Minyak light sweet diperdagangkan di level US$100.57 per barel menyikapi langkah The Feds tersebut serta keluarnya data penyerapan tenaga kerja yang naik melebihi ekspektasi semula.
IHSG kemarin (30/11) ditutup naik 27 poin (+0.74%) ke level 3,715.08 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar regular sebesar Rp123 miliar dengan saham yang paling banyak di beli a.l. BBCA, TRAM, INDF, INDY dan BBNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, IHSG kembali bergerak menguat dengan indikator stochastic bergerak uptrend setelah membentuk golden cross di area oversold sementara RSI juga bergerak mulai uptrend.
Perlu diwaspadai aksi profit taking yang dilakukan sejumlah investor setelah IHSG menguat selama tiga hari berturut-turut, namun sentimen positif yang datang dari bursa global dan regional dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG hari ini (1/12).
Pada perdagangan hari ini (1/12), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,665-3,748 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. PTBA, INDF dan INKP.
News & Analysis
- JSMR : Luncurkan OBU Akhir November
- KRAS : Pabrik Besi Patungan Selesai Tahun Ini
- ANTM : Rencana Naikkan Obligasi Menjadi Rp3 Triliun.











































