Indosurya: IHSG akan Bergerak Flat

Indosurya: IHSG akan Bergerak Flat

- detikFinance
Selasa, 22 Nov 2011 08:26 WIB
Jakarta - IHSG melemah 74,67 poin (1,99%) di level 3.679,83. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,96 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,15 triliun. Sebanyak 29 saham naik, 217 saham turun, dan 67 saham stagnan. LQ-45 turun 2,31% ke level 648,59 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,03% ke level 513,65.

Indeks sektoral saham bergerak melemah yang diawali oleh indeks industri dasar yang turun 3,05% ke level 371,26; indeks pertambangan turun 2,60% ke level 2.549,57; indeks properti turun 2,36% ke level 208,07; indeks keuangan turun 2,35% ke level 483,46; indeks perkebunan turun 2,21% ke level 2.152,78; indeks infrastruktur turun 1,65% ke level 690,92; indeks manufaktur turun 1,64% ke level 921,31; indeks aneka industri turun 1,57% ke level 1.210,74; indeks perdagangan turun 1,53% ke level 550,15; dan indeks konsumer turun 0,82% ke level 1.242,86. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 540,94 miliar dengan total pembelian asing Rp 951 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 1,49 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.300 ke Rp 37.000; Hero Supermarket (HERO) naik Rp 350 ke Rp 10.850; Plaza Indonesia Realty (PLIN) naik Rp 150 ke Rp 1.440; Visi Media (VIVA) naik Rp 150 ke Rp 450; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 50 ke Rp 18.350; Citra Tubindo (CTBN) naik Rp 50 ke 3.650; Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 50 ke level Rp 16.200; Duta Pertiwi Nusantara (DPNS) naik Rp 20 ke Rp 760; dan Benakat Petroleum Energy (BIPI) naik Rp 13 ke level Rp 134.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan Dow Jones yang positif nampaknya belum cukup mampu membawa angin segar di awal pekan ini bagi bursa saham asia, termasuk Indonesia. IHSG tak kuasa menahan gelombang pelemahan yang terimbas dari pelemahan mayoritas bursa saham Asia Pasifik. Bahkan, adanya pencatatan saham baru, VIVA, hingga menyentuh auto rejection atas tak mampu membawa IHSG ke zona hijau. Tidak hanya itu, penilaian positif dari HSBC terhadap ekonomi Indonesia yang akan tumbuh sebesar 6,7% (yoy) di 2012 dan 6,5% di 2013 juga tidak mampu menahan tekanan jual. Investor terlihat ikut khawatir dengan kondisi yang terjadi di Eropa dimana 1 per 1 masalah utang negara-negara Eropa mulai terkuak. Setelah yield surat utang Italia, Spanyol, dan Perancis meningkat, kini giliran Jerman yang diprediksi terkena hal serupa. Langkah pemimpin Uni Eropa yang akan memberikan pinjaman melalui IMF untuk membantu Eurozone yang mengalami masalah utang gagal meredakan kekhawatiran para pelaku pasar. Belum lagi Di AS, kongres masih belum menyetujui pemotongan anggaran. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.754,23 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat
menyentuh level 3.668,11 (level terendahnya) menjelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.679,83. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.070/US$ dari sebelumnya di Rp 9.055/US$ yang dipicu sikap pelaku pasar yang masih wait and see terhadap klarifikasi atas rencana Eropa untuk meredam ketidakyakinanpasar mengenai krisis sovereign debt . Pasar kemungkinan masih mengantisipasi negatif beda pendapat Perancis-Jerman soal peran ECB dalam mengatasi krisis Eropa. Pelaku pasar juga mencermati kondisi terkini Yunani dimana kreditur Yunani gagal membujuk pemimpin partai konservatif utama untuk menandatangani perjanjian langkah-langkah penghematan anggaran terkait kesepatakan dana talangan ke Yunani. Investor juga masih khawatir terhadap kenaikan yield obligasi negara-negara Eropa di akhir pekan seperti obligasi Belgia yang naik 325 bps, obligasi Prancis naik 217 bps, obligasi Italia naik 529 bps, obligasi Portugal menjadi 1.137 bps, dan Spanyol naik 455 bps. Di sisi lain, akhir pekan ini merupakan deadline bagi Kongres AS untuk menetapkan rencana reduksi defisit senilai US$1,2 triliun. Jadi, di saat krisis Eropa masih berlangsung maka pada saat bersamaan pasar juga mengkhawatirkan AS tidak mampu menjalankan program pemangkasan defisit fiskalnya.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali New Zealand dan Bangladesh yang dipicu ketidakpastian sikap para pemimpin Eropa dan kegagalan politisi AS untuk menyepakati pengurangan defisit. Indeks Nikkei melemah dipicu penurunan saham otomotif akibat pelemahan US$. Investor khawatir penguatan Yen akan mengurangi keuntungan perusahaan. Bursa saham KOSPI anjlok terseret oleh saham yang sensitif kepada nilai tukar. Pelemahan dipimpin oleh saham perusahaan penyulingan minyak dan baja. Bursa saham Hong Kong turun dipicu pelemahan saham keuangan dan properti setelah komentar Wakil PM China Wang Qishan bahwa kondisi ekonomi global berpotensi lebih parah lagi. Singapura pun menghadapi perlambatan ekonomi dengan tingkat pertumbuhan diperkirakan hanya di kisaran 1-3% di tahun 2012. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Trade Balance Jepang di level US$ -460 miliar dari sebelumnya US$ -10 miliar dan All Industries Activity Index (MoM) Jepang di
level -0,9% dari sebelumnya -0,3%.

Bursa saham Eropa ditutup melemah yang dipicu kekhawatiran investor terhadap perkembangan utang di kawasan zona Euro dan permasalahan penanganan defisit fiskal di AS yang kembali terjadi kebuntuan. Belum lagi masalah PHK dan pengunduran diri sejumlah bankir Eropa. Salah 1 nya yang terbaru ialah bank terbesar Italia, UniCredit, yang mengumumkan rencananya untuk mem-PHK 5.200 karyawannya. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Rightmove House Price Index (MoM) Inggris di level -3,10% dari sebelumnya 2,80%. Bursa kawasan Amerika bergerak melemah kecuali Venezuela. Sementara Meksiko libur. Pergerakan ini dipicu kegagalan Kongres AS untuk menyetujui pemangkasan defisit anggaran. Hal ini seiring dengan pergerakan bursa saham Eropa yang melemah. Masalah politik di parlemen AS kembali menjadi kekhawatiran baru bagi pasar saham. Sebelumnya pertikaian politik pernah terjadi saat menentukan debt ceiling anggaran AS pada Juli 2011. Suppercommitte Kongres AS yang ditugaskaan untuk merancang rencana mengurangi defisit kemungkinan besar akan mengumumkan kegagalan dalam mencapai kesepakatan. Kongres AS yang ditugaskan menyusun rencana
pemangkasan defisit negara untuk 10 tahun senilai US$1,2 triliun telah gagal untuk mengumumkannya semalam. Perkembangan dari AS telah meningkatkan lagi kekhawatiran keuangan negara yang bermasalah sehingga membingungkan investor. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Existing Home Sales di level 4,97 juta dari sebelumnya 4,9 juta; Wholesale Sales (MoM) Kanada di level 0,3%; dan Chicago Fed National Activity (MoM) di level -0,13 dari sebelumnya -0,22.

Pada perdagangan Selasa (22/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.615-3.647 dan resistance 3.733-3.787. IHSG membentuk Three Black Shoulder dimana sebelumnya membentuk dragonfly doji . Posisi melewati middle bollinger bands . MACD masih bergerak tipis setelah death cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic cenderung mendekati area oversold. Situasi pasar yang masih diliputi awan negatif membuat IHSG tertahan menuju zona positif. Pelaku pasar pun masih menahan diri untuk masuk ke pasar. IHSG masih akan bergerak flat. Kalaupun menguat maka terbatas dan lebih bersifat technical rebound .



(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads