OSK Nusadana: Risiko IHSG Sudah Mengecil

OSK Nusadana: Risiko IHSG Sudah Mengecil

- detikFinance
Selasa, 29 Nov 2011 09:57 WIB
Jakarta - IHSG tutup menguat tipis 9 pts dan tutup di level 3,647.04 (+0.27%) pada perdagangan tanggal 28 Nov. Sepanjang hari IHSG bergerak sideways, dengan asing mencatat net sell sebesar Rp 556 Miliar. Penguatan index didukung oleh kenaikan dari ASII, GGRM, BBCA, PGAS dan KLBF. Sementara market laggers untuk hari ini adalah BBRI, UNVR, BMRI, HRUM dan ITMG. Runtuh nya jembatan di Kutai, memberikan sentimen negatif terhadap perusahaan-perusahaan batubara yang menggunakan sungai Mahakam sebagai jalur distribusi mereka.Sementara saham-saham perbankan seperti BBRI, walaupun turun dalam tapi masih menarik untuk dikoleksi. Dow dan Eropa ditutup menguat pada perdagangan kemarin, Dow +2.59%, FTSE +2.87%, dan DAX +4.6%.

Trading Idea
Sektor pharmacy menarik untuk dilirik, sebagai kategori saham devensive di tengah volatilitas market yang tinggi ini. Selama 3Q11, para emiten farmasi mencetak kenaikan pada pertumbuhan lama margin mereka. Selama pemerintah dapat menstabilkan nilai tukar ruiah terhadap dollar, maka industri diproyeksikan masih dapat menguat. Saat ini, biaya bahan baku menyumbang 70-85% dari total biaya produksi. Menguat nya nilai tukar rupiah terhadap dollar, diharapkan dapat menurunkan biaya produksi perusahaan-perusahaan farmasi.

Tantangan terbesar bagi para produsen obat di Indonesia adalah banyak nya obat palsu yang beredar di pasaran. Peredaran obat palsu di pasaran setidak nya sudah merugikan Negara dan para produsen obat sebesar Rp 1,19 triliun, atau mencapai 3,5% dari total pasar farmasi nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalbe Farma (KLBF IJ) pada perdagangan kemarin menguat +3.7% dengan peningkatan volume yang cukup signifikan. Tercatat beberapa foreign house banyak mengkoleksi KLBF selama sebulan terakhir. Pada kuartal III 2011, perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp7,69 triliun. Jumlah ini naik +5,76% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,27 triliun. Perseroan memproyeksikan pendapatan di tahun 2012 dapat tumbuh hingga 13%, menyusul meningkat nya produksi setelah di operasikan nya pabrik generik baru mereka di Cikarang. Meskipun secara valuasi KLBF sudah cukup tinggi, tapi KLBF masih menarik untuk dikoleksi mengingat KLBF adalah emiten dengan market cap terbesar di industri ini. Berdasarkan riset terakhir di Bloomberg, fair value untuk KLBF ada di level Rp 4000/saham.

Sementara dari perusahaan pharmacy lain nya, Kimia Farma (KAEF IJ) menarik untuk dikoleksi. Saat ini valuasi KAEF masih cukup murah dengan PER hanya 6.8x, jauh dibawah rata-rata industri yang sebesar 13.3x. Margin laba kotor KEAF naik +30,51% pada 3Q11. Sementara laba bersih perusahaan naik 142% menjadi Rp 121 miliar dari sebelum nya yang hanya Rp 50 miliar pada 3Q10. Rencana bergabung nya Indofarma (INAF IJ) menjadi anak perusahaan nya Kimia Farma juga diharapkan dapat semakin memperkuat produksi perseroan. Indofarma memiliki basis produksi yang kuat, dengan Kapasitas produksi mencapai 2-3x lipat dari Kimia Farma. Kimia Farma memiliki basis distribusi yang jauh lebih kuat dari Indofarma melalui apotek nya. Saat ini KAEF diperdagangkan di PER 6.8x dan PBV 1.1x

Bank Rakyat Indonesia (BBRI IJ) yang mengalami penurunan -2.29% pada perdagangan masih menarik untuk dikoleksi di harga yang murah. Sepanjang November 2011, BBRI adalah saham yang paling banyak dikoleksi oleh asing (net buy), dengan total pembelian hampir mencapai Rp362 miliar. Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan PGAS, ASII atau LSIP. Pada 3Q11 kemarin, laba bersih BBRI 4% diatas estimasi kita dan konsensus, sementara redit mikro perusahaan tumbuh 4.5% (qoq). Kami masih merekomendasikan BUY untuk BBRI dengan fair value di Rp7800/saham.

Technical view: IHSG hari ini diperkirakan cenderung naik seiring dengan relatif mengecilnya daily risk saat ini yakni sekitar level 21.98 %. Indikator MFI Optimized terlihat telah berada di support trendline dan siap-siap untuk bottom reversal. Sementara indikator W%R Optimized terlihat telah bottom reversal. Resistance hari ini diperkirakan sekitar level 3,686.4 dan support di level 3,633.7.

Stock pick untuk hari ini adalah:
Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Trading Buy
Hexindo Adiperkasa (HEXA), Trading Buy
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Trading Buy

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads