LQ-45 naik 0,35% ke level 653,30 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,30% ke level 519,05. Indeks sektoral saham bergerak menguat yang diawali oleh indeks aneka industri yang naik 1,96% ke level 1.241,56; indeks manufaktur naik 0,74% ke level 937,36; indeks pertambangan naik 0,47% ke level 2.555,25; indeks industri dasar naik 0,46% ke level 371,11; indeks properti naik 0,14% ke level 206,29; dan indeks keuangan naik 0,07% ke level 484,82.
Sementara pelemahan terjadi pada indeks perkebunan yang turun 1,07% ke level 2.118,65; indeks infrastruktur turun 0,22% ke level 687,21; indeks konsumer turun 0,10% ke level 1.269,72; dan indeks perdagangan turun 0,01% ke level 548,27. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 415,67 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,22 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,63 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah bergerak di zona merah dari awal perdagangan hingga akhir sesi 1, IHSG akhirnya bisa kembali ditutup positif pada perdagangan kemarin. Posisi indeks yang sudah oversold kemungkinan membuat investor mulai kembali mengakumulasi saham. Mayoritas bursa saham Asia yang kembali menghijau pun turut mendukung penguatan IHSG. Tak ketinggalan, pembukaan bursa saham Eropa yang positif karena merespon data-data Jerman yang di atas perkiraan juga turut memberikan angin segar pada pergerakan bursa saham Asia sehingga berimbas positif bagi penguatan IHSG. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.696,89 (level tertingginya) menjelang akhir sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.659,43 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.696,03. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 9.098/US$ dari sebelumnya Rp 9.035 yang dipicu gagalnya Jerman dalam lelang obligasi sehingga belum menghilangkan kekhawatiran investor terhadap kondisi di zona Eropa. Tetapi, pelemahan ini sedikit tertahan setelah US$ melemah di Asia karena pasar profit taking dan memilih memegang Yen. US$ melemah setelah bursa saham Asia mulai rebound . Tidak hanya itu, adanya invervensi dari BI dan faktor technical rebound setelah Rupiah mengalami oversold turut menahan pelemahan Rupiah. Dari sisi sentimen, memang belum banyak perubahan fundamental yang berarti, di mana market masih diwarnai kekhawatiran penularan krisis utang di Uni Eropa. Terutama, ke negara-negara dengan perekonomian yang jauh lebih kuat seperti Jerman. Terkait dengan obligasinya, obligasi Jerman tidak terlalu buruk karena pemerintah Jerman masih bisa berutang untuk tenor 10 tahun karena yield -nya masih di bawah 2%. Tetapi, karena permintaan lelang obligasi kemarin yang menunjukkan pelemahan sehingga ditakutkan penularan mulai menyebar karena ketidakyakinan pasar.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak variatif dengan pelemahan pada Jepang, Aussie, Laos, dan New Zealand. Pergerakan ini dipicu masih khawatirnya investor terhadap kondisi global. Apalagi sebelumnya dirilis data dimana hasil survey indeks manufaktur China yang merosot ke level 48 dibandingkan 51 bulan lalu, atau terendah sejak Maret 2009 sehingga menimbulkan akan adanya perlambatan ekonomi di China. Akan tetapi, menjelang akhir perdagangan, pelemahan mulai tertahan setelah dirilis berita kenaikan data-data ekonomi Jerman sehingga investor menggunakan sentimen positif tersebut untuk memburu saham-saham yang memang sudah berada di area oversold. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Consumer Confidence KorSel di level 103 dari sebelumnya 100; Trade balance New Zealand di level US$ -282 juta dari sebelumnya US$ -789 juta; Trade Balance Hong Kong di level US$ -23,1 miliar dari sebelumnya US$ -40 miliar; dan GDP (YoY) Taiwan di level 3,4%.
Bursa saham Eropa ditutup melemah kecuali Italia, Ireland, Luxemburg, dan Finlandia yang dipicu penolakan Kanselir Merkel terhadap obligasi Euro (Eurobond ). Padahal di awal perdagangan, bursa saham Eropa mengalami rebound dimana investor sempat mengapresiasi data-data ekonomi Jerman yang di atas perkiraan sebelum akhirnya kembali melakukan aksi jual karena sikap Merkel tersebut. Merkel mengatakan bahwa obligasi Eropa tidak dibutuhkan dan tidak sesuai serta merupakan sinyal yang salah untuk mengabaikan tingkat suku bunga yang berbeda di setiap negara. Menurutnya, hal tersebut salah karena pembayar pajak Jerman harus membayar biaya lebih tinggi dan itu menyebabkan kenaikan suku bunga Jerman. Di sisi lain, pekerja Portugal akan mengadakan pemogokan massal untuk memprotes langkah-langkah penghematan sulit yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dari sayap kanan untuk memenuhi tujuan anggaran yang diberlakukan oleh Uni Eropa. Portugal harus memenuhi persyaratan Uni Eropa untuk memperoleh bailout sebesar β¬78 miliar untuk menyelamatkan negara ini dari krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade. Tidak hanya itu, Portugal pun harus rela dipangkas peringkat kreditnya oleh Fitch menjadi BB+ dari BBB+. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Ifo Business Climate Index Jerman di level 106,6 dari sebelumnya 106,4; Current Assesment Jerman di level 116,7; Business Expectations Jerman di level 97,3 dari sebelumnya 97; Consumer Confidence Italia di level 96,5 dari sebelumnya 93,3; Business Investment (QoQ) Inggris di level -1,4% dari sebelumnya 11,6%; dan GDP (QoQ) Inggris di level 0,5%.
Bursa kawasan Amerika ditutup libur untuk merayakan libur Thanksgiving kecuali Kanada dan kawasan Amerika latin yang bergerak variatif karena merespon penolakan Kanselir Merkel terhadap Eurobond sehingga menepis akan adanya pengurangan efek krisis di wilayah Uni Eropa. Libur ini setidaknya memberikan waktu bagi investor untuk mempertimbangkan portofolio mereka setelah hampir 1 minggu mengalami pelemahan. Liburan kali ini tidak berbeda jauh dari 2 tahun lalu dimana saat itu krisis Dubai sempat mengguncang dunia sehingga mengganggu sistem keuangan global. Saat ini pun, liburan juga dalam kondisi krisis yang berasal dari Uni Eropa dan internal AS sendiri. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Corporate Profit (QoQ) Kanada di level -0,5% dari sebelumnya -4,9%; Trade Balance Meksiko di level US$ -460 juta dari sebelumnya US$ -1,83 miliar; dan Retail Sales (YoY) Argentina di level 33,1% dari sebelumnya 33,5%.
Pada perdagangan Jumat (25/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.646-3.671 dan resistance 3.708-3.721. IHSG berbalik arah dengan membentuk hammer dimana sebelumnya gagal mengkonfirmasi penguatan. Posisi candle masih menyentuh lower bollinger bands . MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba kembali reversal menjauhi area oversold. Dari sisi teknikal memang memungkinkan bagi IHSG untuk menguat namun, investor masih mencermati kondisi di zona Eropa yang belum sepenuhnya membaik. Diharapkan libur pasar AS bisa menahan pelemahan lebih dalam.
(qom/qom)











































