Lautandhana Securindo: Eropa Masih Menjadi Katalis IHSG

Lautandhana Securindo: Eropa Masih Menjadi Katalis IHSG

- detikFinance
Selasa, 29 Nov 2011 09:19 WIB
Jakarta - Perdagangan IHSG awal pekan berlangsung cukup fluktuatif dan akhirnya ditutup menguat terbatas sebesar 0,3% pada level 3.647,05 yang ditopang oleh reboundnya saham sektor aneka industri, perkebunan, manufaktur dan consumer seiring dengan aksi selective buy investor di sesi akhir perdagangan. Sektor pertambangan, industri dasar, property dan keuangan masih ditutup melemah. Sementara itu, asing tercatat membukukan transaksi net sell sebesar Rp 556 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya GGRM naik Rp 1.550, ASII naik Rp 1.050, IMAS naik Rp 850 dan AALI naik Rp 300; sedangkan saham-saham top losers antara lain ITMG turun Rp 900, RDTX turun Rp 825, HRUM turun Rp 400 dan NIPS turun Rp 300.

Bursa Wall Street awal pekan berhasil ditutup menguat signifikan rata-rata sebesar 2,6%-4,8% didorong oleh rekor peningkatan penjualan ritel selama libur Thanksgiving. Saham-saham sektor ritel tercatat mengalami penguatan signifikan. Saham peritel AS terbesar Macy’s ditutup menguat 4,7%. Sementara itu, kabar atas keterlibatan Jerman dan Perancis dalam kontrol anggaran yang jauh lebih ketat terhadap negara sona Eropa mampu mendorong reboundnya bursa Eropa yang rata-rata ditutup menguat sebesar 3%-5%. Penguatan bursa Eropa dipimpin oleh reboundnya saham sektor perbankan dan asuransi. Reboundnya bursa global ini kami nilai hanya bersifat sesaat seiring masih berlarutnya masalah krisis Eropa dan adanya peringatan dari Fitch Rating tentang kemungkinan diturunkannya rating AS jika tidak segera mengatasi masalah defisit anggaran.

Bursa regional pagi ini dibuka menguat terbatas dimana indeks KLSE +0,5%; Nikkei +1,1%; STI +0,3% dan KOSPI +1,7%. Katalis pergerakan bursa masih dari seputar kabar kabur mengenai Eropa dan AS. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kisaran di level 3.611-3.719. Saham-saham berfundamental solid layak untuk dicermati, antara lain: Grup Astra (ASII dan UNTR), ADRO, ITMG, PTBA, JSMR, SMGR, BBRI dan BMRI.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads