota Parlemen Spanyol menyatakan membutuhkan dana bailout sehingga membuat pelaku pasar menjadi sangat pesimis. Tak terkecuali Italia dimana ekonominya diestimasi hanya akan tumbuh 0,1% di 2012, lebih rendah dari prediksi pemerintah setempat yaitu 0,6%. Pasar juga masih fokus pada komentar Presiden ECB, Mario Draghi, di hadapan Kongres Perbankan Eropa yang menginginkan implementasi dana European Financial Stability Facilty (EFSF) sesegara mungkin akibat tingginya risiko penurunan pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa. Pasar pun juga masih menunggu kelanjutan perbedaan pendapat antara Presiden Sarkozy dengan Kanselir Merkel soal
peranan ECB dalam mengatasi krisis utang Eropa. Perancis menginginkan ECB mencetak uang baru untuk melakukan pembelian surat utang negara Eropa sementara Jerman menginginkan pengetatan fiskal seperti yang sudah berjalan selama ini.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali Pakistan dan Sri Lanka yang dipicu sikap investor yang menilai kompleksnya permasalahan pendanaan Eropa setelah kenaikan biaya utang Spanyol dan kenaikan premi untuk pendanaan dolar sehingga dikhawatirkan bisa menyebar ke Asia. Suku bunga acuan obligasi 3 bulan euro-yen jatuh ke level terendah. Anjloknya suku bunga ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar akan kondisi pasar uang US$ dan bisa memicu bank-bank non Jepang meningkatkan yen ke tingkat yang lebih tinggi. Indeks Nikkei melemah pasca pemberitaan naiknya yield obligasi negara-negara Eropa dan kekhawatiran akan pengetatan kondisi kredit global sehingga menekan saham perbankan. Bursa saham Australia melemah, tertekan pelemahan harga komoditas dan kekhawatiran penularan utang Eropa sehingga memicu penurunan pada saham sektor pertambangan dan keuangan. Bursa saham China melemah karena penurunan saham properti setelah data resmi menunjukkan harga rata-rata rumah anjlok. Bursa saham Hong Kong turun, tertekan harga minyak China dan sektor keuangan. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu GDP (YoY) Malaysia di level 5,8% dari sebelumnya 4,3%.

Bursa saham Eropa ditutup melemah kecuali Spanyol, Slovakia, dan Italia yang dipicu melonjaknya biaya pinjaman di negara Uni Eropa. Naiknya imbal hasil obligasi menjadi fokus utama pasar. Pemerintah Spanyol dipaksa untuk membayar biaya pinjaman tertinggi sejak tahun 1997 dalam lelang obligasi 10 tahun, di mana yieldnya 1,5 poin di atas rata-rata pembayaran untuk penjualan serupa tahun ini. Di tempat lain, PM Italia, Mario Monti, meluncurkan reformasi ekonomi yang memperingatkan bahwa negara sedang berurusan dengan masalah utang yang sangat serius. Monti memenangkan mosi percaya di Senat Italia. Di Yunani, Pemerintahan kesatuan nasional baru yang dipimpin oleh PM Lucas Papademos, sejauh ini belum mendapat dukungan dari mitra Italia. Sebanyak 50.000 orang Yunani memprotes langkah-langkah penghematan yang diajukan Uni Eropa / IMF untuk syarat baliout. Pejabat IMF, Uni Eropa dan ECB akan diskusi tentang apa yang harus dilakukan bagi Yunani untuk mengamankan tahap
bantuan berikutnya. Tetapi, Ketua Partai Konservatif, Antonis Samaras menolak untuk menandatangani komitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk mengamankan bailout. Di Brussels, Pejabat Uni Eropa mengadakan pertemuan untuk membahas anggaran Uni Eropa tahun 2012. Jika kesepakatan tercapai, Parlemen Eropa dan Dewan Eropa harus secara resmi menyetujui dalam waktu 14 hari. Data ekonomi yang dirilis diantaranya PPI (MoM) Jerman di level 0,2% dari sebelumnya 0,3% dan Industrial New Orders (MoM) Italia di level -8,3% dari sebelumnya 4,2%.

Bursa kawasan Amerika bergerak variatif dengan pelemahan pada indeks S&P500, Nasdaq, bursa saham Kanada dan Brazil. Pergerakan ini masih dipicu kekhawtiran pasar saat berlangsungnya pembicaraan utang di Eropa dan AS. Pergerakan DJIA ditutup positif dipicu kenaikan saham HP dan saham Boeing manyusul transaksi kontrak pemesanan pembelian sejumlah pesawat oleh Lion Air Indonesia yang diperkirakan bisa menambah lapangan pekerjaan bagi Boeing. Pasar setidaknya bisa sedikit bernafas setelah membaiknya harga obligasi di Italia dan Spanyol karena aksi beli obligasi oleh ECB sehingga mampu mendinginkan kepanikan di pasar. Akibatnya yield obligasi Italia dengan tenor 2 tahun turun 10 bps menjadi 6,05%. Investor belum berani mengambil posisi karena belum tahu bagaimana detil solusi masalah utang Eropa dan dampaknya bagi kinerja perusahaan AS. Di sisi lain, investor juga masih bimbang dengan kondisi perekonomian AS karena di satu sisi telah ada pemulihan kondisi perekonomian namun, di sisi lain investor khawatir mengenai langkah Kongres untuk memangkas defisit anggaran. Krisis utang ini dikhawatirkan juga bisa memperburuk kondisi bank-bank AS yang memegang surat utang negara Eropa. Data ekonomi yang dirilis diantaranya CB Leading Index (MoM) di level 0,9% dari sebelumnya 0,1%; (MoM) Kanada di level 0,2%; dan Leading Indicators (MoM) di level 0,2% dari sebelumnya 0,1%.

Pada perdagangan Senin (21/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.717-3.736 dan resistance 3.783-3.810. IHSG membentuk double black candle dimana sebelumnya membentuk dragonfly doji . Posisi menyentuh middle bollinger bands . MACD bergerak tipis setelah death cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic cenderung menjauhi area overbought. Situasi pasar yang belum sepenuhnya berada dalam kondisi positif membuat pergerakan IHSG tertahan. IHSG akan bergerak flat dan cenderung tipis.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads