Lelang Obligasi Eropa dan Data Ekonomi AS Tentukan Arah Pasar Pekan Ini. Indeks S&P ditutup melemah 4.7% pada pekan Thanksgiving terburuk sejak tahun 1932, akibat kecemasan akan menyebarnya krisis Eropa dan politisi AS tidak berhasil membuat kesepakatan untuk mengurangi defisit anggaran. Sepekan lalu Dow Jones -4.8% dan Nasdaq -5.1%. Saham Bank of America, Hewlett Packard dan Caterpillar melemah lebih dari 7% dan menyumbangkan pelemahan terbesar bagi indeks Dow Jones. Pada akhir pekan lalu, indeks saham di Wall Street kembali ditutup melemah yang dipicu penurunan peringkat hutang Belgia oleh S&P dari AA+ menjadi AA, serta adanya berita dari Reuters bahwa Yunani meminta investor swasta untuk menerima kerugian yang lebih dalam dari obligasinya. Jerman juga mengalami kesulitan menjual 35% obligasinya dalam lelang. Sementara itu Bank of America dan Citigroup melemah tajam karena merupakan diantara bank yang harus menahan kenaikan dividen dan buyback saham tahun depan akib at pengetatan persyaratan modal oleh The Fed atas bank-bank besar. Saham komoditas melemah seiring dengan data manufaktur di Eropa dan China yang mengalami kontraksi. Setelah mengalami kenaikan yield pada lelang obligasi di Eropa pekan lalu, investor akan mencermati kembali lelang obligasi negara Perancis, Inggris, Italia, Belgia dan Spanyol pada pekan ini. Arah dari yield obligasi tersebut diperkirakan akan menentukan pergerakan pasar saham. Pada akhir pekan lalu, yield obligasi Italia dengan tenor dua tahun hampir mencapai level 8% dan sebesar 6.5% untuk tenor enam bulan. Sedangkan data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya new home sales, Case-Shiller 20 city index, consumer confidence, ADP employment, Chicago PMI, pending home sales, Fedβs Beige Book, initial claims, ISM index, construction spending, auto sales, nonfarm payrolls dan unemployment rate. Namun pada pagi ini indeks Dow Jones Futures menguat di atas 1% yang didorong optimisme IMF akan membantu I talia dengan menyiapkan dana sebesar 600 miliar euro untuk dipinjamkan kepada Italia jika keadaan negara tersebut memburuk. Sementara itu juga diberitakan bahwa penjualan ritel AS pada pekan Thanksgiving meningkat 16% menjadi USD52.4 miliar. Rata-rata belanja meningkat menjadi USD398.62 dari tahun sebelumnya USD 365.34.
IHSG Berpeluang Rebound (Range : 3,620 β 3,665). IHSG ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya berada di level 3,637 indeks juga sempat menguji support level yang berada di 3,620 yang apabila level tersebut mampu dilewati maka dimungkinkan untuk menuju 3,580, akan tetapi jika indeks kembali gagal melewatinya maka dimungkinkan untuk bergerak menuju resistance level di 3,665. Stochastic kembali menunjukkan bahwa indeks sudah mengalami oversold. Hari ini diperkirakan indeks akan kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat (technical rebound).
(ang/ang)











































