Perdagangan saham di Bursa Indonesia sepekan kemarin didominasi sentimen negatif dari faktor eksternal. Naiknya biaya pinjaman di zona Euro selama pekan lalu telah memaksa investor menghindari aset-aset beresiko. Akibatnya pasar saham global dan juga pasar komoditas kembali tertekan. Harga minyak mentah yang sempat mencapai USD102/barrel pada pertengahan pekan lalu kembali melemah ditutup di USD97,790/barrel pada perdagangan akhir pekan lalu.
Penurunan IHSG pekan kemarin ditandai dengan volume dan nilai transaksi yang menipis. Meningkatnya resiko membuat pelaku pasar, sementara, menghindar dari pasar. Nilai transaksi rata-rata harian di Pasar Reguler selama pekan kemarin hanya mencapai Rp.2,44 triliun turun 37% bila dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian selama sebulan Oktober lalu yang masih mencapai Rp.3,87 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari zona Euro, langkah ECB yang akan memberikan pinjaman melalui IMF untuk membantu negara-negara di kawasan Euro yang mengalami problem utang diharapkan bisa meredahkan kekhawatiran pasar. Secara technical, IHSG berpeluang rebound setelah selama sepekan cenderung melemah. IHSG berpeluang menguji level resisten pertama di 3782 dan resisten dua di 3802. Sedangkan koreksi IHSG akan menguji level support di 3725 dan 3690.
IHSG S1 3725 S2 3690 ; R1 3782 dan R2 3802
Pilihan saham :
AALI 22500-23250 Trading Buy
BUMI 2100-2325 Buy on Weakness
INDF 4725-4900 Trading Buy
BBRI 6450-6900 Buy on Weakness
MAPI 5250-5550 Sell on Strength
ADRO 1920-2050 Buy on Weakness
UNTR 24900-26100 Trading Buy ; stop loss di 24500.
UNSP 285-310 Maintain Buy
BMRI 6650-7000 Maintain Buy
(ang/ang)











































