Indosurya: Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

Indosurya: Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

- detikFinance
Rabu, 30 Nov 2011 08:22 WIB
Jakarta - IHSG menguat 40,72 poin (1,12%) di level 3.687,77. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,09 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,37 triliun. Sebanyak 133 saham naik, 82 saham turun, dan 102 saham stagnan. LQ-45 naik 1,47% ke level 652,58 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,40% ke level 518,51.

Indeks sektoral saham bergerak menguat yang diawali oleh indeks aneka industri yang naik 2,20% ke level 1.261,39; indeks perkebunan naik 1,86% ke level 2.153,63; indeks manufaktur naik 1,76% ke level 942,29; indeks industri dasar naik 1,54% ke level 367,07; indeks konsumer naik 1,52% ke level 1.300,28; indeks keuangan naik 1,38% ke level 481,30; indeks perdagangan naik 0,83% ke level 548,36; indeks infrastruktur naik 0,39% ke level 681,77; dan indeks pertambangan naik 0,13% ke level 2.491,32. Sementara pelemahan pada indeks properti yang turun 0,08% ke level 202,79.

Indeks MBX dan ISSI menguat namun, DBX melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 250,33 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,43 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,18 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 1.800 ke Rp 70.950; H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.600 ke Rp 39.100; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.050 ke Rp 62.600; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 900 ke Rp 21.800; United Tractors (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 24.400; Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 18.100; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 350 ke level Rp 14.900; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 38.100; dan Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 200 ke level Rp 6.450.

IHSG masih melanjutkan penguatannya pada perdagangan kemarin setelah merespon positif pembukaan mayoritas bursa Asia Pasifik yang menguat. Penguatan ini juga terimbas dari positifnya penutupan bursa saham Eropa dan AS setelah pernyataan para petinggi Uni Eropa yang telah sepakat untuk menambah jumlah dana EFSF. Sementara penurunan outlook AS oleh Fitch dan downgrade outlook ekonomi global oleh Morgan Stanley dan Goldman Sachs terlihat seolah-olah tidak terlalu pengaruh. Meski berhasil naik namun, di sesi 2 sedikit tertahan oleh pembukaan Eropa yang sempat melemah karena investor masih sedikit ragu oleh rumor positif yang beredar. Meski demikian, hingga menjelang penutupan IHSG, bursa saham Eropa bisa kembali ke teritori positif sehingga penurunan IHSG di sesi 2 masih tertahan. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.710,75 (level tertingginya) di awal sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.646,86 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.687,77. Volume perdagangan tercatat naik namun, nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 9,185/US$ dari sebelumnya Rp 9,100/US$ yang dipicu pesimisme investor terhadap penyelesaian krisis utang di zona Euro. Apalagi ditambah dengan faktor akhir bulan di mana biasanya permintaan US$ dari korporasi cukup besar. Meski terdapat sejumlah kabar positif terkait dengan pertemuan antara Jerman, Perancis, dan Italia serta kabar dibantunya Italia oleh IMF namun, investor belum melihat kebenarannya. Apalagi Moody's memperingatkan pemangkasan rating kredit pada 87 perbankan global. Selain itu, Fitch Rating juga akan merevisi outlook peringkat AS jadi negatif meskipun peringkatnya dipertahankan di level 'AAA' sehingga membuat investor valas masih khawatir. Secara umum, investor domestik masih diliputi kecemasan krisis utang Uni Eropa seiring belum adanya rencana konkret untuk mencegah penularan krisis lebih lanjut. Adanya review Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2012-2016 rata-rata mencapai 6,6% atau paling tinggi di atas 5 negara ASEAN lainnya tidak mampu membendung depresiasi Rupiah karena lebih rendah dari target Pemerintah pada 2012 sebesar 6,7%. Meski terdepresiasi namun, BI mengungkapkan masih lebih baik dibanding pelemahan mata uang di negara-negara kawasan seperti Ringgit Malaysia, Dolar Singapura, dan Won Korea.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Sri Lanka, India, dan Singapura. Pergerakan ini dipicu adanya harapan bahwa para pembuat kebijakan Eropa akan mengoptimalkan dana talangan untuk mencegah penularan utang. Adanya pernyataan S&P yang bisa mengubah rating Perancis menjadi negatif dalam 10 tahun ke depan tidak terlalu dihiraukan. Indeks Nikkei menguat di tengah harapan bahwa pemimpin Uni Eropa bisa menyiapkan langkah-langkah untuk mengurangi krisis utang dan penjualan ritel AS yang positif sehubungan dengan adanya musim liburan. Indeks KOSPI juga naik karena penguatan saham LG Display, LG Electronics, dan Samsung Electronics karena terimbas kenaikan penjualan ritel AS. Indeks ASX akhirnya turut naik dimana sebelumnya pada sesi awal perdagangan sempat negatif setelah pemerintah Australia memangkas target pertumbuhan dan perkiraan pajak pendapatan atas ketidakpastian Eropa. Bursa saham China dan Hong Kong pun juga menguat didorong oleh keuntungan pada sektor konsumen China. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Unemployment rate Jepang di level 4,5% dari sebelumnya 4,1%; Household Spending (YoY) Jepang di level -0,4% dari sebelumnya -1,9%; dan Retail Sales (YoY) Jepang di level 1,9% dari sebelumnya -1,1%.

Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Belgia, Norwegia, Yunani, dan Luxemburg. Padahal di awal sesi sempat melemah yang dipicu khawatiran pasar terhadap penurunan rating sehingga memberi tekanan terhadap solusi krisis utang Eropa. Saham-saham mulai reli di tengah harapan pejabat Uni Eropa mampu mengerti skala masalah yang ada sehingga memudahkan dalam penyelesaian krisis. Harian Prancis melaporkan S&P dapat merevisi rating dari AAA menjadi negatif dalam beberapa hari ke depan. Sedangkan Moody's memperingatkan akan menurunkan rating utang subordinasi 87 bank dari 15 negara di tengah krisis yang ada. Pemerintah setempat dinilai kurang membantu perbankan mengatasi krisis likuiditas. Di sisi lain, Fitch Ratings, menurunkan peringkat kredit AS dari prospek stabil menjadi negatif karena Kongres AS telah gagal menyepakati pemangkasan defisit senilai US$1,2 triliun. Tetapi, Fitch masih memberikan rating AAA. Para MenKeu Uni Eropa menyepakati kenaikan jumlah dana EFSF agar dapat membantu Italia dan Spanyol. Selain itu, para pejabat ini juga kemungkinan akan menyetujui dana talangan lanjutan ke Yunani dan Irlandia. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Retail Sales (YoY) Spanyol di level -6,9% dari sebelumnya -5,4%; GDP (YoY) Swedia di level 1,6% dari sebelumnya 0,9%; Consumption
Indicator Swiss di level 0,91 dari sebelumnya 0,82; dan Business & Consumer Survey Eropa di level 93,7 dari sebelumnya 94,8.

Bursa kawasan Amerika menguat kecuali indeks Nasdaq dan bursa saham Brazil yang dipicu perkiraan penguatan data kepercayaan konsumen dan harapan kemajuan untuk solusi krisis utang zona Euro. Namun demikian, investor terlihat masih khawatir dengan krisis utang Eropa dan ancaman Fitch yang akan menurunkan peringkat AS. Penguatan juga terimbas oleh kenaikan saham sektor defensif seperti utilities dan consumer. Investor juga mendapat sentimen positif dari Eropa dimana yield obligasi Italia mengalami penurunan. Investor juga mengamati perkembangan Uni Eropa dimana berharap para petingginya membuat kemajuan dalam menyelesaikan krisis utang daerah. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Home Price Indices AS di level -3,6% dari sebelumnya -3,8%; Consumer Confidence di level 56 dari sebelumnya 40,90; dan House Price Index (MoM) di level 0,9% dari sebelumnya -0,2%.

Pada perdagangan Rabu (30/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.618-3.653 dan resistance 3.717-3.746. IHSG berhasil melanjutkan penguatannya dan membentuk inverted hammer sehingga masih berpotensi untuk kembali melanjutkan penguatannya. Posisi candle masih menyentuh lower bollinger bands . MACD mencoba reversal membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba reversal dari bawah area oversold. Meski IHSG berpotensi menguat namun, diharapkan tidak dimanfaatkan spekulan untuk profit taking secara masif yang bisa menghambat laju penguatan IHSG hari ini.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads