Indosurya: IHSG Dimungkinkan Menguat Lagi

Indosurya: IHSG Dimungkinkan Menguat Lagi

- detikFinance
Selasa, 29 Nov 2011 08:34 WIB
Jakarta - IHSG menguat 9,86 poin (0,27%) di level 3.647,05. Total volume perdagangan BEI mencapai 2,7 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,92 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 97 saham turun, dan 97 saham stagnan. LQ-45 naik 0,27% ke level 643,15 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,23% ke level 511,33.

Indeks sektoral saham bergerak menguat yang diawali oleh indeks aneka industri yang naik 1,61% ke level 1.234,25; indeks perkebunan naik 0,88% ke level 2.114,25; indeks manufaktur naik 0,68% ke level 932,90; indeks konsumer naik 0,61% ke level 1.280,81; indeks infrastruktur naik 0,36% ke level 679,15; dan indeks perdagangan naik 0,35% ke level 543,82. Sementara pelemahan pada indeks industri dasar yang turun 0,52% ke level 361,52; indeks properti turun 0,39% ke level 202,95; indeks keuangan turun 0,14% ke level 474,75; dan indeks pertambangan turun 0,03% ke level 2.487,96. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 556,29 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,17 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,72 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.550 ke Rp 61.550; Astra International (ASII) naik Rp 1.050 ke Rp 69.150; Indomobil (IMAS) naik Rp 850 ke Rp 13.050; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 300 ke Rp 20.900; Indosiar Karya Media (IDKM) naik Rp 225 ke Rp 2.325; Ace Hardware (ACES) naik Rp 150 ke Rp 3.800; Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp 150 ke level Rp 5.650; Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 150 ke Rp 5.350; dan Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 125 ke level Rp 3.500.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhirnya IHSG bisa menguat di awal pekan ini meskipun bursa saham AS di akhir pekan kemarin mengalami pelemahan. Meski melemah namun, ternyata bursa saham Eropa menguat karena faktor technical rebound terhadap saham-saham yang telah mengalami pelemahan berturut-turut. Adanya optimisme pasar terhadap perbaikan krisis utang Eropa sedikit memberikan angin segar bagi bursa saham. Kondisi inipun direspon positif oleh mayoritas bursa saham Asia yang juga mempengaruhi laju IHSG kemarin. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.676,40 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.618,97 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.647,05. Volume perdagangan tercatat turun namun, nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 9,100/US$ dari sebelumnya Rp 9.005/US$ yang dipicu sikap pasar yang menanti cetak biru atau rencana perubahan kapasitas dana European Financial Stability Facility (EFSF) pada Ecofin Meeting Selasa (29/11). Rupiah telah alami pelemahan dari sebelumnya saat hasil lelang obligasi Italia pekan lalu mengecewakan dan juga tidak terserap seluruhnya obligasi Jerman. Hal ini menunjukkan tingginya eskalasi krisis utang dan perbankan di Eropa. Hasil lelang obligasi Italia akhir pekan lalu mencapai rekor tertinggi yield 6,5% untuk tenor 6 bulan. Selain kenaikan yield obligasi Italia, kondisi diperparah setelah S&P mendowngrade peringkat kredit Belgia 1 tingkat ke level AA dengan outlook negatif. Di tempat lain, setelah pertemuan antara Jerman dan Perancis usai, pasar melihat belum melihat adanya rencana yang kredibel dan konkret untuk mengatasi krisis utang Eropa sehingga sentimennya semakin negatif. Meski demikian, pelemahan Rupiah tertahan setelah adanya harapan akan solusi terhadap krisis utang Eropa melalui pertemuan para MenKeu Uni Eropa pada The Economic and Finansial Affairs Council (Ecofin) Meeting, Selasa (29/11). Di sisi lain, Presiden Obama pun meminta para pejabat Uni Eropa untuk mencapai solusi
definitif terkait krisis utang yang berpotensi mengganggu perekonomian AS sehingga bisa memicu kekhawatiran dalam pemilu AS 2012.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Pakistan, Filipina, Vietnam, dan Laos. Sementara Malaysia libur. Pergerakan ini dipicu adanya harapan bahwa Eropa akan segera menemukan langkah kongkrit pekan ini untuk menuntaskan krisis utang. Penguatan juga dipicu oleh naiknya penjualan ritel AS selama akhir pekan karena Thanksgiving dan laporan bahwa IMF sedang mempertimbangkan untuk membantu Italia, meskipun IMF kemudian membantah bahwa tidak ada rencana tersebut. Bursa saham KorSel rebound dipimpin saham teknologi elektronik dengan ekspektasi pertumbuhan penjualan di AS selama musim liburan. Bursa saham Australia pun juga naik dipicu bargain-hunting yang dilakukan para investor, terutama saham keuangan, setelah adanya berita laporan IMF sedang mempertimbangkan bantuan untuk Italia. Sementara bursa saham New Zealand naik setelah PM John Key dari Partai Nasional meraih kemenangan mutlak dalam pemilihan umum negara itu pada akhir pekan lalu. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu BUsiness Confidence New Zealand di level 18,30 dari sebelumnya 13,20; GDP (YoY) Filipina di level 3,2% dari sebelumnya 3,1%; dan Industrial Production (YoY) Thailand di level -35,8% dari sebelumnya -0,3%.

Bursa saham Eropa ditutup menguat yang dipicu harapan positif investor terhadap pertemuan pemimpin Uni Eropa yang akan mengungkap langkah baru menyelesaikan krisis utang Eropa. Saham-saham perbankan pun diminati investor seperti, saham Societe Generale dan saham Uni Credit. Sentimen positif juga datang dari pemberitaan media yang melaporkan pemerintah Italia kemungkinan akan mendapat paket bantuan dari IMF senilai €600 miliar (US$798 miliar). Sentimen ini berhasil menutup peringatan Moody's tentang dampak krisis perbankan yang dapat mengancam peringkat obligasi di kawasan Uni Eropa. Tidak hanya Moody's, Morgan Stanley dan Goldman Sachs pun turut memberi peringatan akan perlambatan ekonomi karena krisis utang Eropa yang berimbas luas, termasuk Asia. Tetapi, sentimen ini berhasil diredam dengan pemberitaan media Italia tersebut. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Private Loans (YoY) Eropa di level 2,7% dari sebelumnya 2,5%; Business Confidence Italia di level 94,4 dari sebelumnya 94,2; CPI (MoM) Jerman di level 0%; dan Gfk Consumer Climate Jerman di level 5,6% dari sebelumnya 5,4%.

Bursa kawasan Amerika menguat kecuali Argentina dan Venezuela yang dipicu ekspektasi terhadap para pemimpin Uni Eropa yang akan menemukan metode mengatasi krisis utang. Penguatan dipimin saham keuangan seperti, Bank of America dan JPMorgan. Sementara kenaikan Indeks S&P dipimpin saham sektor material dan keuangan. Investor melihat adanya kesepakatan Jerman dan Prancis untuk melakukan integrasi fiskal dalam mengatasi krisis utang dan berharap positif terhadap pertemuan para MenKeu Uni Eropa pada pertemuan Ecofin. Adanya pemberitaan rencana IMF untuk membantu Italia pun turut menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar. Di sisi lain, penjualan ritel AS ternyata mencapai rekor dengan penjualan hingga US$52,4 miliar selama liburan Thanksgiving di akhir pekan lalu yang juga dipicu Black Friday yang memicu kenaikan 16,4% dari tahun lalu. Data ekonomi yang dirilis diantaranya New Home Sales AS di level 307 ribu dari sebelumnya 303 ribu.

Pada perdagangan Selasa (29/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.590-3.618 dan resistance 3.675-3.704. IHSG berhasil menguat meski hanya membentuk spinning di bawah. Tetapi, bisa saja mengindikasikan adanya pembalikan arah untuk melanjutkan penguatannya di hari ini. Posisi candle masih menyentuh lower bollinger bands. MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba reversal dari bawah area oversold. IHSG dimungkinkan melanjutkan penguatannya. Apalagi jika melihat penutupan bursa saham AS dan Eropa yang menguat.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads