Penurunan bursa AS terjadi setelah pasar mencemaskan pemerintah AS terpaksa harus melakukan pemangkasan anggaran belanja secara otomatis senilai US$ 1,2 triliun.bDow Jones pun terkoreksi 2.1% pada perdagangan semalam. Sementara pagi ini, Nikkei dan Hang Seng pun masih bergerak di zona merah. Dari komoditas, Oil WTI pun kembali turun setelah beberapa waktu yang lalui sempat menyentuh harga USD 100/bl. Sejumlah sentimen yang mempengaruhi harga kontrak minyak, antara lain spekulasi bahwa permintaan minyak akan terpangkas seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi di Eropa serta kenaikan cadangan minyak di AS.
Trading Idea
Penurunan yang cukup dalam ini merupakan kesempatan bagi para investor untuk mengkoleki beberapa saham penggerak market seperti Astra dan Pebankan untuk dikoleksi dengan harga yang menarik. Penurunan BI rate yang sebesar 50bps diharapkan akan memberikan sentimen yang positif terhadap 2 sektor tesebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari sektor Perbankan, BMRI masih menjadi top picks, hal ini antara lain disebabkan pertumbuhan pendapatan yang diperkirakan diatas estimasi, loan growth yang masih diatas industri, dan valuasi yang lebih menarik. Sebagai salah satu saham perbankan dengan dengan market cap terbesar, BMRI tercatat mempunyai Div yield tertinggi (2.5%), dan growth tertinggi (+17.7%). Kami masih merekomendasikan BUY untuk BMRI dengan TP di IDR 9,000.
Secara technical, IHSG hari ini diperkirkan masih cenderung terkoreksi namun sudah relatif terbatas dan juga terbuka peluang untuk rebound dalam minggu ini dengan catatan indeks ini minimal mampu bertahan sekitar 3,708.6. Dengan daily risk saat ini relatif moderat yakni sekitar level 32.78 %, support IHSG hari ini diperkirakan sekitar level 3,654.9 dan resistance di level 3,750.5.
Stock pick untuk hari ini adalah:
1. Bank Negara Indonesia (BBNI), Rp 3,650 , BoW
2. Indocement Tunggal Prakasa (INTP), Rp 14,650, BoW
3. Indo Tambangraya Megah (ITMG), Rp 41,600, BoW
(ang/ang)










































