Trading Idea
Sektor pharmacy menarik untuk dilirik, sebagai kategori saham devensive di tengah volatilitas market yang tinggi ini. Selama 3Q11, para emiten farmasi mencetak kenaikan pada pertumbuhan lama margin mereka. Selama pemerintah dapat menstabilkan nilai tukar ruiah terhadap dollar, maka industri diproyeksikan masih dapat menguat. Saat ini, biaya bahan baku menyumbang 70-85% dari total biaya produksi. Menguat nya nilai tukar rupiah terhadap dollar, diharapkan dapat menurunkan biaya produksi perusahaan-perusahaan farmasi.
Tantangan terbesar bagi para produsen obat di Indonesia adalah banyak nya obat palsu yang beredar di pasaran. Peredaran obat palsu di pasaran setidak nya sudah merugikan Negara dan para produsen obat sebesar Rp 1,19 triliun, atau mencapai 3,5% dari total pasar farmasi nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari perusahaan pharmacy lain nya, Kimia Farma (KAEF IJ) menarik untuk dikoleksi. Saat ini valuasi KAEF masih cukup murah dengan PER hanya 6.8x, jauh dibawah rata-rata industri yang sebesar 13.3x. Margin laba kotor KEAF naik +30,51% pada 3Q11. Sementara laba bersih perusahaan naik 142% menjadi Rp 121 miliar dari sebelum nya yang hanya Rp 50 miliar pada 3Q10. Rencana bergabung nya Indofarma (INAF IJ) menjadi anak perusahaan nya Kimia Farma juga diharapkan dapat semakin memperkuat produksi perseroan. Indofarma memiliki basis produksi yang kuat, dengan Kapasitas produksi mencapai 2-3x lipat dari Kimia Farma. Kimia Farma memiliki basis distribusi yang jauh lebih kuat dari Indofarma melalui apotek nya. Saat ini KAEF diperdagangkan di PER 6.8x dan PBV 1.1x
Bank Rakyat Indonesia (BBRI IJ) yang mengalami penurunan -2.29% pada perdagangan masih menarik untuk dikoleksi di harga yang murah. Sepanjang November 2011, BBRI adalah saham yang paling banyak dikoleksi oleh asing (net buy), dengan total pembelian hampir mencapai Rp362 miliar. Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan PGAS, ASII atau LSIP. Pada 3Q11 kemarin, laba bersih BBRI 4% diatas estimasi kita dan konsensus, sementara redit mikro perusahaan tumbuh 4.5% (qoq). Kami masih merekomendasikan BUY untuk BBRI dengan fair value di Rp7800/saham.
Technical view: IHSG hari ini diperkirakan cenderung naik seiring dengan relatif mengecilnya daily risk saat ini yakni sekitar level 21.98 %. Indikator MFI Optimized terlihat telah berada di support trendline dan siap-siap untuk bottom reversal. Sementara indikator W%R Optimized terlihat telah bottom reversal. Resistance hari ini diperkirakan sekitar level 3,686.4 dan support di level 3,633.7.
Stock pick untuk hari ini adalah:
Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Trading Buy
Hexindo Adiperkasa (HEXA), Trading Buy
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Trading Buy
(ang/ang)











































