OSK Nusadana: IHSG Berpeluang Rebound

OSK Nusadana: IHSG Berpeluang Rebound

- detikFinance
Selasa, 22 Nov 2011 09:45 WIB
Jakarta - IHSG kembali terkoreksi 74 pts pada perdagangan kemarin, dan tutup di level 3,679.6 (-1.99%). Penurunan pada bursa regional dan harga komoditas semakin memperburuk penurunan IHSG pada perdagangan kemarin. Spekulasi investor bahwa AS akan gagal mencapai kesepakatan terkait pemangkasan defisit anggaran mencuatkan kekhawatiran bakal memburuknya perekonomian global. Pada perdagangan kemarin, BMRI, ADRO, BBNI, ASII dan INTP menjadi saham-saham yang paling banyak dilepas oleh foreign investor. Sementara PGAS, LSIP dan saham yang baru listing VIVA, menjadi saham-saham yang paling banyak dikoleksi oleh foreign. IHSG masih diperdagangkan dalam value yang berjumlah kecil, Rp3.2 triliun masih dibawah rata-rata perdagangan tahun ini yang sebesar Rp 5 triliun.

Penurunan bursa AS terjadi setelah pasar mencemaskan pemerintah AS terpaksa harus melakukan pemangkasan anggaran belanja secara otomatis senilai US$ 1,2 triliun.bDow Jones pun terkoreksi 2.1% pada perdagangan semalam. Sementara pagi ini, Nikkei dan Hang Seng pun masih bergerak di zona merah. Dari komoditas, Oil WTI pun kembali turun setelah beberapa waktu yang lalui sempat menyentuh harga USD 100/bl. Sejumlah sentimen yang mempengaruhi harga kontrak minyak, antara lain spekulasi bahwa permintaan minyak akan terpangkas seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi di Eropa serta kenaikan cadangan minyak di AS.

Trading Idea
Penurunan yang cukup dalam ini merupakan kesempatan bagi para investor untuk mengkoleki beberapa saham penggerak market seperti Astra dan Pebankan untuk dikoleksi dengan harga yang menarik. Penurunan BI rate yang sebesar 50bps diharapkan akan memberikan sentimen yang positif terhadap 2 sektor tesebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Astra International (ASII IJ) hingga Oktober 2011 membukukan penjualan mobil sebanyak 409.521 unit atau naik 17% dibanding periode sama 2010. Perusahaan yang menguasai 55% pangsa pasar mobil di Indonesia ini juga sudah berencana untuk meningkatkan produksi untuk Toyota menjadi 2x lipat menjadi 200,000 unit/tahun. Selain itu mereka juga berencana membangun pabrik baru untuk Daihatsu di Kerawang. Selain dari volume penjualan, perusahaan juga berencana untuk membiayai 8,1 juta kendaraan roda dua tahun ini. Anak usaha Astra, FIF akan menerbitkan obligasi senilai total Rp 2 triliun pada 2012 dan perusahaan akan menggunakan dana hasil obligasi untuk mendukung pembiayaan dan ekspansi. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan pada kuartal 3 tahun 2011, Laba bersih ASII pada 3Q11 masih tercatat naik sebesar +23.7% (y-o-y). Kami masih tetap memantain BUY untuk ASII dengan TP di IDR 82,500.

Sementara dari sektor Perbankan, BMRI masih menjadi top picks, hal ini antara lain disebabkan pertumbuhan pendapatan yang diperkirakan diatas estimasi, loan growth yang masih diatas industri, dan valuasi yang lebih menarik. Sebagai salah satu saham perbankan dengan dengan market cap terbesar, BMRI tercatat mempunyai Div yield tertinggi (2.5%), dan growth tertinggi (+17.7%). Kami masih merekomendasikan BUY untuk BMRI dengan TP di IDR 9,000.

Secara technical, IHSG hari ini diperkirkan masih cenderung terkoreksi namun sudah relatif terbatas dan juga terbuka peluang untuk rebound dalam minggu ini dengan catatan indeks ini minimal mampu bertahan sekitar 3,708.6. Dengan daily risk saat ini relatif moderat yakni sekitar level 32.78 %, support IHSG hari ini diperkirakan sekitar level 3,654.9 dan resistance di level 3,750.5.

Stock pick untuk hari ini adalah:
1. Bank Negara Indonesia (BBNI), Rp 3,650 , BoW
2. Indocement Tunggal Prakasa (INTP), Rp 14,650, BoW
3. Indo Tambangraya Megah (ITMG), Rp 41,600, BoW

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads